NASIONAL

Ketua Penangkap Kompol Novel Terlibat Kasus Penembakan

"Tim terpaksa melakukan penembakan sesuai dengan protap."

ddd
Selasa, 9 Oktober 2012, 06:54
Sejumlah polisi datangi KPK untuk membawa penyidik Kompol Novel
Sejumlah polisi datangi KPK untuk membawa penyidik Kompol Novel (ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVAnews - Ketua Tim Penangkapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedaan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu Kombes Pol Dedy Irianto, terlibat dalam kasus penembakan. Namun penembakan itu sesuai dengan prosedur tetap.

Insiden yang terjadi di Binduriang, Rejang Lebong, Bengkulu belum lama ini itu menyebabkan seorang warga Binduriang, Edi Purwanto alias Bagong, tewas.

"Iya benar, Pak Dedy berada di sana," kata Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Herry Wiyanto, kepada VIVAnews, Senin 8 Oktober 2012.

Herry menuturkan saat itu Dedy bersama tim dari Polres Rejang Lebong memang sedang melakukan sidak, supervisi akibat adanya aksi penutupan jalan Bengkulu-Palembang selama empat hari sebelumnya oleh warga. Tindakan itu dilakukan karena masyarakat ingin mencari pelaku pencurian motor.

Namun dalam perkembangannya, sekitar pukul 24.00 WIB, ada peristiwa perampokan bus 'Doa Ibu'. "Bus dihadang oleh sekitar 30 orang yang menggunakan senjata tajam. Tiga penumpang luka-luka," ujarnya.

Menemui kejadian seperti itu, lanjut Herry, Dedy bersama personel lainnya segera melakukan tindakan. Namun kemudian, para pelaku perampokan tersebut ketika akan diringkus polisi, melakukan perlawanan. "Tim terpaksa melakukan penembakan sesuai dengan protap," ucapnya.

Dedy Irianto berupaya menangkap Kompol Novel di Gedung KPK pada Jumat 5 Oktober 2012. Penangkapan ini terkait status Kompol Novel yang dituduh terlibat dalam penganiayaan yang menewaskan satu orang terkait kasus pencurian sarang burung walet pada 2004. Saat persitiwa terjadi, Novel menjabat Kepala Satuan Reserse Polda Bengkulu.

Namun, KPK membantah tuduhan Polri dan mengatakan Novel tak terlibat kasus yang dituduhkan. Menurut KPK, Novel jusru merupakan salah satu penyidik terbaik di KPK.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bobbysayangmama
10/10/2012
Kalo tdk mau menembak ya jgn jd polisi. Jd wajar aja kalo polisi menembak yg penting jgn salah tembak dan hrs sesuai protap tp kalo korban aja gak mengenal Novel Baswedan berarti kan dia gak liat Novel ada di lokasi kejadian, trus knp jd tersangka?
Balas   • Laporkan
bluejeans77
09/10/2012
klo polisi tembak perusuh saya dukung. bagi yg blom pernah ngerasain berhadapan dgn perampok ga usah koment negatif thd tindakan kombes dedy.
Balas   • Laporkan
joe_boer
09/10/2012
kalo masalah ini saya dukung Kombes Dedy..kalian di Jakarta banyak bacot, gak pernah naik bis, gak pernah dirampok di hutan, saya tanya kalian aktivis & LSM pernah gak bertarung nyawa dgn perampok?? enak aja hidup di kota besar.. modal mulut doang...
Balas   • Laporkan
ilkomb04 | 09/10/2012 | Laporkan
dr caramu ngomong kamu justru persis orang kota..kamu kira orang kota dari mana bro, dr sononya lahir dikota? kejadian sm persis munafiknya si baswedan gak ada ditempat tp tanggung jawab..sm juga si dedy gak jauh beda jadi
bangkak
09/10/2012
Pak POL " ada Semut di Ujung pulau kelihatan , tapi ada Gajah Di pelupuk mata tidak kelihatan " Malu dong pak pol..???
Balas   • Laporkan
livieman
09/10/2012
C'mon mister SBY, sekalian bapak minta KPK prioritaskan kasus2 yg melibatkan Partai Demokrat, supaya kami2 kembali yakin presiden kita betul2 mau memakmurkan rakyat, uang rakyat bukan uang negara yang se-wenang digunakan oleh pejabat negara !
Balas   • Laporkan
ihya.akbary.7
09/10/2012
hidup pak SBY
Balas   • Laporkan
pulsaroid001
09/10/2012
Gara2 Kombes Dedy..., tambah rusak citra POLRI yang memang sudah rusak...
Balas   • Laporkan
tantokw
09/10/2012
Kombespol Dedy Riyadi ternyata PENJAHAT juga...MUNAFIK KAMU YA...KAMU TIDAK LEBIH BAIK DARI KOMPOL NOVEL...DASAR CARI MUKA...SELURUH RAKYAT SUDAH TAHU KEBOBROKANMU DEDY...MAU DITARUH MANA MUKAMU...PENJILAT...
Balas   • Laporkan
marsyad
09/10/2012
Polisi Preman yg datangi KPK harus diturunkan Pangkatnya 3 Tingkat, atau dipecat!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
ardianto.benny
09/10/2012
maling teriak maling, gini nih wajah kepolisian negara kita ......
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru