NASIONAL

Foto Terbaru Kawah Merapi dari Udara

Tim UGM dan Lapan menggunakan pesawat tak berawak yang terbuat dari bahan styrofoam.

ddd
Senin, 30 April 2012, 14:57
Pesawat nirawak yang digunakan untuk memotret Merapi
Pesawat nirawak yang digunakan untuk memotret Merapi (Juna Sanbawa (Yogyakarta))

VIVAnews -- Sudah 1,5 tahun Merapi tenang pasca meletus dahsyat 26 Oktober 2010 lalu. Namun ancaman belum lewat, masih ada material vulkanik yang mengancam penduduk yang tinggal dekat hilir sungai yang berhulu di gunung tersebut. Merapi juga bisa sewaktu-waktu kembali meletus.

Untuk mengetahui kondisi puncak Merapi termasuk guguran lahar yang masih berada di puncak, perlu dilakukan pemantauan. Namun, aktivitas Merapi yang tinggi dengan frekuensi letusan yang kerap muncul membuat pemantauan manual tak efektif dilakukan.

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akhirnya menggunakan pesawat terbang nirawak atau unmanned aerial vehicle untuk mengambil gambar kondisi kubah Merapi. Cara ini lebih aman, murah, dan mudah.

Uniknya, pesawat kecil ini dibuat dengan menggunakan bahan styrofoam. Memiliki panjang sekitar 1.2 meter dan panjang sayap 1,6 meter. Dilengkapi sistem terbang otomatis, sehingga dapat terbang bebas sesuai sasaran dan jalur terbang yang telah ditentukan.

"Pesawat tanpa awak tersebut mampu terbang vertikal dengan ketinggian 3300 meter. Namun saat penelitian di atas puncak Merapi pesawat terbang 400 meter diatas puncak dan melakukan misinya selama 30 menit,"kata peneliti Elektronika dan Instrumentasi FMIPA UGM, Drs. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc, Senin, 30 April 2012.
 
Menurutnya dalam pengambilan gambar di lapangan pada 25-26 April lalu, pada pesawat nirwak ini dipasang kamera pocket untuk memotret gambar-gambar kondisi di atas puncak gunung Merapi dari berbagai sisi. Hasilnya, sekitar 900 gambar dengan resolusi 12 Mega pixel yang berhasil diperoleh. Selanjutnya gambar-gambar tersebut diolah oleh Tim dari Geofisika UGM yang dipimpin oleh Prof. Kirbani S Brotopuspito, untuk menghasilkan foto tiga dimensi agar bisa memberikan informasi yang lebih rinci.

"Gambar diolah menjadi basis data dan informasi 3D tentang bentuk kubah dan penumpukan limpahan lahar pasca Erupsi," paparnya
 
Melalui foto 3 dimensi, menurut Tri Kuntoro, volume lahar dingin dan volume kubah dapat diperhitungkan. "Sumber utama bencana berupa besarnya guguran lahar dapat diperhitungkan. Penting untuk proses mitigasi, evakuasi dan peringatan dini tentang besarnya bencana yang timbul,"jelas dia.

Juga diperoleh gambar puncak Merapi yang mengalami kerusakan cukup parah akibat erupsi tahun 2010 yang lalu.

Foto terbaru kawah Merapi yang diambil tim UGM dan Lapan:

Foto kawah Merapi dari udara
 
Dikemukakan Tri Kuntoro, kegiatan ini untuk pertama kali pengambilan gambar puncak Merapi menggunakan pesawat terbang tanpa awak. Teknologi ini sangat dimungkinkan untuk digunakan di masa-masa mendatang mengingat kebutuhan pemantauan spasial harus dilakukan secara berkala terhadap Gunung Merapi.

"Tidak hanya kondisi puncak, tidak menutup kemungkinan direncanakan untuk melakukan uji terbang untuk pemotretan area yang lebih luas, sehingga mencakup seluruh area bahaya dan potensi bahaya Merapi,"pungkasnya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
blondot2012
28/05/2012
artinya yg baca serius
Balas   • Laporkan
bolo_sewu
30/04/2012
2,5 apa 1,5 gan yang mana nih? koreksi nya?
Balas   • Laporkan
saklitinov | 30/04/2012 | Laporkan
@bolo_sewu : waduh udah pas tu bro, coba lu itung yg bener
norhaz
30/04/2012
2,5 tahun??????? gk salah itung tu..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com