NASIONAL

Khofifah: Jika Jatim Masih Becek, Saya Buang Tenaga

"Kecurangan yang terorganisir itu bisa mengalahkan kebenaran."
Selasa, 2 Oktober 2012
Oleh : Arfi Bambani AmriTudji Martudji (Surabaya)
Khofifah Endar Parawansa

VIVAnews - Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, masih enggan menjawab apakah bakal maju di pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2013 mendatang.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu masih meragukan Pilgub Jatim mendatang bisa dilaksanakan secara jujur dan adil.

"Untuk apa turun lagi, jika lapangannya masih becek seperti dulu [pemilihan Gubernur 2008] dan para pelakunya juga tetap sama. Itu sama artinya buang-buang energi, mencederai demokrasi dan jatuhkan diri ke jurang yang sama," kata Khofifah sat menerima kunjungan Maher Zen di Yayasan Pendidikan Khodijah Surabaya, Selasa 2 Oktober 2012.

Saat ini Khofifah mengaku masih melakukan pemetaan, khususnya menyangkut sejauh mana panitia penyelenggara pilgub Jatim bisa mengeliminir kecurangan dan melakukan pembenahan secara terukur. "Insya Allah, Desember 2012 akan ada keputusan, saya maju atau tidak," kata Khofifah yang di 2008 lalu itu kalah di putaran kedua pemilihan dari pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf itu.

Pembenahan terukur terhadap sistem pilkada yang dimaksudkan yakni Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan apakah sudah berbasis e-KTP atau belum. Ia menyebut, kecurangan di pilgub Jatim 2008 berakar pada manipulasi data DPT. "Dengan basis e-KTP paling tidak bisa mereduksi kecurangan DPT hingga 80 persen," katanya.

Terkait itu, ia berharap pihak-pihak yang merasa sebagai pejuang demokrasi maupun pejuang keadilan supaya bersuara, sehingga pembenahan secara terukur dan terstruktur terhadap sistem pelaksanaan pilkada dan pilgub segera dilaksanakan. "Kecurangan yang terorganisir itu bisa mengalahkan kebenaran yang tak terorganisir. Karena itu harus diwaspadai bersama," katanya.

Menurutnya, dalam pilgub Jatim 2008 silam, dia bersama Moedjiono (cawagub) belum kalah. Saat mengajukan gugatan sengketa pilkada ke MK, terkait hasil Pilgub Jatim putaran ketiga, pihaknya tidak pernah diregister, sehingga keputusan hasil Pilgub Jatim lalu itu hanya sepihak. "Ketua MK nya juga masih seperti tahun 2008, jadi ini juga akan menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk maju atau tidak," katanya.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found