NASIONAL

Kurikulum 2013, Pelajaran SD dan SMP Dikurangi

"Penataan kurikulum baru ini tidak harus memberi beban buku baru."

ddd
Rabu, 21 November 2012, 20:02
SMP yang semula mempunyai 12 mata pelajaran, pada tahun 2013 hanya akan mempunyai 10 mata pelajaran saja.
SMP yang semula mempunyai 12 mata pelajaran, pada tahun 2013 hanya akan mempunyai 10 mata pelajaran saja. (U-Report)

VIVAnews- Pengurangan mata pelajaran sekolah akan terjadi pada kurikulum baru 2013 di tingkat SD dan SMP.

SMP yang semula mempunyai 12 mata pelajaran, pada tahun 2013 hanya akan mempunyai 10 mata pelajaran saja.

10 mata pelajaran tersebut yakni Pendidikan Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya dan Muatan Lokal, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, dan Prakarya.

“Namun saya harap penataan kurikulum baru ini tidak harus memberi beban buku baru,” ujar Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono usai Rapat Kerja antar Menteri di kantornya, Rabu, 21 November 2012.

Untuk SD, terjadi perubahan dari 10 mata pelajaran menjadi hanya enam. Keenam mata pelajaran itu adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Agama, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan Kesenian. Sedangkan IPA dan IPS menjadi tematik di pelajaran-pelajaran lain.

Meski berkurang, kata Agung, kurikulum baru ini akan menambah panjangnya jam pelajaran. Untuk SD kelas 1 dari 26 jam per minggu menjadi 30 jam. Untuk kelas 2 SD dari 27 jam menjadi 32 jam. Sedangkan untuk kelas 3 SD dari 28 jam menjadi 34 jam, sementara kelas 4, 5, 6 SD dari 32 menjadi 36 jam per minggu.

“Tapi satu jam itu bukan 60 menit, melainkan 35 menit,” jelas Agung.

Agung berharap pergantian ini tidak disertai dengan beban buku baru karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuat buku induk. Untuk anak sekolah dasar, mereka tidak perlu banyak membawa buku, cukup satu buku yang terintegrasi.

Kurikulum pendidikan baru ini akan diterapkan pada tahun ajaran 2013/2014. Namun kurikulum ini akan mulai berlaku untuk kelas 1 dan 4 sekolah dasar, dan VII SMP, baik negeri yang dikelola Kemendikbud maupun Kementerian Agama dan juga sekolah swasta, sedangkan lainnya bertahap.

Alasanya, karena kelas yang lebih tinggi sedang mempersiapkan ujian nasional. Harapannya, tiga tahun akan datang semua tingkatan sudah menggunakan sistem ini. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
masgoeroe
08/02/2013
kasian guru wiyata bakti pak...tidak mendapat jam mengajar..
Balas   • Laporkan
hien.cait
07/12/2012
para guru sangat setuju atas inovasi kurikulum,namun kata "embah guru" kurikuum sekarang amburadul dan sangat nyata hasil perubahannya; antara lain anak-anak sudah tidak menghormati orang tuanya,tidak patuh pada gurunya,taura makin marak.
Balas   • Laporkan
rambi
02/12/2012
Bhs Daerah pnting diajrkn utk mjaga klestrian budaya sbg jati diri bgsa, ia juga mjdi prekat antar suku krn di dlmnya diajrkan bgm mcntai dan mhrgai budaya sdri. Jgn sampai terjdi Indonesia kehilngn kekyaan identitas diri krn drbut/ diakui ngara lain.
Balas   • Laporkan
kepudang
02/12/2012
Sungguh lucu dan naih anjuran cukup sedikit buku.Barat itu maju karena byk membaca buku. Pemerintahlah yg hrs menyediakan berbagai buku pelajaran dan literatur yg cukup agar siswa tak perlu beli, cukup pinjam lwt perpus.
Balas   • Laporkan
afn_ihsan | 02/12/2012 | Laporkan
Emang ente pulang dari barat kapan gan..??
jobcariuang
02/12/2012
setuju pengurangan mata pelajaran yg ga perlu, spt di bekasi ada pelajaran bhs SUNDA, buata apaan belajar bhs daerah segala, lbh baik bahasa indonesia bhs persatuan, terus bw buku seabrak-abrak lagi, yg penting2 aja lah pelajarannya.
Balas   • Laporkan
riski.priandika
26/11/2012
Kurikulum baru SMP pelajaran TIK menjadi media pembelajaran semua mata pelajaran, nah sekarang bagaimana dengan nasib guru TIK akan menagajar apa ? dan bagaimana pula dengan sertifikasi guru TIK apakah masih cair atau tidak ? bagaimana dengan pemenuhan ja
Balas   • Laporkan
sang.bintang.169
21/11/2012
Apapun sistemnya, kembalikan kepada pihak pendidik dan sekolah, karena mereka yang mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa!!! dan pemerintah hanya memfasilitasi pendidikan tersebut dengan baik!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com