NASIONAL

Kurikulum Pendidikan Akan Berubah Lagi, Mengapa?

Masyarakat diminta memberikan masukan atas rencana ini.

ddd
Minggu, 2 Desember 2012, 06:58
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh. (Antara/ M Risyal Hidayat)

VIVAnews - Pemerintah kini sedang melakukan perubahan kurikulum pendidikan. Rencana perubahan itu sebenarnya sudah digagas sejak 2010. Rancangan itu kini sedang memasuki tahap uji publik. Sejumlah perubahan mendasar antara lain menyangkut materi pelajaran yang berbasis tematik integratif dan ada juga soal penambahan jam pelajaran.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, perubahan kurikulum ini didasari tuntutan zaman. Kebutuhan pasar dari lulusan sekolah juga berubah. "Jadi tidak apa-apa berubah selama memiliki rasionalitas yang kuat," kata Muhammad Nuh dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews, Sabtu 1 Desember 2012.

Untuk itu, menurut M Nuh, masyarakat diminta memberikan masukan atas rencana perubahan kurikulum ini. "Kami lempar ke publik demi mendapat tanggapan. Pemerintah tidak boleh sendirian memutuskan perubahan kurikulum itu," katanya.

Kurikulum penyelenggaraan Ujian Nasional, kata M Nuh, akan ditekankan pada dua hal sekaligus yaitu proses dan output.

M Nuh menegaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi suksesnya perubahan kurikulum yaitu guru, manajemen sekolah, dan kesiapan buku.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
khaerulz
03/12/2012
Ga usah kaget... kurikulum memang seharusnya berubah terus. Kalo ga berubah nanti dibilang kuno... para guru, pikirkan orientasi anda. Cari uang sertifikasi atau meningkatkan kualitas diri...??? jangan cuma bs menyalahkan pemerintah!
Balas   • Laporkan
brontox | 03/12/2012 | Laporkan
brooo emang hrus di salahkan,gnti pemimpin gnti kurikulum..ganti sistem...inget dri KBK ke KTSP? inget TEMATIK jg?blm di implementasikan total itu bro udh gnti lg..
harli.sulaiman
02/12/2012
setahu saya kurukulum makin sering berubah bertanda ada perbaikan dan responsif terhadap jaman.
Balas   • Laporkan
brontox | 03/12/2012 | Laporkan
jg terhadap proyek..
j4fis
02/12/2012
setuju dengan pernyataan Anies Baswedan...pergubahan kurikulum tanpa disertai perbaikan kualitas guru sama aja nggak ada artinya...
Balas   • Laporkan
artanis
02/12/2012
semoga perubahan ini bisa bermanfaat, kalau tidak, maka proyek untuk menghabiskan duit negara ini akan sangat memberatkan orang tua murid, karena harus dibeli ulang.
Balas   • Laporkan
pras57
02/12/2012
komersialiasi pendidikan di negara ini sudah semakin parah, jgn harap orang miskin bisa sekolah dgn mutu yg bagus di negara ini. perubahan kurikulum merupakan produk kongkalikong antara pemilik sekolah, penerbit buku & oknum dinas pendidikan.
Balas   • Laporkan
brontox | 03/12/2012 | Laporkan
maaf bro..penerbit buku malah korban terbesar..
hirozero
02/12/2012
karepmu dewe pak
Balas   • Laporkan
manitou
02/12/2012
studi banding dulu dong ke eropa sebelum memutuskan perubahan kurikulum
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id