NASIONAL

Gadis Kalimantan Barat Diperkosa 18 Remaja

NA (16) diperkosa secara bergiliran oleh 18 remaja di lima tempat.

ddd
Sabtu, 7 April 2012, 15:24
Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan (VIVAnews/ Faddy Ravydera)

VIVAnews - Nasib malang menimpa gadis remaja, NA (16), di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Gadis belia itu diperkosa oleh 18 remaja pria di sejumlah tempat di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Rabu malam 4 April 2012.

Menurut Kepala Satreskrim Polres Pontianak, Komisaris Puji Prayitno, pemerkosaan ini bermula saat NA nongkrong bersama pacarnya, Ha, di Bundaran Alianyang pada pukul 23.00 malam waktu setempat. Tak lama berselang, dua pria yang belakangan diketahui berinisial Lo dan Dm, mendatanginya dan langsung memukul Ha.

Lo dan Dm kemudian merampas telepon genggam Ha. Setelah merampas HP, keduanya langsung kabur dari Bundaran Alianyang. Ha yang ketakutan juga kabur meninggalkan NA begitu saja. NA kemudian naik sepeda motornya untuk mencari pertolongan.

NA berhenti di salah satu gudang kontainer yang berada di Jalan Trans Kalimantan. Sambil menangis, NA mendatangi sejumlah remaja yang tengah berada di lokasi itu. Berniat meminta pertolongan.

Namun, di antara remaja-remaja itu terdapat Lo dan Dm yang merampas telepon genggam Ha. Lo dan Dm bersama enam teman mereka, yaitu Ar, An, Ms, Ro, Bo dan Mr X. Bukan pertolongan yang didapat NA. Dia justru dicekoki minuman keras oleh remaja-remaja berandalan itu. Tak kuasa menahan efek alkohol, NA pun mabuk.

Delapan remaja itu kemudian memerkosa NA. Mereka bergiliran melampiaskan nafsu birahinya kepada NA di gudang itu. Belum puas, Lo menggiring NA kembali ke Bundaran Alianyang dengan berjalan kaki. Di sana, dua remaja lainnya, Dr dan Fi, telah menunggu. Di lokasi ini, Lo dan Dr kembali mengagahi NA.

NA tak kuasa melawan. Tubuhnya, lemas. Namun, penderitaan NA tak berhenti sampi di situ. Fi yang merasa belum menggagahi, membawa NA ke kebun sayur di Ambawang. Kali ini dan selanjutnya, perjalanan ditempuh dengan menggunakan motor. Di kebun sayur ini, Fi menggagahi NA bersama So, Mx, dan Rs.

Setelah itu, datanglah Ro, pemuda yang turut memerkosa NA di kebun sayur ini. Ro kemudian membawa NA ke sebuah pondok tak jauh dari kebun sayur itu. Di sana, sudah menunggu empat pemuda, yakni Br, Dr, Ms, dan Hn. Keempat pemuda itu juga mengumbar hawa nafsunya dengan mencabuli NA secara bergiliran.

Tak peduli kondisi NA, Ro kembali membawanya ke Siantan. NA dibawa ke rumah salah satu tersangka. Di sana, dua orang pemuda, yakni In, dan Rl telah menunggu. Lagi-lagi, NA dipaksa melayani pemuda-pemuda laknat ini. Seluruh malam pada Rabu itu dilalui NA dengan kelam.

NA ditelantarkan begitu saja. Beruntung, dengan keadaan yang memprihatinkan itu, NA masih bisa mengendarai motornya. Sampai di rumah, tak banyak kata terucap dari mulut NA. Dia hanya bisa menangis dengan tatapan kosong.

Keluarga pun curiga. NA dicecar untuk bercerita apa yang telah terjadi. NA pun perlahan menceritakan peristiwa pilu yang dia alami. Setelah mendengar cerita itu, keluarga NA melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tambawang pada Kamis 5 April 2012. Kemudian, kasus itu dilimpahkan ke Polresta Pontianak-karena sebagai kabupaten baru, Kubu Raya masih ikut administrasi Kota Pontianak.

Polisi yang mendapat laporan itu segera bergerak. Hingga saat ini enam orang pelaku telah ditangkap. Mirisnya, para pelaku itu masih berusia antara 15 hingga 18 tahun. "Saat ini kami sudah menangkap 6 orang. Jadi yang lain masih dalam pengejaran pihak kepolisian," kata Komisaris Puji Prayitno kepada VIVAnews, Sabtu 7 April 2012. Korban maupun pelaku sudah tidak sekolah sekolah lagi.

