NASIONAL

Autopsi Terduga Teroris Selesai, Densus Cari Keluarga

Hasil pemeriksaan sudah diserahkan kepada Densus tadi malam.

ddd
Minggu, 2 September 2012, 10:40
Jenazah Teroris Di RS Polri
Jenazah Teroris Di RS Polri (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, sudah menyelesaikan proses autopsi terhadap dua jenazah terduga teroris dari Solo, Jawa Tengah. Pemeriksaan yang melibatkan delapan dokter forensik, DNA, odontologi, dan INAFIS, selesai Sabtu malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

"Hasilnya sudah diserahkan kepada Densus, tadi malam jam 10 (22.00 WIB) selesai. Mengenai identitas tidak bisa disampaikan, karena belum ada pembanding," kata Kepala Rumah Sakit Sukanto, Brigadir Jenderal Agus Prayitno, kepada VIVAnews, Minggu, 2 September 2012.

Agus Prayitno menjelaskan, bila ada data pembanding dari Densus, rumah sakit akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan identitas kedua jenazah terduga teroris itu.

"Sementara ini masih disimpan di ruang pendingin, dan Densus masih mencari keluarga. Pemakaman akan dilakukan setelah keluarga diketahui," ujarnya.

Mengenai luka-luka yang dialami dua terduga teroris itu, Agus tidak bersedia menjelaskan dan menggambarkan kondisi jenazah saat tiba. Menurut dia, saat tiba, jenazah masih menggunakan pakaian yang dikenakan saat baku tembak.

"Luka tembak tentu tidak bisa disampaikan, itu kewenangan Densus. Saat ini, sudah tidak ada kegiatan lagi," katanya.

Dua terduga teroris berinisial F (19) dan M (19) tewas setelah terlibat baku tembak dengan personel Densus 88 di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat malam lalu, 31 Agustus 2012.

Selain kedua terduga, seorang anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Bripda Suherman, juga tewas tertembak. Jenazahnya sudah tiba di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu malam, 1 September 2012.

Rencananya, jenazah anak pertama dari dua bersaudara itu akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Palia Pinrang Minggu, 2 September 2012, dengan upacara militer. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
lon.agam.3
03/09/2012
bagaimana kalau para koruptor kita kasih lebel teroris juga,setuju nggak ya....? karena mereka meneror hak orang lain
Balas   • Laporkan
erwmoch
02/09/2012
kata komentator pengamat teroris td pagi yg di tv one,, "ni bukan teroris,, ni adalah kasus kriminal z.." kasus kriminal yg dilakukan orang2 yg g suka ma kelakuan polisi2, yg akhirnya menumpahkan kekesalan yg memuncak dg melakukan teror terhadap polisi..
Balas   • Laporkan
jujuraja | 02/09/2012 | Laporkan
Kalo sampai komentator itu memang pengamat teroris, lucu juga kalo dia bilang kejadian ini bukan kegiatan teroris, mungkin dia harus belajar dulu Defenisi Teroris. hehe.. ^^


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com