NASIONAL

Lagi, Seorang Warga Terjangkit Flu Burung

Ipan Sopian menderita gejala flu setelah memakan ayamnya yang mati mendadak.
Jum'at, 27 Januari 2012
Oleh : Aries SetiawanAyatullah Humaeni - Bogor, Juna Sanbawa - Yogyakarta
wabah flu burung

VIVAnews - Puluhan ayam mati mendadak di Kampung Kayumanis, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Ternyata, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Kota Bogor, Jawa Barat, sampel air liur ayam yang mati dinyatakan positif terjangkit H5N1 atau flu burung. Apalagi, satu orang warga juga mengalami sakit dan diduga terjangkit flu burung.

Ipan Sopian, 50 tahun,  mengatakan, ayam peliharaannya mendadak mati. Tak hanya ayam miliknya, ayam milik tetangganya pun mati mendadak. Kejadian ini, katanya, sudah berlangsung sejak satu minggu yang lalu. "Padahal sorenya masih segar dan mau makan," kata Ipan, Jumat 27 Januari 2012.

Lebih lanjut dia mengatakan, ayam yang sakit kemudian dimasak dan dimakan. Setelahmakan, Ipan mengaku badannya terasa sakit. Ternyata, berdasarkan pemeriksaan di Puskesmas, dirinya menderita flu unggas. Walau sudah tahu terinfeksi virus flu burung, Ipan tetap beraktivitas.

Sementara, Arif, dokter hewan dari Dinas Peternakan, Kota Bogor membenarkan, bahwa setelah dilakukan rapid tes dari salah satu bangkai ayam ditemukan virus H5N1 atau flu burung.

Namun, untuk meyakinkan, pihaknya membawa sampel yang didapat harus lebih dari satu. "Oleh karena itu, kami meminta kepada warga untuk berhati-hati," tegasnya.

Sementara di wilayah Kabupaten Bantul, DIY, peternak melaporkan unggas peliharaannya mati mendadak ke Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkab Bantul. Laporan yang masuk ke Dinas berasal dari berbagai kecamatan.

"Kita khawatir unggas yang mati tersebut akan menyebar ke daerah lain dengan cepat karena saat ini baru musim penghujan," kata Edy Suhariyanta, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkab Bantul, Jumat 27 Januari 2012

Meski hasil tes cepat belum menunjukkan unggas yang mati mendadak positif H5N1, namun kematian unggas-unggas ini akan sangat berbahaya bagi kelangsungan populasi unggas di Bantul. "Populasi unggas di Bantul ini kita perkirakan mencapai 250 ribu ekor. Jika wabah flu burung menyerang maka populasi unggas akan turun drastis," kata dia.

Hal ini akan diperparah jika ada satu daerah yang unggasnya mati mendadak dan positif flu burung selanjutnya dilakukan pemusnahan unggas dalam radius tertentu. "Saya tidak membayangkan berapa unggas yang harus dimusnahkan karena didaerah tersebut ada unggas mati karena flu burung," paparnya.

Dinas sendiri telah sedini mungkin mengantisipasi merebaknya flu burung dengan membagikan disinvektan secara gratis kepada peternak atau petugas langsung datang kelokasi pasar unggas untuk melakukan penyemprotan disinvektan.

"Stok disinvektan masih cukup banyak dan masyarakat dapat meminta secara gratis di kantor dinas pertanian atau kantor puskeswan yang ada di setiap kecamatan," kata dia. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found