NASIONAL

Mabes Polri Tak Tangani Kasus Penembakan Kombes Dedy

Kombes Dedy adalah ketua tim penangkapan penyidik KPK, Kompol Novel.

ddd
Selasa, 9 Oktober 2012, 16:49
Sejumlah polisi datangi KPK untuk membawa penyidik Kompol Novel
Sejumlah polisi datangi KPK untuk membawa penyidik Kompol Novel (ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVAnews - Markas Besar Kepolisian tidak akan mencampuri kasus penembakan yang melibatkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu, Komisaris Besar Dedy Irianto dan menyerahkan sepenuhnya ke Polda Bengkulu.

Ketua Tim Penangkapan penyidik KPK Kompol Novel Baswedan itu terlibat kasus penembakan di Bengkulu beberapa waktu lalu.

"Di sana kan ada atasan yang namanya Kapolda, dan Kapolda punya otoritas untuk menegakkan aturan. Sehingga silahkan Kapolda untuk mencari tahu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Selasa 9 Oktober 2012.

Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu, AKBP Herry Wiyanto membenarkan adanya insiden yang terjadi beberapa bulan lalu.

Dalam insiden yang terjadi di Binduriang, Rejang Lebong, Bengkulu itu menyebabkan seorang warga Binduriang, Edi Purwanto alias Bagong, tewas. "Iya benar, Pak Dedy berada di sana," kata Herry.

Sementara, setelah peristiwa penembakan itu berlalu, Dedy Irianto menjadi ketua tim penangkapan Kompol Novel karena kasus penganiayaan yang menewaskan satu orang terkait kasus pencurian sarang burung walet pada 2004.

Saat persitiwa itu terjadi, Novel menjabat Kepala Satuan Reserse Polda Bengkulu.

Namun Herry menegaskan, kasus keduanya berbeda. "Saat itu, Pak Dedy bersama tim diserang oleh 30 orang bersenjata tajam," katanya.

Sementara, dalam kasus Novel, kata Herry, yang bersangkutan melakukan penembakan terhadap salah satu pencuri sarang burung walet yang dalam kondisi tangan diborgol. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
joe_boer
09/10/2012
kalo ini saya dukung Kombes Dedy karena kalian semua gak pernah keluar dari Jakarta, gak pernah naik bis dan dirampok di tengah hutan..kalo pernah pasti tau ngerinyaa..yg di jakarta cuma banyak bacot doang. aktivis & LSM pernah gak adu nyawa dgn rampok?
Balas   • Laporkan
satya88 | 10/10/2012 | Laporkan
@Joe : listing tahun berapa di kepolisian ?
tubil | 09/10/2012 | Laporkan
@joe : apa mas ini pernah di rampok di jalan raya tiba2 distop ngak jelas alasannya terus di mintain duit min. rp 50.000, tanpa ada penjelasan salah anda apa atau dengan nyari2 kesalahan yg ngak penting ?


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id