NASIONAL

Filipina Pesan Kapal Perang dari Indonesia

Timor Leste akan memesan kapal patroli PT PAL, Malaysia pesan Panser Anoa Pindad.

ddd
Rabu, 18 Januari 2012, 14:26
Kapal Perang KRI Banjarmasin - 592, buatan PT PAL Indonesia
Kapal Perang KRI Banjarmasin - 592, buatan PT PAL Indonesia (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Di tengah polemik rencana pembelian tank Leopard oleh Tentara Nasional Indonesia dari Belanda, industri berat Indonesia justru kebanjiran pesanan peralatan militer dari negara lain. Beberapa negara telah memesan sejumlah kendaraan militer, mulai panser hingga kapal patroli.

Pemerintah Timor Leste, misalnya, mereka berencana membeli Patrol Boat buatan PT PAL Indonesia. Rencana itu telah disampaikan kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat melawat ke Timor Leste.

"Jadi itu sebenarnya tindak lanjut dari kunjungan ke Timor Leste,  mereka menghubungi PT PAL, mereka ingin membeli Patrol Boat," kata Purnomo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 18 Januari 2012.

Menurut Purnomo, pemerintah Indonesia mendukung rencana itu. "Jadi prosesnya B to B, bussines to bussines antara mereka dengan PT PAL langsung," ujar Purnomo.

Selain Timor Leste, pemerintah Filipina juga menyatakan minatnya membeli kapal patroli dari PAL. Mereka berencana akan membeli LPD Class atau Landing Platform Dock yang merupakan jenis kapal amfibi pengangkut peralatan militer. Kapal ini juga memiliki landasan helikopter. "Jadi kita dukung itu," tegasnya.

Permintaan serupa juga datang dari Malaysia. Negeri jiran tersebut tengah dalam proses pembelian Panser Anoa buatan PT Pindad.  Purnomo menekankan Panser Anoa sudah digunakan dalam operasi peace keeping di Libanon dan sudah memperoleh sertifikan dari PBB. "Makanya mereka ingin membeli dari kita karena kita sudah mengirimkan (Anoa) ke Libanon," ungkapnya. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
mbagusi
21/01/2012
dalam doktrin pertahanan semesta, terjaminnya keamanan negara bukan hanya dengan alutsista canggih, tetapi juga dengan memperhatikan perasaan persahabatan antar negara tetangga, salah satunya dengan membeli peralatan tempur dari negara tetangga...
Balas   • Laporkan
mbagusi
21/01/2012
dengan membeli dari Indonesia, maka mereka juga memastikan bahwa mereka dianggap sebagai sahabat dan tetangga baik oleh Indonesia, ini mengurangi resiko dibanding harus membeli dari luar asean yang jadinya seperti perlombaan senjata...
Balas   • Laporkan
wellypratama
19/01/2012
Pemerintah kita koq nurut aja sich ama malaysia. Jujur saya kesal banget ama pemerintah indonesia. Mereka koq ga jeli ya. Malaysia beli panser untuk cari kelemahan kita trus di modifikasi dan di akui sebagai buatan malaysia.
Balas   • Laporkan
ryancrb91 | 20/01/2012 | Laporkan
ente ini sok tau, tau apa sih elu
tono152 | 20/01/2012 | Laporkan
Tenang aja bung welly, panser kita udah dilebelin sama PBB koq, jd jgn khawatir deh....
delta88 | 19/01/2012 | Laporkan
BUKTI?...hanya orang sirik yang bicara seperti anda,kapan majunya
cingsen
19/01/2012
ati2 malingsia nyerang kita ^^
Balas   • Laporkan
dododududidiable
19/01/2012
MAJU TERUS INDONESIA......
Balas   • Laporkan
apatis
19/01/2012
Wahh Malaysia pesen buat mulangin tki disana... lbh murah angkutnya kyk bw sampah.. buntelin.. iket.. angkut :D
Balas   • Laporkan
e-jav
19/01/2012
hati-hati gan, ntar pansernya dijiplak ama malingsia trus diklaim jadi buatan malingsia..tu negara picik amat.
Balas   • Laporkan
tempegoreng
19/01/2012
yang dijual ke malonsia, kasih barang yang afkiran saja gan...
Balas   • Laporkan
zanzibar | 19/01/2012 | Laporkan
wahahaha...bisa aja nih bung tempe
silumantahu
18/01/2012
wah jangan berburuk sangka dulu bung. setidaknya kita boleh sedikit berbangga atas hasil karya negara kita yang dapat apresiasi dari negara lain. walaupun mungkin saja masih ada maksud terselubung dari pembelian tersebut.
Balas   • Laporkan
wildpartygoer | 19/01/2012 | Laporkan
Setuju bung Silumantahu
tsneang
18/01/2012
betul...setelah dibeli terus di bongkar untuk dicari kelemahannya, kalau sudah tau kelemahannya trus di buang
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id