NASIONAL

Letusan Anak Krakatau Bayangi Warga Sebesi

"Ini letusan terbesar dalam empat tahun terakhir. Asapnya tebal."

ddd
Selasa, 4 September 2012, 05:31
Gunung Anak Krakatau kini berstatus Waspada
Gunung Anak Krakatau kini berstatus Waspada (volcano.si.edu)

VIVAnews -- Pulau Sebesi, Lampung, berada dalam bayang-bayang letusan  Anak Krakatau, karena hanya berjarak sekitar 15 kilometer. Bagi warga di sana, letusan dan goncangan gunung itu bagai makanan sehari-hari.

Namun, erupsi yang terjadi Minggu 2 September 2012 petang dirasa tak biasa. "Warga ada yang kaget karena semburannya besar, hingga 500 meter. Padahal kami sudah terbiasa dengan letusan dan goncangan Anak Krakatau," kata Chandra, warga Sebesi kepada VIVAnews, Senin 3 September 2012.

Untung saja, abu vulkanik Anak Krakatau yang dikhawatirkan bakal "mengubur" kampung mereka tidak mengarah ke sana. "Abu terbawa angin ke selatan," kata Chandra.

Warga yang sebelumnya tak pernah merasa terancam aktivitas Anak Krakatau, menjadi lebih waspada. "Karena melihat semburan 500 meter, sekarang mulai agak sedikit waspada, membuat jalur evakuasi ke tempat yang lebih tinggi," kata dia.

Meski demikian, penduduk beraktivitas seperti biasa, pergi ke kebun, nelayan tetap pergi melaut. Dan Chandra tetap bolak-balik dari Pelabuhan Canti, Kalianda, Lampung, menjemput warga dan wisatawan ke Pulau Rakata, titik terdekat dengan Anak Krakatau.

Saat Krakatau, induk Anak Krakatau, yang kala itu setinggi 813 meter, meletus dahsyat pada 27 Agustus 1883, 129 tahun lalu, pulau itu Sebesi terkubur abu tebal yang panas hingga bermeter-meter, seluruh penghuninya tewas. Sebesi menjadi pulau tak berpenghuni, hingga akhirnya para pendatang tiba tahun 1930-an, terpikat oleh tanahnya yang subur.

Tak hanya warga Sebesi yang menganggap letusan Anak Krakatau kali ini tak biasa. Juga Awaludin, komandan regu polisi kehutanan cagar alam gunung Anak Krakatau. "Menurut saya, ini letusan terbesar dalam empat tahun terakhir. Asapnya terlihat cukup tebal," kata dia.

Peningkatan aktivitas gunung terjadi selama beberapa hari terakhir, yang terbesar terjadi pada Minggu malam. "Semua pasukan ditarik," kata dia.

Awaludin menceritakan, sebelumnya sempat akan dibangun pos dengan radius 2,5 km dari kawah. "Namun pembangunan pos itu dibatalkan," tambah dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masyarakat di pantai wilayah Banten dan Lampung diminta tenang dan melakukan kegiatan seperti biasa. "Letusan Gunung Anak Krakatau tidak akan memicu tsunami," kata dia Senin sore.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Anak Krakatau menjadi waspada sejak pukul 11.30 WIB, Minggu 2 September 2012.

Getaran tremor letusan secara terus- menerus dengan amplitudo rata-rata 34 mm terekam di Pos Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Banten. Terlihat jelas lontaran lava pijar dengan ketinggian kurang lebih 200-300 meter.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id