NASIONAL

Germo Pengendali 2.600 PSK Dicokok di Bali

Yunita beroperasi di Surabaya dan Bali.

ddd
Senin, 10 September 2012, 21:25
Para PSK dicokok petugas (ilustrasi)
Para PSK dicokok petugas (ilustrasi) (VIVAnews/Aries Setiawan)

VIVAnews - Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, menangkap Yunita alias Keyko 34 tahun, seorang mucikari handal penjual wanita penghibur yang memiliki jaringan ke berbagai wilayah di Indonesia. Wanita itu mengaku memiliki stok wanita pemuas yang jumlahnya sampai 2.600 orang.

Yunita yang kos di Jalan Dharma Husada, Surabaya dibekuk di rumahnya di Pulau Bali. "Dia kami kejar selama empat hari dan tertangkap di Bali," kata Kepala Unit Kejahatan Umum Polrestabes Surabaya, Inspektur Satu Iwan Hari, Senin 10 September 2012.

Penangkapan Yunita diawali ocehan anak buahnya yang lebih dulu dibekuk polisi di Surabaya. "Dari keterangan anak buahnya itu, kami mengejar tersangka," kata Iwan. Polisi menyebut, sebenarnya ada beberapa tersangka lain yang diburu, dan Yunita sebagai bos besarnya.

Saat menangkap wanita dua anak itu, polisi juga menyita uang tunai Rp1.950.000, tabungan BCA, ATM BCA, empat buah catatan anak buah, tiga lembar slip pengiriman uang, 13 lembar slip BCA, empat unit Blackberry, satu unit HP Nokia, 16 out captured BBM, dan sebanyak 1.600 lembar foto wanita seksi dagangannya.

Dalam pemeriksaan, Yunita mengaku bisnis jual cewek dilakoni sejak delapan bulan silam. Sedikitnya, ada 20 wanita cantik 'siap jual' berada di Surabaya. "Di Surabaya ada 20 wanita, daerah lainnya banyak," kata dia. Untuk sekali main, tarifnya antara Rp 1 hingga Rp1,5 juta.

Ia mengaku, pemasaran cewek penghibur itu dilakukan dengan cara menawarkan melalui foto lebih dulu. Kliennya termasuk pejabat dan pengusaha kaya yang membutuhkan.

Akibat sepak terjangnya, Yunita dijerat melanggar pasal 506 jo 296 KUHP, pasal 2 dan 8 UU RI No 21 tahun 2007, tentang tindak pidana perdagangan manusia alias trafficking. "Ancaman hukamannya di atas 10 tahun penjara," kata Iwan.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
muhammad.rivaldi.923
11/09/2012
kasihan mereka megapa melakukan begitu gak tahu dosa y.....
Balas   • Laporkan
papane.nyempluk
11/09/2012
sampang
Balas   • Laporkan
blueberry
10/09/2012
minta no hp nya dongk .....
Balas   • Laporkan
deej
10/09/2012
ckckckck kyk gak tau ama pol
Balas   • Laporkan
sampang_q
10/09/2012
mama setorannya k Oknum POLISI kurang ya, makanya ketangkep. klo emang mama banyak pelanggan dri para PEJABAT kasih tau aja sma POLISI siapa pejabat itu, apa POLISI berani menangkap mereka............... hahahahahahahah
Balas   • Laporkan
glodak | 11/09/2012 | Laporkan
betul bang setorannya kurang tuh (kayak ga tahu model police indo aja), klo mau tangkap aja sekalian pejabatnya trus diperas kan lumayan dpt double fulusnya, tinggal di interogasi kan beres..pasti ketahuan pejabat mana yg suka pakai jasanya... hehe
samjeef
10/09/2012
ckckckckkkk....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru