NASIONAL

Abrasi di Pantai Kuwaru, Puluhan Rumah Direlokasi

Pemkab Bantul dan provinsi DIY sedang menyusun desain penataan pantai.

ddd
Jum'at, 31 Agustus 2012, 18:54
Abrasi di pantai Kuwaru, Yogyakarta
Abrasi di pantai Kuwaru, Yogyakarta (Daru Waskita/ Yogyakarta)

VIVAnews - Abrasi besar-besaran yang terjadi di Pantai Kuwaru, Yogyakarta tak hanya menumbangkan ratusan pohon cemara udang. Kini puluhan rumah makan yang berada di sekitarnya juga terancam abrasi karena jaraknya kurang dari 50 meter dari bibir pantai.

Pemerintah Kabupaten Bantul dan Provinsi DIY kini sedang menyusun desain penataan Pantai Kuwaru. Hal ini agar pantai aman dari terjangan gelombang pasang, yang menyebabkan abrasi parah.

Tri Saktiyana Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, menyatakan rumah makan dan warung-warung semi permanen harus ditata dan minimal harus berjarak 200 meter dari bibir pantai agar terhindar dari terjangan abrasi pantai.

"Rencananya, 200 meter dari bibir pantai akan dijadikan kawasan penyangga berupa hutan cemara udang untuk bisa mencegah abrasi semakin massive. Sehingga, rumah maupun restoran yang berada kurang dari jarak tersebut harus direlokasi," katanya Jumat, 31 Agustus 2012

Menurut Tri, setidaknya ada  sekitar 130 pedagang dengan 30 diantaranya memiliki bangunan permanen dan dijadikan rumah tinggal. "Konsekuensinya mereka harus dipindahkan karena untuk digunakan sebagai kawasan penyangga,"jelasnya

Bupati Bantul, Sri Suryawidati mengatakan relokasi warung makan yang juga sebagai tempat tinggal bukanlah bentuk pengusiran. Namun, demi keselamatan warga sekaligus pedagang.
Ida menyatakan meski ada kawasan penyangga, para pedagang tetap bisa melanjutkan usahanya karena hanya berpindah ke lokasi lebih utara.

"Untuk anggaran penataan belum bisa dipastikan karena harus berkoordinasi dengan provinsi," katanya

Kepala Proses Pantai dan Teknik Lingkungan Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menjelaskan dari hasil pengukuran, jarak tebing ke bangunan kurang dari 9 meter. Sementara, tebing longsor setinggi 3 meter dan berjarak kurang dari 15 meter dari bibir pantai.

"Jarak pantai dengan warung atau rumah warga sangat dekat sedangkan abrasi sangat progresif sehingga perlu pengkajian yang komprehensif," kata Widjo.

Menurutnya ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menekan abrasi. Antara lain, menggunakan pemecah gelombang di tengah laut untuk mengurangi energi. Apalagi, lanjutnya, abrasi tidak terjadi mendadak. Sehingga, masih ada waktu untuk bisa melindungi dan menyelamatkan asset wisata.

"Itu hanya salah satu solusi saja masih banyak metode lain namun perlu pengkajian yang komprehensif," ujar Widjo.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
zuhar
18/09/2012
Ayo warga kuwaru, pantai baru dan sepanjang goa cemara tanam kembali atau peremajaan pohon cemara dan jaga kebersihan jangan mau enaknya tapi nanti beberapa tahun akan kembali nol lagi. kalau perlu dibantaran tangugl2 sungai dan desa dibudidayaakan buah2a
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru