NASIONAL

Ketua PBNU: Mencuri Sandal Salah, Tapi...

Untuk menangani kasus seperti ini, hakim juga harus mengedepankan hati nuraninya.
Kamis, 5 Januari 2012
Oleh : Eko Huda S, Nur Eka Sukmawati
KH Said Aqil Siradj

VIVAnews - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj menyatakan bersimpati kepada AAL, terdakwa kasus pencurian sandal milik anggota polisi, Briptu AR. Menurut dia, untuk menangani kasus seperti ini, hakim juga harus mengedepankan hati nuraninya.

"Mencuri sandal itu tetap salah. Tapi hukuman yang diberikan kepada seorang pencuri sandal harus adil, harus mengutamakan kemanusiaan," kata Said Aaqil usai pembukaan NU Expo 2012 di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis 5 Januari 2011.

Dia mengaku prihatin atas penerapan hukum di Indonesia. Pasalnya, vonis hakim di pengadilan dinilai belum memberikan rasa keadilan buat rakyat.

Dia menambahkan, dalam beberapa kasus, hukuman untuk para pencuri, seperti pencuri sandal ini lebih berat dari pada para koruptor. Padahal korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa.

"Kalau koruptor dihukum dua atau tiga tahun, sementara pencuri sandal dihukum lima tahun. Itu akan sangat menyakitkan. Itu sangat menyinggung rasa kemanusiaan," ujar dia.

Sebelumnya, hakim Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah menjatuhkan vonis bersalah untuk AAL. Hakim menjatuhkan hukuman agar AAL dikembalikan kepada orangtuanya untuk dibina.

Sebelumnya, pemerhati anak, Seto Mulyadi menyayangkan vonis ini. Menurut dia, harusnya AAL bebas murni.

Menurut dia, AAL layak divonis bebas murni karena tidak ada bukti-bukti yang menunjukkan pencurian itu. "Barang bukti yang dihadirkan di persidangan bukan sandal yang dianggap hilang oleh Briptu AR. Saat dicoba dipakai oleh Briptu AR, sandal yang jadi bukti itu terlalu kecil, tidak muat. Jadi itu bukan sandal yang dicuri," ujar Seto. (eh)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found