NASIONAL

Tiga Tewas dalam Bentrok Antar Desa di Maluku

Bentrokan dipicu aksi pelemparan terhadap salah satu bangunan sekolah.

ddd
Sabtu, 29 Desember 2012, 23:18
Sebelumnya juga pernah terjadi bentrok dua desa di Maluku yang mengakibatkan satu orang tewas.
Sebelumnya juga pernah terjadi bentrok dua desa di Maluku yang mengakibatkan satu orang tewas. (topik pagi-antv)

VIVAnews - Aksi saling serang antar warga Desa Kamariang dan Desa Hualoy di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku tak terhindarkan, pada Sabtu, 29 Desember 2012.

Menurut informasi yang dihimpun VIVA.co.id, peristiwa ini bermula dari adanya aksi pelemparan terhadap salah satu bangunan sekolah yang terdapat di Desa Hualoy, saat iring-iringan kendaraan warga Desa Sepa yang baru saja kembali dari acara pelantikan Raja Desa Kamariang.

Warga Hualoy pun menduga yang melakukan aksi pelemparan terhadap bangunan sekolah tersebut adalah warga Sepa yang hendak kembali ke desa mereka di Kabupaten Maluku Tengah.

Masyarakat Hualoy kemudian melakukan aksi pembalasan terhadap iring-iringan rombongan warga Desa Sepa yang memiliki hubungan Pela dengan Desa Kamariang.

Aksi bentrok semakin tak terhindarkan ketika ada informasi adanya pemukulan terhadap warga Desa Hualoy di Kamariang. Buntutnya tiga orang warga Sepa tewas di tempat dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.

Informasi adanya pengeroyokan terhadap warga Sepa yang diundang oleh Raja Kamariang, kemudian memicu simpati dari pada warga Desa Kamariang yang memiliki hubungan adat dengan warga Desa Sepa.

Puncaknya, sekitar pukul 15.00-18.00 WIT, warga Desa Kamariang kemudian melakukan pembalasan dan menyerang warga Desa Hualoy.

Dari sumber terpercaya yang berada di lokasi kejadian, pada saat penyerangan terdengar bunyi ledakan kuat dugaan berasal dari bom rakitan bahkan terdengar juga bunyi tembakan.

Sementara itu, pihak Polres SBB sendiri belum bisa memberikan keterangan apa pun terkait kondisi terkini di kedua desa. Bahkan, penyebab terjadinya aksi bentrok tersebut juga belum bisa dijelaskan pihak polisi setempat. Kapolres SBB yang dihubungi berulang kali belum menjawab panggilan telepon. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tonee
30/12/2012
devide et impera mudah sekali di lakukan pada masyarakat dengan keberagaman budaya,ato bisa juga pada masyarakat dengan ketimpangan sosial yang tinggi
Balas   • Laporkan
baronnikko
30/12/2012
kenapa ya, skr rakyat indonesia mudah sekali diadu domba? tawuran terjadi disemua daerah,, pasti memang ada yg jadi provokatornya nih!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru