Badri, Peternak Burung yang Terduga Teroris
- VIVAnews/ Muhamad Solihin
VIVAnews - Detasemen Khusus Anti Teror (Densus) 88 menangkap salah satu terduga teroris Badri, warga Griyan, Pajang, Laweyan. Selain itu, Densus membawa istri Badri, Hanifah dan saudara iparnya, Baedi.
Pantauan VIVAnews, Baedi, saudara ipar Badri, dikawal sejumlah petugas polisi menuju mobil Propam milik Polresta Solo. Baedi yang sehari-harinya berjualan warung kelontong tampak santai dan melambaikan tangan kepada para tetangganya yang sedang berkumpul di pinggir jalan.
Selang beberapa menit kemudian, istri Badri dengan menggendong salah satu buah hatinya yang masih kecil, terlihat berjalan dengan dikawal beberapa petugas polisi wanita yang berpakaian preman. Dia pun langsung masuk ke mobil Toyota Innova berwarna cokelat muda.
Menurut keterangan salah satu warga, Defi, penangkapan Badri dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB atau pada waktu Subuh. Saat itu, Badri yang keluar dari masjid langsung ditangkap dan dimasukkan ke dalam mobil. "Setelah dimasukkan ke mobil, langsung menuju ke arah selatan, kemungkinan ke rumahnya," kata dia.
Dia menduga, arah mobil yang meluncur ke selatan yang diikuti sejumlah kendaraan bermotor itu untuk melakukan pengembangan di kediaman Badri. "Mungkin untuk pengembangan ya," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari warga lainnya, Rinto, Badri yang pekerjaannya sebagai peternak burung itu memang dikenal beraliran keras. "Dia sering memakai pakaian jubah," katanya.
Selain itu, dia melanjutkan, Badri dikenal oleh warga sebagai pribadi yang pendiam. Ia juga jarang berbicara dengan para warga lainnya. "Yang disapanya adalah yang kenal-kenal saja, seperti saya," katanya.
Pasangan Badri dan Hanifah ini dikaruniai anak sebanyak 8 orang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, mengaku bahwa Tim Densus juga menangkap dua terduga teroris di tempat terpisah di Solo, Jawa Tengah. Mereka atas nama Rudi (RK) dan Badri (BH). "Betul, dua orang itu sudah ditangkap," kata dia kepada VIVAnews.
Ansyaad menjelaskan, Rudi dan Badri adalah kelompok teroris yang masih terkait dengan jaringan Bojong Gede. Keduanya ditangkap di dua tempat yang berbeda. "Rudi pukul 23.24 WIB dekat Solo Square, sedangkan Badri di dekat rumahnya jam 05.30 WIB di Solo," ujarnya.
Dia menambahkan, keduanya juga terkait dengan terduga teroris sebelumnya yang ditangkap pada 12 Juli 2012, yaitu Mujib dan Naim. Mereka sendiri terkait perekrutan jaringan di Poso. "Rudi dan Badri diduga tengah menyiapkan bom," tuturnya. (art)