NASIONAL

VIVAsesama

Ayo Sumbang Adillah, Balita Hydrocephalus

Kepalanya terus membesar. Sejak lahir dia sudah didiagnosa menderita hydrocephalus.

ddd
Jum'at, 27 April 2012, 11:09
Anargia Adillah (Dilla), balita penderita hydrocephalus
Anargia Adillah (Dilla), balita penderita hydrocephalus (Antara)

VIVAnews - Tubuhnya kaku. Anargia Adillah sudah tidak sanggup lagi menggerakkan tangan dan kaki. Balita berusia 3,5 tahun ini hanya bisa terbaring di ranjang rumah orangtuanya. Dilla, begitu bocah malang ini dipanggil, sudah menderita hydrocephalus sejak lahir 9 Oktober 2008 silam.

Hydrocephalus adalah akumulasi cerebrospinal atau cerebrospinal fluid (CSF)--cairan bening yang mengelilingi otak dan sumsum tulang (spinal cord--yang berlebihan dalam otak. Kondisi ini mengakibatkan pelebaran abnormal pada ruang-ruang dalam otak. Biasanya, kepala penderita akan membesar, seperti halnya yang terjadi pada Dilla, putri pasangan Azwar Anas (31) dan Puspita Rahmawati (28).

"Saat ini lingkar kepala Dilla sudah hampir 100 cm," kata sang ayah, Azwar, kepada VIVAnews, dengan nada pasrah.

Azwar--yang bekerja sebagai sopir angkot--menuturkan derita buah hatinya itu. Dijelaskan warga Jalan Pondok Rumput, Gang Lopis Bawah RT 02 RW 05, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor ini, saat Dilla masih dalam kandungan, istrinya didiangnosis terpapar virus tokso. Saat dilahirkan, ukuran kepala Dilla sudah jauh lebih besar dari bayi normal pada umumnya.

Azwar bukannya tidak mengusahakan pengobatan anak keduanya ini. Pada usia 11 hari, Dilla sudah masuk ruang operasi RS Palang Merah Indonesia, Bogor, untuk pemasangan selang kecil guna mengeluarkan cairan dari kepalanya. Sayang, selang tak dapat bertahan lama di kepalanya. Hanya dalam rentang tiga bulan, selang harus dicopot karena terjadi infeksi.

Pada usia empat bulan, Dilla kembali menjalani operasi pemasangan selang serupa di RSCM, Jakarta. "Tapi, baru dua minggu sudah infeksi lagi. Pompanya terdorong keluar oleh cairan, akhirnya dicabut lagi," kata Azwar.

Dilla sempat dirawat selama dua minggu untuk menyembuhkan luka-luka di kepalanya. Dokter menyarankan Dilla menjalani operasi teleendoskopi untuk melubangi kepalanya agar cairan bisa keluar lewat lubang itu.

Tapi, sampai sekarang upaya melubangi kepala Dilla belum juga terlaksana. Ketiadaan biaya jadi penyebabnya. Sebagai sopir angkot, Azwar hanya berpenghasilan Rp20 ribu per hari.

Saat ini kepala Dilla terus membesar. Setiap bulan lingkar kepalanya bertambah 2 cm. Cairan juga mulai terus merembes dari luka di bagian kanan kepalanya. "Dokter memang pernah bilang, kalau terus membesar, cairan di kepala akan mencari celah untuk keluar," tutur Azwar.

Makin bertumpuknya cairan di kepala, membuat kondisi Dilla kian mengkhawatirkan. Balita berumur 3,5 tahun ini hanya bisa terlentang kaku dengan pandangan kabur. "Dulu dia masih bisa bilang 'mama, baba'. Sekarang tidak lagi. Kaki tangannya juga sudah tidak bisa digerakkan lagi. Hanya jari tangan kiri yang masih bisa bergerak untuk garuk-garuk pelan," ujar Azwar.

Yang membuat hati Azwar sebagai ayah tersayat, jika kondisinya sedang tidak stabil, tubuh Dilla akan panas tinggi disertai kejang-kejang. Tubuhnya membiru, gusinya berdarah.

Sebetulnya, kata Azwar, dia sudah mendapatkan bantuan dari sejumlah pihak. Namun, dengan kondisi seperti ini, tidak semua kebutuhan pengobatan Dilla bisa terpenuhi. Untuk menambal luka di kepala Dilla agar cairan kepala tidak terus merembes, misalnya, Azwar harus membeli Hydrocolid seharga Rp767 ribu. "Ini harus diganti tiga hari sekali. Tapi, kadang sehari sudah harus diganti," katanya.

Dilla juga butuh obat panas Plorisup seharga Rp60 ribu untuk tiga hari,  tabung oksigen, dan obat salep luka Metcovazin per tiga hari. "Oksigen butuh untuk jaga-jaga kalau tiba-tiba dia kejang," ujar Azwar.

Mari Sumbang Dilla

Untuk membantu pengobatan Dilla, VIVAnews membuka kotak amal. Bagi Anda yang tergerak hatinya, silakan mentransfer uang seikhlasnya ke rekening resmi VIVAnews di Bank Central Asia (BCA), KCP Plaza Central, Jakarta No. 4412106222 a.n. PT VIVA Media Baru. Di berita acara tranfer, mohon ditulis: "Sumbangan untuk Dilla" berikut nama lengkap dan kota domisili Anda. Jika mentransfer dari mesin ATM, harap mengisi kode referensi: 123123.

Anda dapat mentransfer melalui counter, ATM, internet banking maupun mobile banking. Daftar penyumbang dan besaran dana yang terkumpul akan kami umumkan di VIVAnews secara berkala. Sumbangan akan kami serahkan setiap minggu.

Terima kasih banyak atas kebaikan hati Anda. (kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tyca.understand
11/05/2012
sembuhkan eaa allah
Balas   • Laporkan
diana18
03/05/2012
tolong berita adilla diberitakan perkembanganya & sumbangan yg terkumpul
Balas   • Laporkan
diana18
03/05/2012
tolong sumbangan saya disampaikan ke adik dilla. kemaren waktu transfer lupa gk dikasi kode ref. hardiana kurnianing no rek 1024519050 Commonwelth bank tgl transfer 02/05/12
Balas   • Laporkan
gins.ibrohimovic
27/04/2012
SEMOGA ALLAH MEMBERI KEKUATAN DAN KESEMBUHAN,,, AMMIENNN
Balas   • Laporkan
sagoebali
27/04/2012
Azizah Foundation adalah yayasan sosial nirlaba independen yang didirikan pada tahun 2009 untuk membantu anak-anak penderita hydrocephalus. Silahkan kontak : azizahfoundation dot org
Balas   • Laporkan
candy911
27/04/2012
Ijin copy juga untuk share via e-mail. Thanks.
Balas   • Laporkan
batuk
27/04/2012
izin copy untuk di pasang di blog saya
Balas   • Laporkan
deden.h.setiawan1
27/04/2012
subhannallah......smoga Allah swt memberikan kemudahan dan kekuatan.....amiin.
Balas   • Laporkan
blue7776
27/04/2012
Wah, sepertinya bukan hanya Adillah yang perlu di bantu, Redaksi. Di daerah Pancoran, Glodok, ada seorang anak yang menderita serupa. Dia selalu digendong oleh neneknya. Coba ditengok, dan diberi bantuan juga... Tx..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com