NASIONAL

Demo, Buruh Robohkan Pagar Kantor Gubernur Jatim

Buruh di Surabaya meminta kenaikan upah menjadi Rp2,2 juta.
Selasa, 20 November 2012
Oleh : Eko Huda STudji Martudji (Surabaya)
Demo buruh di Surabaya ricuh

VIVAnews -  Aksi demo ribuan buruh di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Selasa 20 November 2012, berakhir ricuh. Para buruh merobohkan pagar kantor yang terletak di Jalan Pahlawan tersebut.

Para buruh itu menuntut kenaikan upah menjadi Rp2,2 juta. Demo itu mulai panas saat perwakilan buruh dari Gresik menolak ditemui oleh Asisten III Pemprov Jatim yang juga Ketua Dewan Pengupahan Provinsi, Edy Purwinarto. Mereka menuntut agar ditemui oleh Gubernur Jatim, Soekarwo.

Karena tak ditemui oleh Soekarwo, massa buruh serentak menyanyikan lagu 'Iwak Peyek'. Mereka tetap meminta bertemu dengan Soekarwo. Karena yang ditunggu-tunggu tidak muncul, para buruh mulai beringas. Kericuhan terjadi saat koordinator aksi, Pujianto, yang juga Ketua Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Jawa Timur memerintahkan peserta demo untuk maju sepuluh langkah. Mendengar instruksi itu, massa yang berkostum merah hitam dengan ikat kepala merah itu untuk maju sepuluh langkah.

Pagar betis aparat gabungan dari Polrestabes dan Polda Jatim menghadang. Aksi dorong mendorong terjadi. Pagar betis aparat jebol. Demikian dengan pagar kantor Gubernur Jatim. Karena ricuh, polisi bertindak. Polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan meriam air ke arah massa. Para buruh pun berhamburan.

Pujianto, kemudian bertemu dengan Kapolda Jawa Timur, Irjen Polisi Hadiatmoko, didampingi Sekdaprov Jawa Timur, Rasio. Puji mengatakan, kemarahan buruh ini dipicu ketidaktegasan Gubernur dalam menerima aspirasi mereka. Bahkan, kata dia, perwakilan buruh yang berangkat ke Jakarta untuk menemui Menakertrans bersama Disnakertrans Jatim malah terlantar.

Para buruh mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa ini sampai tuntutan upah minimal Rp2,2 juta diikabulkan. "Jika tuntutan buruh Jatim tak diindahkan, buruh akan kampanye anti Pakde Karwo dalam Pilgub Jatim 2013 mendatang. Kedua, kami mendesak gubernur supaya memecat Kadisnaker Jatim sebelum lima hari, kalau tidak kita akan instruksikan kepada seluruh buruh di Jatim untuk melakukan aksi mogok kerja massal selama lima hari," kata Pujianto. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found