NASIONAL

Indonesia Pesan 3 Kapal Selam Korea Selatan

Diperkirakan awal 2015 kapal selam buatan negeri ginseng itu masuk dalam armada TNI AL.

ddd
Rabu, 4 April 2012, 16:56
Pasukan Korps Hiu Kencana, bersiaga di depan Kapal Selam Cakra-402
Pasukan Korps Hiu Kencana, bersiaga di depan Kapal Selam Cakra-402 (Antara/ Bhakti Pundhowo)

VIVAnews - Untuk memperkuat armada tempur TNI Angkatan Laut, Kementerian Pertahanan telah memesan tiga kapal selam dari Korea Selatan. Saat ini, TNI AL hanya memiliki dua kapal selam.

Diperkirakan awal tahun 2015 kapal selam buatan negeri ginseng itu masuk dalam jajaran armada TNI AL.

"Awal tahun 2015 satu kapal selam sudah masuk dan tahun berikutnya kapal selam yang kedua," jelas Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno usai penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis 4 April 2012.

Dia menambahkan, untuk kapal selam yang ketiga diharapkan pembuatannya bisa dikerjakan di Indonesia bekerjasama dengan Korea Selatan.

Dia berharap, dengan kehadiran kapal selam tersebut akan meningkatkan kualitas alat utama sistem senjata utama (alutsista) yang dimiliki TNI AL. Daya tempur dan daya tangkal TNI AL juga akan semakin kuat.

Untuk pengadaan alutsista, TNI AL juga mengembangkan produk dalam negeri untuk pembuatan kapal perang taktis ukuran 40 hinga 70 meter. Dengan menggunakan teknologi serta sistem persenjataan yang modern. Saat ini, TNI AL sedang mempersiapkan kapal setingkat fregat.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo dan Kasad Jend TNI Pramono Edhie Wibowo mendapat brevet kehormatan Hiu Kencana dari Satuan Kapal Selam TNI AL.

Penyematan brevet berlangsung di dalam kapal selam KRI Nanggala 402 yang menyelam di perairan Selat Sunda sedalam 30 meter. Penyematan brevet Hiu Kencana disaksikan oleh  Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
23082009
29/04/2012
betul2...jangan sampai pulau2 indonesia direbut lagi oleh tetangga...
Balas   • Laporkan
jokmpoer
18/04/2012
jgn percaya perjanjian yg di arsiteki oleh AS & PBB, ingat kasus H5N1? .. WHO ambil sampel semua virus yg menyebar di bbrp negara & ujung2nya suruh memusnahkan virus tsb -->Licik, stlh dpt suruh di hancurkan
Balas   • Laporkan
permai
06/04/2012
Beli nya memakai uang rakyat ,Ingat jangan di korupsi, Atau minta komisi ....
Balas   • Laporkan
alsike
05/04/2012
rencana dibatalkan, duit buat subsidi BBM orang2 kaya, mobil mewah.negara yang manja..... naik dikit aja ributnya setengah mati ingat pesan bungkarno" jangan tanya apa yang telah negara berikan buat kamu, tapi apa yang telah kamu berikan kepada negara.
Balas   • Laporkan
gogi | 18/04/2012 | Laporkan
buetulll banget, itu namanya gak nasionalis cuma buat sendiri aja
bangnapi79 | 05/04/2012 | Laporkan
setuju bung...nyatanya barang2 kebutuhan pokok sdh terlanjur pada naik tdk mau turun lg gara2 isu BBM dan nyatanya jg BBM akan naik lg 3 bln kedepan...
nesa_gan
04/04/2012
Wilayah laut yang besar dan Luas, memang membutuhkan perlengkapan dan peralatan yang canggih, modern, dan lengkap
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com