NASIONAL

KPK Dikalahkan Hakim Syarifuddin

Tindakan KPK yang menyita barang dan uang Syarifuddin dinilai melampaui kewenangan.

ddd
Kamis, 19 April 2012, 15:38
Hakim Syarifuddin
Hakim Syarifuddin (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan kalah dalam sidang putusan terkait tindakannya melakukan penyitaan dan penggeledahan sejumlah barang dan uang milik hakim Syarifuddin Umar pada Juni 2011.

Sidang putusan ini berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 19 April 2012. Oleh karena itu, lembaga pemberantas korupsi itu harus membayar uang denda senilai Rp100 juta kepada Syarifuddin.

"Tindakan KPK telah melampaui batas kewenangannya dan KPK harus mengembalikan sejumlah barang milik penggugat," ujar hakim ketua M Samiaji saat membacakan putusan. KPK juga harus mengembalikan uang asing milik Syarifuddin yang disita.

Penasihat hukum penggugat, Irwan Muin, mengatakan pihaknya menerima putusan tersebut. Dia menyakini bahwa keputusan hakim itu sudah seharusnya.

"Perbuatan KPK yang melakukan penyitaan dan penggeladahan dianggap sebagai perbuatan melawan hukum dan abuse of power dan membayar ganti rugi Rp100 juta dan mengembalikan uang asing dolar Singapura, nilainya Rp2 miliar," kata Irwan.

Irwan menyatakan keberatan dengan cara KPK yang sengaja memiskinkan Syarifuddin dengan menyita uang pribadi. Menurutnya, keputusan sidang itu menjadi pijakan ke depan, agar dalam penanganan korupsi tidak menggunakan model seperti itu. "Kalau mau melakukan pembuktian terbalik. Bukannya kami ingin melemahkan tapi pembelajaran buat KPK," jelasnya.

Sementara dari pihak KPK, Indra M Batti mengaku pikir-pikir atas putusan tersebut. "Mempelajari putusan Rp100 juta. Tidak mau komentar dulu," ujarnya.

Samiaji sendiri dalam persidangan mengemukakan perkara tersebut masih harus menunggu proses perkara pidana Syarifuddin Umar memiliki kekuatan hukum tetap (incracht).

Hakim Syarifuddin sendiri telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp150 juta.

Majelis hakim menyatakan Hakim Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima pemberian imbalan atau janji.

Hakim Syarifuddin dinyatakan terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf b Undang-undang Nomor 20 tahun 2001. Hakim Syarifuddin telah menerima suap berupa uang senilai Rp250 juta dari kurator PT Skycamping Indonesia, Puguh Wirawan.

Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut maksimal terdakwa dengan hukuman selama 20 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
anakpesat
28/04/2012
Waduh bakal seru nih...
Balas   • Laporkan
topick.1001260658
20/04/2012
PENGACARA / PEMBELA / ADVOKAT..... APAKAH YANG DIJADIKAN LANDASAN DALAM BEKERJA, HATI NURANI ATAUKAH TARIF YANG MAHAL (UANG) ?????
Balas   • Laporkan
mickymouse | 28/04/2012 | Laporkan
ITU UDAH SUMPAH JABATAN SEBAGAI PENGACARA. NGGAK ISA DILANGGAR. MAU MENERIMA TUGAS YAH HARUS DIBELA DENGAN CARA MEREKA. BUKAN SOAL HATI NURANI ATAU TIDAK.
regan
19/04/2012
asLi, benar-benar giLa. gw yakin 100% pasti presiden tutup kuping dengar yang kaya gini. PoLitik Cuy....hahahahaha
Balas   • Laporkan
kucingliar
19/04/2012
gw udah ga percaya lagi sama jaksa yang ada di indonesia,BEJAT SEMUA, tukang peras rakyat.
Balas   • Laporkan
penonton1
19/04/2012
KPK ga berhak menyita, yg paling berhak adalah rakyat yg dimiskinkan. yg merasa dirugikan silakan jarah.
Balas   • Laporkan
mr.joe2012
19/04/2012
HIDUP KORUPTOR , INDONESIA DIBAWAH SBY JD TAMBAH SUBUR KORUPTORNYA.....MENDING BUBARIN AJA KPK SEKALIAN BIAR TAMBAH HANCUUUUUUUUURRRRRRRRR INI NEGARA, SIAP SIAP AJA KE MUSIBAH DAN AZAB, NGASIH MAKAN ANAK ISTRI DG DUIT KORUPSI. NA'UDZUBILLAH
Balas   • Laporkan
yayak94
19/04/2012
Rekor buruk KPK bertambah. di era Cahndra Hamzah-Busro mereka nilep bukti2 Bank Century, juga mengaburkan keterlibatan Anas, Andi, Angie dst dlm wisma atlet. KPK terus permainkan hukum shg koruptor ketua besar selamat.
Balas   • Laporkan
bobdarren
19/04/2012
Masya Allah, sehrsnya koruptor itu dihkm mati.. Ini harta pribadinya disita aja, malah KPK yg disalahkan. Logikanya, mana ada hakim punya harta pribadi uang tunai Rp 2 M? Kalau memang hakim bisa sekaya itu, buat apa hakim2 lain minta2 naik gaji??
Balas   • Laporkan
anaugi | 19/04/2012 | Laporkan
Se7..tembak mati sj..dituntut 20thn ehh malah jd ringan 4thn 100juta ganti rugi,miris melihat ptsan hakim...g adil
kapolsek
19/04/2012
Tuntutan Jaksa hukuman 20Thn & denda 500jt dikabulkan hakim jd 4thn denda 150jt. Uang sitaan KPK 2M harus dikembalikan kpd terdakwa plus bunganya 100jt. Mantabs bener.... Jempol deh... :D
Balas   • Laporkan
tumpalanton
19/04/2012
Ini berarti kemenangan atas koruptor yg semena-mena. sayangnya belum ada undang-undang sebagai payung hukum utk melegalkan cara KPK memiskinkan koruptor, pdhl udah jelas hakim tersebut bersalah. dan siapa tau harta yg dimilikinya hasil korupsi.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com