Puji meminta peristiwa ini menjadi pelajaran bagi orangtua lainnya. Dia mengimbau para orangtua untuk menjaga anaknya masing-masing agar tidak mengalami kejahatan serupa dengan memberi perhatian, selalu memantau dan mencari anak bila larut malam belum kembali ke rumah.

Sementara itu, salah satu pelaku pemerkosaan, Lo, telah mengakui perbuatan bejatnya itu. "Saya tidak tahu perempuan itu. Hanya taunnya dari kawan yang membawanya. Tapi, saya ikut melakukan itu, karena melihat kawan-kawan semua melakukannya," katanya.

Dr, pelaku lainnya, juga mengakui perbuatannya. Dia juga mengaku memerkosa karena diajak temannya. "Pelaku ramai. Tidak hanya yang ada di sini. Karena kawan sudah melakukannya semua, saya jadi ikut. Saya dapat giliran yang terahir," kata Dr. Sementara itu, Ha, pacar NA juga dimintai keterangan oleh polisi.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
kometarahmad
29/04/2012
semoga putri kamu "terselamatkan" juga puji. berantas la semuanya sampai tuntas, kebiri mereka biar yang lain jera sehingga putri mu juga akan terbebas
Balas   • Laporkan
kometarahmad
29/04/2012
Komentar Pak Puji tidak pantas mendapatkan pujian, bukannya memberikan kata-kata perlindungan terhadap korban, malahan seolah-olah mengutuk keluarga korban. Sungguh tidak pantas.
Balas   • Laporkan
jeftafulvian
09/04/2012
ga pantes idup tuh buat sie pelaku! tp korban juga salah masa pacar'an tengah mlm!! tp tetep aje 1kata buat pelaku ny
Balas   • Laporkan
vanthe
08/04/2012
hukum tidak mengenal batas umur,.,kalo salah ya di kebiri aja mereka walau umur masi 15 tahun...pikirkan nasib korban.. atau dirajam aja mereka semua,,manusia tidak berguna bagi bangsa,,hanya sampah masyarakat..
Balas   • Laporkan
neosack
08/04/2012
kebiri adalah hukuman cocok buat mereka, dengan memperkosa kalian sudah merenggut masa depan seseorng.
Balas   • Laporkan
inayas72
07/04/2012
Naudzu Billah dr sft anak2 dan orng tua seperti ini.
Balas   • Laporkan
nofa241180
07/04/2012
pantas saja daerah terpencil tdk bisa berkembang, tuh ada contoh kelakuan anak mudanya. dasar berandalan yg tdk berpendidikan dan gak bermoral. dasar orang kampung. nanti anak2 cewek kalian akan mendapatkan balasannya.
Balas   • Laporkan
ngetest
07/04/2012
hati saya serasa mau meledak karena amarah setiap kali membaca berita tentang pemerkosaan apalagi begitu tahu pelaku hanya dihukum ringan. mereka harus dihukum yang dengan hukuman yang berat, hukuman mati. sebenarnya hukum mati juga terlalu mewah.
Balas   • Laporkan
ngetest | 07/04/2012 | Laporkan
Efek dari kejadian ini akan membekas seumur hidup pada korban sedangkan pada pelaku hanya seperti angin lalu. lagi pula ini pasangan juga, pacaran sampe tengah malam dan ditempat sepi pula. orangtuanya juga, anak pergi sampai malam tidak dicari
fortune18
07/04/2012
DIHUKUM SURUH PERKOSA SINGA YG LAGI LAPER, GA PANTES ORANG SEPERTI ITU HIDUP
Balas   • Laporkan
heru-supanji
07/04/2012
Jam 23 malam keliaran di luar? Nggak salah tuh? .... Terlalu mahal pelajaran yang harus dibayar.... dan pecuma juga punya pacar kalau tidak bisa melindungi.... Yang jadi pertanyaan kenapa tidak terus pulang ke rumah setelah insiden perampasan HP?
Balas   • Laporkan
neosack | 08/04/2012 | Laporkan
pacar nya, bagi para wanita jgn pernah diajak smpai tngah mlam seperti diatas apalgi kalo pcar kalian seorng pengecut.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com