NASIONAL

Ekosistem Terjaga, Tomcat Tak Serang Manusia

"Ketika ekosistem terjaga, Tomcat tak akan mencari habitat baru dan tetap hidup di sawah."

ddd
Sabtu, 24 Maret 2012, 19:04
tomcat (rove beetle)
tomcat (rove beetle) (Topsham Naturalist/Tim Worfolk)

VIVAnews - Paederus riparius, atau lebih populer dengan sebutan Tomcat, meresahkan masyarakat sejumlah daerah. Serangga berukuran 7-8 mm ini mengandung toksin paederin yang dapat mengakibatkan gatal dan luka melepuh di kulit manusia.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemerintah Kabupaten Bantul, DIY, Edi Suhariyanta, mengatakan bahwa Tomcat merebak sebagai dampak hama wereng coklat yang menyerang tanaman padi milik petani.

Tomcat adalah pemakan hama wereng coklat sehingga ketika persedian makanan melimpah, Tomcat berkembang biak sangat cepat. "Ketika ekosistemnya masih terjaga, serangga ini tidak akan mencari habitat baru dan tetap hidup di lahan persawahan," ujarnya.

Itu juga yang menjadi alasan mengapa Tomcat seringkali hanya menginvasi daerah tertentu. Seperti di Yogyakarta, yang hanya ditemukan di sejumlah titik dengan lahan pertanian sempit. Sementara kawasan selatan Yogyakarta yang memiliki lahan pertanian luas masih aman. "Wajar jika habitat aslinya semakin menyusut, maka menyebar ke perumahan," ujarnya.

Edi menyatakan, Tomcat bukan musuh manusia. Tomcat tidak menggigit dan hanya mengeluarkan toksin ketika tergencet. "Tomcat merupakan sahabat petani karena pemakan hama wereng coklat yang sangat merugikan petani," ujarnya.

Kepala Bidang Pertanian dan Holtikultura Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Tuban, Sudarmudji, menambahkan, Tomcat adalah predator pembunuh hama wereng. "Tomcat bagi petani justru sangat menguntungkan karena berperan membasmi wereng," ujarnya. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
cokbin
25/03/2012
TOMCAT JERRY ekosistemnya rusak, bnyk sawah jadi perumahan.. makanan TOMCAT JERRY jadi ga ada..hehe
Balas   • Laporkan
triwicak
25/03/2012
akibat lahan dikalahkan dengan pemukiman ....ketahanan pangan terganggu, efek sampingnya tempat tom cat beraksi sudah dihuni manusia ....siapa yang patut disalahkan?.....karena disanalah habitat mereka puluhan tahun terakhir...........
Balas   • Laporkan
cethol
24/03/2012
ekosistemnya udah hilang karena persawahan telah berubah nama menjadi perumahan...he....he...he.....
Balas   • Laporkan
kapolsek
24/03/2012
Ane uda beberapa kali kena ini tawon waktu masih bocah suka maen2 di sawah tapi emang nga sengaja. Dia nga gigit kok, asal jangan dipegang aja ntar iritasi seperti kena ulat bulu. Sekarang baru tahu kalo namanya tomcat. :P
Balas   • Laporkan
nova.megawati
24/03/2012
menyeramkan., cobra masih bisa terlihat karena ukurannya besar dan bisa dgn mudah dhindari., tp tomcat.... kecil namun menakutkan.... damai aja deh buat tomcat., ayo ekosistemnya jgn dganggu., ^_^
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com