NASIONAL

Akan Dilaporkan ke KPK, Jokowi Santai

Mark up dari verifikasi sebanyak 65.394 siswa menjadi 110.000 siswa.

ddd
Kamis, 30 Agustus 2012, 10:55
Jokowi menanggapi santai usaha pelaporan dirinya ke KPK
Jokowi menanggapi santai usaha pelaporan dirinya ke KPK (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews -Walikota Solo yang juga calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Dia dituding  ikut terlibat melakukan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS).

Pelapor Jokowi adalah "Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia.” "Ya, hari ini kami laporkan ke KPK. Ini masih dalam perjalanan dan baru sampai Bandung. Kami laporkan Walikota Solo, dia diduga terlibat tindak pidana korupsi dana BPMKS,” kata ketua tim pelapor, Ali Usman kepada VIVAnews, Kamis 30 Agustus 2012.

Menurutnya, ada dugaan korupsi dana BPKMS dari tahun 2010 hingga 2012. Jokowi diduga ikut membiarkan tindakan itu. Modus operandi kasus dugaan korupsi itu, kata Ali Usman, adalah berupa mark up data penerima BPMKS. ”Contoh, penerima dana BPKMS hasil verifikasi sebanyak 65.394 siswa, dimark up datanya menjadi 110.000 siswa,” katanya.

Dengan penggelembungan data siswa penerima BPMKS itu, jumlah dana yang digelontorkan untuk program itu menjadi lebih besar. "Kerugian negara minimal Rp9.838.185.000," kata Ali Usman.

Jokowi Santai

Sementara, Jokowi menanggapi santai adanya pihak yang melaporkan tudingan dugaan korupsi dana BPMKS. "Hal seperti itu biasa muncul menjelang Pilkada," kata dia.

Lantas, Jokowi pun menceritakan bahwa hal serupa pernah dialami ketika akan maju dalam Pilkada Solo periode kedua. Kasus yang dilaporkan ke KPK adalah dugaan korupsi pembangunan pasar tradisional. "Hasilnya ternyata tidak ada dugaan korupsi," tuturnya.

"Pokoknya kita santai saja. Kalau tidak percaya silahkan tanya kepada kepala dinas," ujarnya.

Dia menduga kemungkinan yang dilaporkan itu hasil verifikasi awal. Padahal verifikasi data siswa dilakukan berkali-kali hingga verifikasi terakhir. "Tetapi kenapa baru sekarang dilaporkan. Memang kalau yang dipakai verifikasi awal kelihatan seperti itu, tetapi nyatanya tidak," tegas dia.

Lantas, Jokowi pun menyarankan untuk bertanya kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Solo terkait masalah penghitungan jumlah siswa yang mendapat BPMKS.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bagas.satriyanto
04/09/2012
KPK tolong periksa nya yang becus dunk. coba periksa nya dua kali jangan sekali check and recheck lagi. jangan sampai klw udh jadi baru terbongkar. masang muka santai kaya gak ada apa. ya iyalah nanti klw masang muka panik atau tegang kebongkar semua dunk
Balas   • Laporkan
anti_pokemon
31/08/2012
LSM kacangan emang dipercaya ?? kayak pasnasbung aja yang suka copas berita dari akun trio macan ompong .. hit and run .. gak pernah bisa debat .. silahkan yang berani debat ane tantang debat di threat forum sebelah ajah .. kas*kus .. bayumas ane undang l
Balas   • Laporkan
donilesmana
31/08/2012
pak jokowi lebih baik selesaikan dulu semua urusan-urusan di solo termasuk pelaporan korupsi ini, baru setelah semuanya beres baru ke jakarta.
Balas   • Laporkan
gentongnasi | 31/08/2012 | Laporkan
Hahaha.. lucu.. lucu.., kasehan sekale pengemis ini.
mysterious
31/08/2012
si fock itu takut kalah bener ya, mulai dari bang haji yang jelas jelas membicarakan namanya jokowi dan ahok pake mik didepan para ulama, terus sekarang ada lagi dari KPK. ambil lah negeri kami ini fock, kami pasrah sampai mati tidak bisa apa apa !!
Balas   • Laporkan
gentongnasi | 31/08/2012 | Laporkan
Foke dikabarkan di tv ikut jokowi, suka senyum-senyum kemana-mana. Sebentar lagi suka senyum-senyum sendiri. Hi....
bayumas | 31/08/2012 | Laporkan
Walah..aneh kok, wong JOKOWI yg bermasalah dgn Keuangan APBDnya kok FOKE yang disalahkan,Kebakaran Foke disalahkan,penembakan Foke disalahkan Aneh2 nih pendukung Jokowi gak pake otak apa..Jangan memfitnahlah serahkan aja kepada yg berwenang,jangan memfitn
astruenot | 31/08/2012 | Laporkan
emang gitu tuh orang,,, ga mau jakarta dipimpin ma orang bukan BTW asli,,, padahal dia juga bukan BTW asli... B]
nanang.setiawan.3939
30/08/2012
pohon semakin tinggi makin kenceng angin nya,sabar tawakal dan berusaha obatnya ,tetap semangat jakowi pantang mundur biarkan mereka bicara nek wes kesel gek liren
Balas   • Laporkan
gani.syah
30/08/2012
cie cie . yg uda kalah di ronde ke-1, make cara kaya gini. basiii . haduh poke poke .
Balas   • Laporkan
handoko.oon
30/08/2012
kelaparan uang nih sifoke. di stir sama birokrat yang berkuasa... ancurnya moral bangsa ini. ancurnya hati rakyat. 140 triliun di bagi bagi. laporan projek alokasi dana fiktif. duitnya di pake foya foya untuk kepentingan golongan / pribadi hmm kufur nikma
Balas   • Laporkan
karun | 31/08/2012 | Laporkan
Gila APBD DKI digarong sampe 46,7 %
marsuilami_ok | 31/08/2012 | Laporkan
kalo ternyata fakta gimane? bhihihihihi
kitab17plus | 30/08/2012 | Laporkan
ssttt..tidak baik suudzon. istigfar. nyebut nama allah. :)
don_wir
30/08/2012
@kitab17plus: PROVOKATOR... MATIIN AJA INI ORANG
Balas   • Laporkan
karun | 31/08/2012 | Laporkan
Gila APBD digarong sampe 46,7 %
theja.kun | 31/08/2012 | Laporkan
Wkwkwkwk...kaya lampu aj dimatiin..
kitab17plus | 30/08/2012 | Laporkan
masya allah :)
tertata
30/08/2012
Menjelang Pilkada DKI banyak manusia jadi aneh, hatinya penuh kebencian sekali
Balas   • Laporkan
triplehhh
30/08/2012
team SELAMATKAN INDONESIA??? emank negara Indonesia lg darurat kek di somalia sono ya? klo emank bener2 peduli tuh msh bnyk koruptor kelas kakap yg sudah jelas2 makan uang rakyat yg mesti kau laporkan! dasar team nasi bungkus LEBAY!!
Balas   • Laporkan
triplehhh | 30/08/2012 | Laporkan
bener bro, coba suruh laporin koruptor kelas kakap tuh, mana brani ato mesti nego harga lagi kalee.. sok2 an PEDULI bawa2 nama Indonesia segala beuhhhh...
mirzanurrakbar | 30/08/2012 | Laporkan
betul gan, sok bersih padahal mereka juga kalo kagak dibayar kagak bakalan gerak.. munaroh!!


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru