NASIONAL

FOTO: Spanduk “Rayuan” Pak Harto Bertebaran

"Piye kabare? Uenak jamanku to..." kata Pak Harto.

ddd
Kamis, 30 Agustus 2012, 00:03
Spanduk bergambar Pak Harto di kawasan Cibubur.
Spanduk bergambar Pak Harto di kawasan Cibubur. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews – Pemilu 2014 tinggal dua tahun lagi. Partai politik kini sibuk mempersiapkan diri mendulang suara rakyat, tidak terkecuali Partai Republik Satu. Partai ini mencoba memikat pemilih dengan "senyuman" mantan Presiden Soeharto. Spanduk dengan foto-foto Soeharto yang sedang tersenyum di pasang di sejumlah tempat.

Anda yang merasakan hidup di masa Orde Baru, tidak mungkin lupa dengan sosok Presiden Soeharto yang kerap mendapat julukan “The Smiling General” atau Jenderal yang Selalu Tersenyum. Senyum hangat Pak Harto itulah yang kini menyapa warga Cibubur ketika mereka melintas ke luar dari Tol Cibubur ke arah Jalan Raya Alternatif Cibubur (Trans Yogi) dari arah Jakarta.

Senyum hangat disertai lambaian tangan Pak Harto itu terpampang jelas dalam spanduk berukuran besar dengan latar belakang warna biru. Dalam spanduk itu, Pak Harto “menyapa” warga dengan ucapan dalam bahasa Jawa, “Piye kabare? Uenak jamanku to...” Sementara di pojok atas kiri spanduk itu terpampang logo Partai Republik Satu..

Spanduk Pak Harto ini terlihat jelas di pintu masuk Bumi Perkemahan Cibubur. Namun spanduk ini tak hanya dipasang di Cibubur, melainkan juga di Jakarta Timur sampai kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Penasaran? Lihat foto-foto spanduk Pak Harto itu di tautan berikut.

Partai Republik Satu sendiri diketuai oleh Yusad Siregar. Partai yang dahulu bernama Partai Generasi ini telah didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM. Sang Ketua Umum dalam situs partainya, republiksatu.wordpress.com, mengaku partai itu sama sekali tak memiliki hubungan dengan keluarga Cendana, termasuk Tommy Soeharto, putra bungsu Soeharto.

Menurut Yusad, Partai Republik Satu hanya merindukan program-program Soeharto semasa dia menjabat sebagai Presiden RI. Oleh karena itu, sosok Soeharto pula lah yang mereka “jual” kepada publik dalam memasarkan partai mereka.

Selama 32 tahun Soeharto memimpin negara ini dengan penuh kontroversi. Dari kasus G30S PKI hingga sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan belakangan penculikan sejumlah aktivis.

