NASIONAL

Gunung Gede Sumber Air Terbesar di Jawa Barat

Ekosistem yang terganggu akan mempengaruhi sungai-sungai besar di Jabar dan Jakarta.

ddd
Kamis, 22 Maret 2012, 19:16
Gunung Gede, sumber air yang terancam
Gunung Gede, sumber air yang terancam (http://www.volcano.si.edu)

VIVAnews -- Sampah-sampah berserakan di Gunung Gede Parangro. Hanya dalam dua hari terkumpul hingga 3 ton. Menanggapi hal itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Agus Wahyudi mengakui, masih banyaknya sampah di kawasan pendakian ditinggalkan oleh para pendaki gunung dan wisatawan.

Pihak TNGGP mengaku, terus bekerja sama dengan berbagi pihak untuk membersihkan kawasan ini dari tumpukan sampah, termasuk menyiapkan program pendakian dan sosialisasi pada para pendaki.

“Mulai saat ini kami akan mengatur jadwal pendakian ke kawasan Gunung Gede Pangrango. Jadwal ini sedang disiapkan dan akan segera dipublikasikan pada bulan April ini. Jadwal ini untuk mengatur jumlah orang yang masuk sehinga ekosistem dan ekologi kawasan ini tidak rusak,” tegasnya saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis 22 Maret 2012.

Dengan dipublikasikan jadwal pendakian nantinya para pendaki harus mendaftar jauh hari dulu bila akan melakukan pendakian. Juga diberlakukan berbagai persyaratan bagi para pendaki yang akan naik.

“Saya harap upaya ini akan mampu memperbaiki ekologi dan ekosistem yang ada saat ini. Dan kesadaran pendaki yang mengatasnamakan pencinta alam bisa benar benar mencintai alam dengan tidak merusak ekosistem yang ada, terutama membawa kembali sampah yang mereka bawa saat naik ke puncak gunung,” paparnya.

Sampah yang tertimbun diakui mengganggu ekologi dan kualitas air. Sedangkan kuntitas air yang diserap dan disalurkan Gunung Gede masih dalam taraf stabil. Dari data TNGGP kawasan gunung Gede Pangrango menghasilkan 230.000 meter kubik air per tahun.

“Dengan jumlah ini kawasan Gunung Gede Pangrango merupakan sumber air terbesar di kawasan Jawa Barat. Jika ekosistemnya terganggu tentu saja berpengaruh banyak terutama pada sungai-sungai besar yang mengalir di Jawa Barat hingga Jakarta,”ungkapnya.

Saat ini TNGGP sedang fokus untuk membenahi ekosistem hutan dengan memperbaiki lahan terbuka. Areal terbuka terus berkurang sejak tahun 1999. Pada tahun ini areal terbuka di kawasan Gunung Gede Pangrango mencapai 1.707,74 ha. Pada tahun 2011 upaya reklamasi hutan berhasil menguranginya menjadi 983,39 ha.

Dengan semakin mengecilnya luasan kawasan terbuka di wilayah gunung Gede Pangrango diharapkan daya tangkapan air kawasan ini terhadap air hujan akan semakin besar. Dan bisa terus menyuplai kebutuhan air bagai masyarakat Jawa Barat terutama kabupaten Cianjur, Sukabumi, Bogor dan Jakarta melalui debit air yang mengalir melalui sungai.

Selain itu jumlah air yang tertahan bisa lebih besar sehingga saat musim hujan tidak langsung mengalir ke sungai-sungai terutama di kawasan Bogor. Di mana debit air yang besar tidak dapat ditahan oleh bendungan-bendungan yang ada dan bermuara pada banjir Jakarta. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id