NASIONAL

Kronologi Pemukulan Mantan Gubernur Aceh

Irwandi Yusuf diteriaki pengkhianat oleh pendukung Partai Aceh.

ddd
Selasa, 26 Juni 2012, 08:50
Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf
Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mantan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf menjadi korban pemukulan oleh pendukung Partai Aceh, usai pelantikan Gubernur, Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur, Muzakir Manaf, Senin 25 Juni 2012 kemarin.

Menurut penuturan Irwandi, dirinya sudah merasa diintimidasi oleh pendukung Partai Aceh sejak tiba di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

"Terdengar teriakan yang merendahkan oleh anggota Partai Aceh ketika nama saya disebutkan oleh menteri dalam negeri," ujar Irwandi dalam keterangan persnya yang diterima VIVAnews, Selasa 26 Juni 2012.

Dia tak menggubris teriakan itu. Hingga setelah acara pelantikan selesai, dia pun tetap merasa bahagia karena kepemimpinan baru di Aceh sudah resmi dilantik.

Setelah itu, dia pun langsung menyapa kerumunan yang sebagian besar anggota Partai Aceh. Namun, sapaannya tak disambut baik oleh pendukung Partai Aceh. Dia disambut dengan teriakan yang menudingnya pengkhianat.

"Tanpa disangka, saya dikerumuni dan diserang oleh sekelompok pendukung Partai Aceh. Sebagian mengenakan seragam satgas Partai Aceh," tuturnya.
 
Selama beberapa menit dikerumuni dan dipukuli. Dia mengaku mendapat pukulan dibagian wajah dan kepala.

Walau pun dikawal dengan beberapa pengawalnya, selama beberapa menit Irwandi tetap dikerumuni dan mendapat pukulan dari pendukung Partai Aceh. Dia mengaku mendapat pukulan dibagian wajah dan kepalanya.

Hingga akhirnya, pengawal dan petugas keamanan berhasil membawanya keluar dari kerumunan dan menuju mobil polisi. Selanjutnya, Irwandi dibawa menuju rumah sakit. 

"Meski setelah petugas keamanan membawa saya ke instalasi gawat darurat RS Zainoel Abidin, kami tetap diikuti dengan aksi kemarahan dari anggota Partai Aceh," ucapnya.

Sebenarnya, kata Irwandi, sebelum acara pelantikan digelar, pihak intelijen sudah secara spesifik menanyakan kepada wakil gubernur terpilih, Muzakkir Manaf terkait keamanan dirinya. "Muzakir Manaf menanggapi bahwa keamanan saya akan dijamin," ujarnya.

Kendati begitu, meski insiden ini dinilai sebagai peristiwa tak terduga, namun dia tetap meminta Partai Aceh untuk bertanggung jawab.

"Karena tindakan ini merupakan dampak langsung dari taktik politik yang digunakan oleh Partai Aceh selama masa kampanye, ketika pemimpin Partai Aceh menyebut saya sebagai pengkhianat," Irwandi menjelaskan.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ibasby
26/06/2012
habis jadi gubernur malah babak belur......
Balas   • Laporkan
scan
26/06/2012
mana berita gunung padangnya ??????
Balas   • Laporkan
aasaj
26/06/2012
aceh bertobat kalo gak kena tsunami lagi......hati2 kalo kalo orang beribadah kau larang ...nanti kena tulah
Balas   • Laporkan
homhai
26/06/2012
skrg sesama mantan GAM saling tuding n saling benci, dmn jg kekompakan kalian dl yg kalian perjuangkan, hanya krn kekuasaan kalian memusuhi dan saling bunuh....sungguh ironis sekali...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru