NASIONAL

Tiga Kapal Perang AS Berlabuh di Surabaya

Para pengusaha mempermasalahkan bersandarnya tiga kapal perang itu.

ddd
Selasa, 29 Mei 2012, 06:38
Kapal perang AS
Kapal perang AS (Reuters/U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 1st Class David R. Krigbaum/Handout)

VIVAnews - Tiga kapal perang Amerika Serikat dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa 29 Mei 2012. Kedatangan tiga kapal itu mengalami keterlambatan beberapa jam dari jadwal semula.

"Kedatangan kapal perang AS yaitu US Ship Vandergrift dan USGC Waesche yang semula dijadwalkan sandar pukul 10.00 WIB menjadi pukul 16.00 WIB. Dan, satu kapal yakni US Ship Germantown diperkirakan sandar pada 30 Mei 2012," kata Humas PT Pelindo III (Persero), Edi Priyanto.

Hingga pagi ini, sudah masuk sejumlah kapal, antara lain kapal BG Glenn Horizon, BG Glenn Cangi, dan MT Glenn Energi yang mengangkut berbagai peralatan pendukung seperti fender karet, tangga akomodasi, dan drum untuk barrier. Selain itu, ada satu unit truk sampah dan alat lainnya. "Hari ini juga telah dilakukan sterilisasi lokasi," lanjut Edi.

Ketiga kapal perang negeri Paman Sam itu direncanankan menempati posisi di Dermaga Jamrud Utara dengan total panjang hingga 353 meter. "Total panjang di Dermaga Jamrud Utara sendiri mencapai 1,2 kilometer," tukasnya.

Dari ukurannya, Edi melanjutkan, alokasi untuk kapal penumpang sepanjang 500 meter. Kemudian, angka itu dikurangi dengan adanya perbaikan untuk penguatan dermaga sepanjang 120 meter.   

"Karena itu, hanya ada 235 meter di sepanjang Dermaga Jamrud Utara yang bisa digunakan untuk sandar kapal komersial," tuturnya.

Di sisi lain, ia mengatakan, kedatangan tiga kapal perang AS tersebut memberikan kekhawatiran tersendiri bagi pelaku ekonomi di Jawa Timur, karena ada 15 unit kapal yang terdampak dan harus antre untuk bisa sandar.   

Ke-15 unit kapal itu antara lain KM Aya, MV Team Progress, MV Han Splendor, MV Lan Ha, MV Golden Princess, MV Fareast Glory, MV Thigayu, MV Acacia, MV Taikli, BG Luna Mulia, MV Pos Ametrin, Zeus, MV Ocean Friends, MV Woohyun Haemil, dan MV Bao Ying," ujarnya.   

Sementara itu, guna menjaga terciptanya keamanan selama ada kapal asing, seluruh pihak yang terkait diharapkan dapat menyesuaikan termasuk untuk keperluan pandu, tunda, tambat, dan "Port Security".

Ketiga kapal ini akan mengangkut 831 personel. Mereka akan berada di Indonesia hingga 8 Juni 2012. Sejumlah kegiatan akan dilakukan oleh tentara Angkatan Laut AS di Indonesia.

Mereka akan menggelar latihan bersama dengan 1.244 personel TNI AL di Pantai Banongan Situbondo, Jawa Timur, dengan tajuk 'Cooperation of Afloat Readiness and Training' (CARAT) mulai 5 hingga 7 Juni 2012. Selain itu, mereka dijadwalkan menggelar bakti sosial di Madura.

Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya keberatan dengan bersandarnya tiga unit kapal perang milik armada ke-7 AS ini. Alasannya, keterbatasan lokasi tambat di dermaga yang berusia lebih dari seratus tahun itu.

Ini akan mempengaruhi kelancaran arus bongkar muat dan diperkirakan memicu kerugian sebesar US$4,5 juta dan dipastikan berdampak pada biaya ekonomi tinggi. Terkait itu, Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur, Said Sutomo mengatakan, jika merasa dirugikan para pengusaha bisa menempuh jalur hukum. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bejo.pulsa
29/05/2012
jangan sampai ada yang numpang dan tertinggal di negara ini tanpa ijin.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru