NASIONAL

Din Syamsudin: Tak Perlu Ada Sidang Isbath

"Pemerintah tidak boleh memasuki wilayah keyakinan."
Rabu, 18 Juli 2012
Oleh : Lutfi Dwi Puji Astuti, Oscar Ferri
Din Syamsuddin

VIVAnews - Meski kemungkinan besar awal puasa baru dimulai pada Jumat 20 Juli 2012, namun hingga kini, pemerintah belum dapat memastikannya.

Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Agama belum melakukan sidang Isbath untuk menentukan kapan, puasa hari pertama serentak dilakukan.

Menanggapi sidang Isbath itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin angkat bicara. Ia menyatakan, seharusnya, untuk kali ini, pemerintah tak perlu melakukan sidang Isbath.

"Karena bulan belum dua derajat. Padahal kan patokannya minimal bulan dua derajat," kata Din di Gedung Mahkamah Konstutusi (MK), Jakarta, Rabu 18 Juli 2012.

Menurut Din, perlu atau tidaknya sidang Isbath, ia pun mengembalikan keputusan itu pada pemerintah. Karena Muhammadiyah sendiri, tidak mau mencampuri urusan tersebut. Menurutnya, penentuan hari pertama puasa sejatinya, sudah memasuki wilayah keyakinan masing-masing orang.

"Wilayah keyakinan bukan wewenang pemerintah. Pemerintah tidak boleh memasuki wilayah keyakinan. Dia hanya perlu mengayomi saja," kata dia.

Din juga menanggapi, adanya kemungkinan hari pertama puasa yang berbeda-beda. Menurutnya, hal itu sebetulnya tidak perlu dibesar-besarkan.

"Karena itu wilayah keyakinan, maka gunakanlah ibadat sesuai dengan keyakinan. Itu pertama," kata dia.

Yang kedua, Din juga menghimbau kepada seluruh umat muslim untuk memaknai Bulan Suci Ramadan sebagai bulan latihan, baik untuk penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) maupun untuk pengembangan kualitas kejiwaan. "Inilah yang paling penting, jadi betul-betul bukan sebagai kerutinan setiap tahun, tapi betul-betul dijadikan sebagai bulan pelatihan," kata Din. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found