NASIONAL

Bagaimana Miranda Berdandan di Balik Bui?

Miranda kerap memadukan secara serasi warna rambut, baju, tas, sepatu.
Jum'at, 6 Juli 2012
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Umi Kalsum, Dedy Priatmojo
Mantan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom

VIVAnews - Wartawan yang biasa meliput di Bank Indonesia semasa Miranda Swaray Goeltom menjadi pejabat tahu betul bagaimana perempuan kelahiran 19 Juni 1949 itu begitu menjaga penampilan. Kerap kali, Miranda memadukan secara serasi warna rambut dengan baju, tas, atau sepatu. 

Kini, Miranda meringkuk di balik tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Miranda yang juga dikenal sebagai sosialita ini terlilit kasus dugaan aliran cek pelawat ke anggota DPR periode 1999-2004 saat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI 2004. Apakah Miranda yang sering terlihat mencat rambutnya dengan warna ungu itu masih bisa berdandan di balik bui?

Anak sulung Miranda, Winda, mengungkapkan sang Ibu tetap bisa berdandan meski di dalam penjara. "Di luar maupun di dalam (tahanan), dari dulu juga dia sendiri (perawatan). Normal-normal saja," kata dia kepada VIVAnews.

Winda memastikan tidak ada penata rambut yang sengaja didatangkan ke rumah tahanan KPK untuk mengurusi rambut Miranda. "Tidak ada perawatan khusus di dalam. Semua normal saja," kata dia lagi.

Sementara, kerabat dekat Miranda lainnya menuturkan, jangankan mendatangkan penata rambut, KPK tidak mengizinkan Miranda membawa apapun ke dalam tahanan, selain keperluan sehari-hari. "Bahkan pulpen dan kertas pun tidak boleh dibawa ke ruang tahanan," kata kerabat Miranda yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Di ruangan tahanan, tambahnya, Miranda biasa menghabiskan waktu dengan menonton televisi. "Sampai dia hafal acara-acara televisi," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Miranda sebagai tersangka kasus suap itu pada Januari 2012. Saat pemilihan tahun 2004 itu, Miranda keluar sebagai pemenang. KPK pun menduga, Miranda ikut andil dalam aliran cek pelawat. Miranda pun menerima proses penahanan KPK tersebut. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found