NASIONAL

Demo Tolak Patung Ayah Gubernur Ricuh

Zainal Abidin Pagar Alam juga adalah kakek Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza.
Senin, 30 April 2012
Oleh : Elin Yunita Kristanti
Patung Zainal Abidin Pagar Alam yang diprotes warga

VIVAnews -- Rusuh terjadi saat ratusan warga Lampung Selatan memprotes pembangunan patung Zainal Abidin Pagar Alam, kakek Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza dan ayah Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Patung mantan gubernur Lampung setinggi 10 meter itu berada di jalan protokol.
 
Massa yang dimotori Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND) dan menamakan diri Forum Rakyat Lampung Selatan Bersatu (Forlas Bersatu) membakar ban di sekitar patung yang tampak legam terkena asap dan bara.

Massa yang marah juga merusak perkantoran di sekitar lokasi patung. Belum puas, massa kemudian menyisir gedung Pengadilan Negeri (PN) Kalianda. Akibatnya, beberapa kaca di gedung pengadilan pecah oleh lemparan batu sebesar kepalan tangan. Mobil Wakil Ketua PN Kalianda dan mobil salah seorang panitera juga hancur dilempari batu.
 
"Tidak hanya itu, seorang pegawai pengadilan pun mengalami luka bocor di kepala akibat terkena batu. Kondisi saat itu chaos, polisi kewalahan karena jumlah massa lebih banyak," ujar Afit Rufiadi, Humas PN Kalianda kepada VIVAnews, Senin 30 April 2012.
 
Kerusuhan mulai terjadi pukul 13.00, akibat dari buntunya dialog antara massa pendemo dan perwakilan DPRD Lampung Selatan. Ketegangan sempat terjadi, hingga massa yang mulai emosi merusak pot-pot bunga dan benda apapun yang ada di pinggir jalan. “Ini bentuk kekecewaan kami terhadap wakil rakyat di Lampung Selatan!” seru seorang pendemo.
 
Selanjutnya massa memblokir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kalianda. Akibatnya arus lalu lintas dari Bandar Lampung hingga Bakauheni dan sebaliknya macet hingga 10 kilometer.

Penantian satu bulan
 
Dalam kurun satu bulan ini, sedikitnya sudah tiga kali massa memprotes pembangunan patung Zainal Abidin Pagar Alam, dan pada setiap unjuk rasa yang dilakukan pasti berakhir bentrok.

Aksi antara lain pernah dilakukan pada 13 dan 20 Maret 2012. Massa saat itu berniat merobohkan patung perak yang menelan anggaran hingga Rp1,3 miliar tersebut.
 
Menurut Zainal, koordinator aksi, aksi unjuk rasa yang dilakukan semata untuk menyampaikan aspirasi bahwa pembangunan patung tersebut memboroskan anggaran saja. Massa meminta patung tersebut dirobohkan atau dipindahkan, karena menyakiti perasaan warga Lampung Selatan.
 
"Pemerintah Lampung Selatan sewenang-wenang dalam membelanjakan uang rakyat, dan mengenyampingkan kebutuhan rakyat yang mendesak. Pemda Lampung Selatan juga telah melakukan pengkhianatan terhadap rakyat. Bahkan DPRD Lampung Selatan juga harus bertanggung jawab karena menyetujui kebijakan yang tidak tepat sasaran itu,” ungkap Zainal.
 
Zainal juga mengatakan, nilai dana pembangunan patung tersebut akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan masyarakat yang lebih penting. Massa menuntut DPRD Lampung Selatan untuk memberikan jawaban atas tuntutan yang telah disampaikan pada saat aksi demo sebelumnya.

Laporan: AY| Lampung

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found