NASIONAL

Dipanggil KPK, Golkar Periksa Agung Laksono

"Tapi kalau indikasinya ada, saya akan usulkan diberhentikan."

ddd
Jum'at, 6 Juli 2012, 16:49
Menko Kesra Agung Laksono
Menko Kesra Agung Laksono (VIVAnews/Irvan Beka)

VIVAnews - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Sharif Cicip Sutardja mengatakan, Partai Golkar sudah memanggil Agung Laksono dan Setya Novanto untuk dimintai keterangannya terkait pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Keduanya dipanggil KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam dugaan suap pembahasan perubahan Peraturan Daerah No 6 Tahun 2010 tentang Dana Pengikatan tahun jamak pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau.

"Yang bersangkutan sudah kita panggil dan menyatakan tidak ada apa-apa. Pak Agung Laksono, Setya Novanto, sudah kita dengar sendiri, mereka memberikan keterangan tidak ada kaitan," kata Cicip ketika dihubungi, Jumat, 6 Juli 2012.

Menurut Cicip, Partai Golkar belum bisa mengambil langkah apapun dalam hal ini, karena sepenuhnya diserahkan ke KPK. Namun jika ada indikasi dan terbukti bersalah, maka Cicip mengusulkan keduanya untuk diberhentikan dari jabatannya.

"Kalau hanya diminta keterangan oleh KPK saya rasa kita belum bisa apa-apa. Tapi kalau indikasinya ada, saya akan usulkan diberhentikan" tegasnya.

Hari ini, Agung Laksono memenuhi panggilan KPK. Agung tiba di kantor KPK pukul 08.40 WIB.

"Memberi keterangan untuk Lukman Abbas," kata dia saat ditanya wartawan. Lukman Abbas adalah mantan Kepala Dinas Pemuda dann Olahraga Riau dan terakhir menjabat sebagai staf ahli Gubernur Riau Rusli Zainal.

Saat ditanya kapasitas dalam pemeriksaan, Agung mengira-ngira. "Mungkin dikaitkan dengan posisi saya sebagai menteri koordinator. Memang punya kewajiban memberi keterangan," kata Agung lagi.

Terkait dugaan suap Rp9 miliar? "Oh saya tidak tahu," jawab politisi Golkar ini.

Dalam kasus ini KPK menetapkan Wakil Ketua DPRD Riau dari Fraksi PAN, Taufan Andoso Yakin sebagai tersangka. Selain itu, M.Faisal Aswan (Fraksi Partai Golkar) dan Muhammad Dunir (Fraksi PKB) juga ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

KPK juga menetapkan tiga tersangka pemberi suap. Antara lain Eka Dharma Putra (Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Riau), Rahmat Syaputra (staf PT Pembangunan Perumahan), dan Lukman Abbas (Staf Ahli Gubernur Riau, Rusli Zainal). (sj(



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru