NASIONAL

Kisruh Keraton Solo

Tedjowulan Berhasil 'Tembus' Tembok Keraton

Kembaran Raja Solo ini sempat dilarang masuk keraton buntut dari kisruh kerajaan.

ddd
Jum'at, 15 Juni 2012, 11:49
Rombongan KGPH PA Tedjowulan tiba di Keraton Solo
Rombongan KGPH PA Tedjowulan tiba di Keraton Solo (Fajar Sodiq/VIVAnews)

VIVAnews - Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH PA) Tedjowulan yang sebelumnya ditolak masuk Keraton Kasunanan Surakarta, akhirnya bisa menembus barikade Dewan Adat Keraton Solo.

Pantauan VIVAnews, Jumat 15 Juni 2012, masuknya Tedjowulan ke lingkungan keraton mendapatkan jaminan keamanan dari Kapolresta Solo, Kombes Pol Asdjima'in. Sebelum masuk, Tedjowulan bersama para sentana dalem dan abdi dalem sempat berkumpul di Sasana Mulya yang berjarak 100 meter dari keraton.

Tedjowulan hadir di Keraton Solo untuk mengikuti prosesi tingalan jumenengan dalem Paku Buwono XIII Hangabehi. Seperti diketahui sebelum terjadi rekonsiliasi, di Keraton Surakarta terdapat raja kembar, antara Paku Buwono XIII Hangabehi dan Tedjowulan. Hal ini menimbulkan konflik karena keduanya mengaku sebagai raja.

Kemudian, raja kembar ini bersedia damai. Meski Tedjowulan bersedia melepas gelar raja, tapi rekonsiliasi tersebut mendapatkan penolakan dari sejumlah kerabat keraton. Sehingga, saat itu ada larangan masuk bagi Tedjowulan untuk menghadiri jumenengan.

Meskipun muncul kabar penolakan, namun Tedjowulan berhasil masuk ke keraton mengikuti prosesi jumenengan di Sasana Sewoko, lokasi pusat upacara. Dalam rombongan Tedjowulan tersebut tampak BRA Mooryati Sudibyo, Poppy Dharsono, dan Nina Akbar Tandjung.

Dalam prosesi jumenengan, Tedjowulan duduk tepat di barisan kedua setelah KGPH Puger di samping raja. Setelah itu, Putra Mahkota PB XIII, GPH Mangkubumi, memberikan keris kepada Tedjowulan. Selanjutnya Tedjowulan  dipanggil raja untuk melakukan sungkem.

Setelah prosesi sungkeman, acara dilanjutkan dengan pagelaran tari Bedoyo Ketawang yang khusus ditampilkan saat jumenengan. (umi)




© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
azzans
16/06/2012
hahahah JAWANESIA Kimak!
Balas   • Laporkan
patria12
15/06/2012
Tentu acara semacam ini dananya besar sekali za..??? dari kantong pribadi pa dari Pemerintah za..??? apa sich manfaatnya kerajaan solo buat Rakyat Solo...????
Balas   • Laporkan
mirzanurrakbar
15/06/2012
ini adalah peninggalan budaya, tetep lestarikan untuk keindahan tanah air di mata dunia.. jangan malah terpengaruh politik negara, berebut "kursi" hanya untuk kepentingan sendiri. tetep original indonesia.
Balas   • Laporkan
patria12 | 15/06/2012 | Laporkan
lebih baek dana untuk acara semacam ini disalurkan untuk rakyat-rakyat miskin yang kelaparan dn makan nasi aking....
andreas_nk
15/06/2012
Bravo buat Keraton Kasunanan Surakarta, semoga sukses acara prosesi jumenengan, gbu all.
Balas   • Laporkan
aisahana
15/06/2012
ora mudeng aku mas...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id