NASIONAL

Belerang dari Kawah Tangkuban Perahu Berbahaya

"Aroma belerang sangat berbahaya, dan dimungkinkan akan berdampak."
Selasa, 4 September 2012
Oleh : Elin Yunita KristantiRiefki Farandika Pratama (Bandung)
Tangkuban Perahu mengeluarkan asap yang bisa membahayakan

VIVAnews -- Meningkatnya status Gunung Tangkuban Perahu menjadi waspada atau level III sejak tanggal 26 Agustus 2012 lalu, membuat pihak Pemprov Jabar melalui BPBD Jabar menutup segala aktivitas di taman wisata alam tersebut.

Apalagi, dari hasil penelitian tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan adanya gas beracun yang keluar dari asap kawah gunung tersebut.

Pengamat Gunung Api PVMBG Hendrasto mengatakan, kandungan gas belerang dioksida (S02) sudah lewat ambang batas. Di atas titik batas normal yakni 2-3 ppm, yang dapat berbahaya bagi pernapasan manusia.

"Ambang batas normal yakni sekitar 2 ppm, di mana untuk saat ini kawah gunung Tangkuban Perahu sudah mendekati 3 ppm," papar Hendrasto kepada wartawan, saat dihubungi Selasa 4 September 2012.

Tangkuban Perahu yang menjadi tempat wisata, memang terkenal dengan belerangnya. Namun untuk saat ini aroma belerangnya lebih menyengat dan berbahaya. "Aroma belerang sangat berbahaya, dan dimungkinkan akan berdampak pada kesehatan pernafasan," terang Hendrasto.

Tim PVMBG sendiri melaporkan setiap waktu, situasi serta perkembangan yang terjadi di Tangkuban Perahu ke posko pemantauan PVMBG di Bandung.

Sebelumnya, PVMBG menyatakan Gunung Tangkuban Perahu berada di level III – waspada – sejak pukul 23.00 WIB Kamis, 23 Agustus 2012. “Terekam ada 264 kali gempa vulkanik dengan amplitudo maksimum 2-22 milimeter dengan durasi 4-17 detik, sejak 1 Juli-22 Agustus 2012,” kata Kepala PVMBG, Surono, Jumat 24 Agustus 2012.

“Selain gempa vulkanik, terekam juga gempa tektonik lokal sebanyak 10 kali dan gempa tektonik jauh sebanyak 55 kali,” imbuh Surono. Aktivitas vulkanik di Tangkuban Perahu melonjak signifikan sejak 13 Agustus 2012, ditandai dengan adanya gempa vulkanik harian dan gempa vulkanik dangkal. (eh)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found