NASIONAL

Majalengka Tolak Masuk Provinsi Cirebon

Kabupaten Kuningan juga menolak masuk provinsi yang diusulkan itu.

ddd
Rabu, 25 Juli 2012, 16:09
Salah satu lokasi wisata Cirebon, Masjid Merah Panjunan
Salah satu lokasi wisata Cirebon, Masjid Merah Panjunan (VIVAnews/Reza Putra)

VIVAnews - Usul pembentukan provinsi Cirebon mendapat ganjalan. Dua daerah yang rencananya akan berada di bawah provinsi baru itu menolak masuk dalam presidium pembentukan Provinsi Cirebon.

"Kuningan dan Majalengka malah mendeklarasikan tetap berada di dalam provinsi Jawa Barat, jadi masih panjang prosesnya," kata Anggota Komisi A DPRD Jabar Deden Darmansyah di Bandung, Rabu 25 Juli 2012.

Menurut Deden, di Provinsi Cirebon yang tengah diusulkan itu, rencananya akan ada lima wilayah, yaitu Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan. "Yang  saat ini gencar mendukung baru Kota dan Kabupaten Cirebon, serta Kabupaten Indramayu," tutur Deden.

Deden mengatakan, Komisi A DPRD Jabar sudah melakukan konsultasi dengan Dirjen Otonomi Daerah tentang usul pembentukan Provinsi Cirebon ini. Jika ada beberapa wilayah kabupaten atau kota di daerah Cirebon yang menolak pembentukan, maka harus disamakan terlebih dahulu visi dan misinya.

Tak hanya penolakan, pembentukan Provinsi Cirebon juga masih terkendala belum lengkapnya administrasi usulan itu. "Bahkan terlihat bolong-bolong," tutur dia.

Selain itu, kajian administratif berupa penelitian lapangan dari semua sektor masih perlu dilakukan pihak Pemprov Jabar guna menentukan layak dan tidaknya Cirebon menjadi provinsi tersendiri. "Tidak mudah dan tidak secepat membalikan telapak tangan," katanya. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
cinta_damai75
29/01/2013
JAWA BARAT TETAP SATU...JANGAN MAU DIBUJUK OLEH OPURTUNIS MACAM AHMAD HERYAWAN...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com