NASIONAL

Buku OC Kaligis

OC Kaligis Undang Ngopi, Busyro Tolak

OC Kaligis menuliskan pernah mengajak minum kopi Busyro Muqoddas.

ddd
Kamis, 7 Juni 2012, 07:12
Pengacara OC Kaligis
Pengacara OC Kaligis (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Pengacara Otto Cornelis Kaligis (OC Kaligis) membeberkan pengalamannya selama mendampingi Muhammad Nazaruddin dalam kasus suap wisma atlet SEA Games, Palembang. Kisah itu ditulis dalam buku berjudul M Nazaruddin 'Jangan Saya Direkayasa Politik dan Dianiaya'.

Dalam buku itu, OC Kaligis menuliskan pernah mengirim surat untuk Busyro Muqoddas, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kisah ini berada di halaman 203 buku tersebut.

Surat undangan itu berkop kantornya, bernomor 172/OCK.X/2011, tanggal 6 Oktober 2011. Ditulis sehari setelah Komite Etik mengumumkan hasil pemeriksaan kepada pimpinan KPK.

Kaligis mengundang Busyro ke rumahnya. Menurut dia, berdasarkan putusan komite etik yang telah diumumkan itu, pimpinan KPK tidak akan melanggar etika jika bertemu di rumah.

OC Kaligis menuliskan dirinya ingin mengklarifikasi perkataan Nazaruddin. Kliennye itu menyatakan pernah bertemu dengan Busyro Muqoddas dalam rangka memuluskan pengangkatan sebagai Ketua KPK. Karena saat pemilihan nama Busyro dianggap kalah dari Bambang Widjojanto.

"Seandainya M Nazaruddin bohong, silahkan Bapak sebelum melapor ke polisi agar sudi dikonfrontasi dengan M Nazaruddin," tulis OC Kaligis.

Dalam surat itu pula, OC Kaligis menuding KPK telah membangun opini publik seolah Nazaruddin sebagai pembohong. Sehingga, dia meminta kliennya itu bisa menggunakan hak jawabnya di media massa untuk mengimbangi opini publik yang terbangun itu.

"Kalau memang Bapak fair, dengan ini kami minta agar kepada Nazaruddin diberikan kesempatan untuk menggunakan hak jawabnya," tulis Kaligis di halaman 204 buku itu.

Di akhir surat, OC Kaligis sekali lagi menawarkan undangannya itu. "Akhir kata, karena kunjungan ke rumah tidak melangar kode etik, saya hendak mengundang Bapak datang ke rumah saya, sekedar untuk ngopi-ngopi. Bukankah kita berkenalan?" demikian surat Kaligis.

Namun, di paragraf berikutnya, Kaligis menyatakan yakin Busyro akan menolak undangannya itu.

"Saya yakin Bapak hanya akan membuang ke keranjang sampah surat saya ini, lain dengan surat Nazaruddin kepada Presiden yang langsung dibalas." (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rdnmz
11/06/2012
pengacara gak bener yang penting yang di bela menang gak peduli salah apa bener..
Balas   • Laporkan
andri.kurniawan.5437923 | 20/06/2012 | Laporkan
profesional tuh bos..KPK harus bgt juga polisi jaksa slm ini nurut sm lawyer tersangka mau aja ngopi...rdnmz gw lagi ngopi jg tp d warteg..mau
jonbosra
07/06/2012
sampah amaaaat ni berita, udah cari duit bela koruptor ehhh masih cari jalan buat mengklarifikasi kejadian masa lalu.... berapa dibayar utk bikin buku ini???
Balas   • Laporkan
aisahana
07/06/2012
cari sensasi aja... mending baca komic jepang....
Balas   • Laporkan
koko_budi | 07/06/2012 | Laporkan
setuju bangged


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com