Dia jatuh dari kekuasaannya sebab didemo mahasiswa dan kekuatan reformasi yang menghendaki demokrasi. Sesudah jatuh dia diadili karena Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Tapi dia tak pernah hadir di pengadilan. Yang hadir cuma sebuah kursi kosong. Pemerintah kemudian "memendam" kasus-kasus itu dengan alasan Soeharto sakit, hingga kemudian beliau wafat. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wawanggus
23/09/2012
dikampung saya kami tak pernah makan yg namanya beras kalau bukan beliu yg membangun irigasi dan bendungan, untuk mengairi sawah kami.
Balas   • Laporkan
mattmegavoice
31/08/2012
Memang benar enak jaman Pak Harto, karena pak Hartonya cuma satu. Sekarang pak Hartonya banyak!!! Makanya lebih sengsara.
Balas   • Laporkan
sopalmubarak
30/08/2012
cuma orang udik yg hdp di pedalaman yg blg jaman suharto enak..krna mereka taunya cuma makan gak tau dunia luar..jangan salah suharto membangun negara dengan duit hasil utang luar negeri..skrg cm ninggalin warisan utang..rakyat yg mati..
Balas   • Laporkan
tukang_komentar | 03/03/2013 | Laporkan
sok tahu kamu bicara utang negara. emangnya utang negara sejak reformasi berapa? gede mana sama jaman orde baru?? lalu uang negara yang dikorup pejabat/elti politik jaman reformasi ini berapa??? belajar ekonomi makro dulu!!!, baru bicara utang negara. Sok
dewasays | 31/08/2012 | Laporkan
anda benar... dan 100% anda benar... memang justru kami yang dipedalaman sini yang diberi makan pak harto hingga kami bisa menguliahkan anak2 kami hinga keluar negeri.... anda tau berapa juta orang yang diberi 2 Ha lahan sawit 1/2 Ha lahan perkarangan rum
ilkomb04
30/08/2012
sebenarnya program repelita nya pak harto itu bagus, kita bisa swasembada, tapi ya gitu ada barang ada harga, hutang terus menumpuk sehingga negeri kolaps karena krisis moneter, pemimpin sekarang harus jelas programnya, jgn korupsi juga seperti orba
Balas   • Laporkan
dewasays | 31/08/2012 | Laporkan
anda benar... dan 100% anda benar...
santi_h
30/08/2012
memang msh enak jaman soeharto,sniper dimana2,tersembunyi,,bandit,penjahat jalanan hilang satu satu.orang2 yg sekiranya mengganggu stabilitas negara hilang satu persatu,,dibanding skg,bandit merejalela,terang terangan,intelijen tdk berjalan dg baik
Balas   • Laporkan
tukang_komentar | 03/03/2013 | Laporkan
Menilai pemerintahan itu tidak begitu!!! Kamu belajar ekonomi makro dulu yang baik dan benar, baru nanti menilai keberhasilan pemerintahan. Jangan cuma cuap2 gak ada argumen ilmiahnya. Bapak
ariyadi.d.prakoso | 30/08/2012 | Laporkan
Tidak semua pemerintahan diktator itu buruk dan tidak smua pemerintahan demokrasi itu baik...
romie.jason | 30/08/2012 | Laporkan
saya setuju coy..... hidup masa reformasi
putra_pribumi
30/08/2012
waktu lihat foto ini di media sosial, saya pikir hasil rekayasa, eh, pas baca media online, ternyata beneran adanya... menujual dg sesuatu yg tidak sewajarnya dijual
Balas   • Laporkan
dulpacul
30/08/2012
Ho-oh..mbah...Uenak tenan....!!
Balas   • Laporkan
subadi.purboyuwono
30/08/2012
obsesi rakyat kecil: -mudah cari makan -rasa aman dimanapun berada -.........?
Balas   • Laporkan
dewasays | 31/08/2012 | Laporkan
dan itulah saya...
ariyadi.d.prakoso | 30/08/2012 | Laporkan
Rakyat kecil mempunyai keinginan yg sederhana dan aktual
kemprut_ijo
30/08/2012
Udah ga perlu di kenang lagi, masa lalu ga akan dan ga bisa balik seperti semula lagi. Dunia ini berputar trs, hdp ga slamanya enak. ga smua orang hdp manis. Lg klo di pikir2 kalian2 juga kan yg ingin hdp berDEMOKRASI. Rasain aja skg hasilnya ya..MANTAPKA
Balas   • Laporkan
tukang_komentar | 03/03/2013 | Laporkan
Demokrasi di Indonesia itu demokrasi tanpa naluri, demokrasi textbook!!!. Jadi ya kayak gitu....malah jadi democrazy
akh_ahmad
30/08/2012
Piye kabare? Uenak jamanku to......kudune malah begini\ " Nuwun sewu le...nger...goro2 aku malah dadimu ora karuan....mugo2 kowe tansah sabar yo le...
Balas   • Laporkan
tukang_komentar | 03/03/2013 | Laporkan
Ora karuan amargo sekolahmu bodo, gawene mung begadang, ndemdeman.... Iyo to mad??? dadi uripmu rekoso....


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru