NASIONAL

Ketua PBNU: Mencuri Sandal Salah, Tapi...

Untuk menangani kasus seperti ini, hakim juga harus mengedepankan hati nuraninya.

ddd
Kamis, 5 Januari 2012, 17:52
KH Said Aqil Siradj
KH Said Aqil Siradj (VIVAnews/Irvan Beka)

VIVAnews - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj menyatakan bersimpati kepada AAL, terdakwa kasus pencurian sandal milik anggota polisi, Briptu AR. Menurut dia, untuk menangani kasus seperti ini, hakim juga harus mengedepankan hati nuraninya.

"Mencuri sandal itu tetap salah. Tapi hukuman yang diberikan kepada seorang pencuri sandal harus adil, harus mengutamakan kemanusiaan," kata Said Aaqil usai pembukaan NU Expo 2012 di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis 5 Januari 2011.

Dia mengaku prihatin atas penerapan hukum di Indonesia. Pasalnya, vonis hakim di pengadilan dinilai belum memberikan rasa keadilan buat rakyat.

Dia menambahkan, dalam beberapa kasus, hukuman untuk para pencuri, seperti pencuri sandal ini lebih berat dari pada para koruptor. Padahal korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa.

"Kalau koruptor dihukum dua atau tiga tahun, sementara pencuri sandal dihukum lima tahun. Itu akan sangat menyakitkan. Itu sangat menyinggung rasa kemanusiaan," ujar dia.

Sebelumnya, hakim Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah menjatuhkan vonis bersalah untuk AAL. Hakim menjatuhkan hukuman agar AAL dikembalikan kepada orangtuanya untuk dibina.

Sebelumnya, pemerhati anak, Seto Mulyadi menyayangkan vonis ini. Menurut dia, harusnya AAL bebas murni.

Menurut dia, AAL layak divonis bebas murni karena tidak ada bukti-bukti yang menunjukkan pencurian itu. "Barang bukti yang dihadirkan di persidangan bukan sandal yang dianggap hilang oleh Briptu AR. Saat dicoba dipakai oleh Briptu AR, sandal yang jadi bukti itu terlalu kecil, tidak muat. Jadi itu bukan sandal yang dicuri," ujar Seto. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
habibie82
07/01/2012
hukum harus berdasarkan hati nurani..... namun di negara ini.. jika hukum melibatkan penegak hukum, atau orang yang berpengaruh, maka banyak alasan untuk menghentikannya...banyak berita polisi narkoba, menganiaya, dan sebagainya... tapi kasusnya hilang?
Balas   • Laporkan
alterakunsinyo
06/01/2012
Nyuri tetap aja bersalah, harus dihukum sesuai dengan tingkat kejahatannya,
Balas   • Laporkan
koerzhiga
06/01/2012
Yg mencuri siapa ? coba buktikan barang siapa yang dicuri .... siapa tahu sandal yang diambil itu cuma sandal yang dibuang terus diambil (jw: diopeni) untuk dimanfaatkan, karena msh cukup baik ... pakailah logika, siapa yg kehilangan, siapa yg dirugikan ?
Balas   • Laporkan
ciung36
05/01/2012
bnyk yg ngemeng kalo negara kita negara hukum..... hukum apa?siapa?yg mana?dimana?buat siapa?
Balas   • Laporkan
koranibu.dilamengas
05/01/2012
salah kita semua membiarkan pilihan kita pada iklan-iklan politik yang membawa kita terlena menanti pemberian ....belas kasihan .....dan.....lain-lain
Balas   • Laporkan
farid97
05/01/2012
Hukum hanya buat rakyat............ Buat pejabat dan orang kaya tak bisa....... Memalukan sistem dan penagak hukum di negeri Indonesia ini,dan ingat,Hanya ada di Indonesia yg beginian....? Sby dan para penegak hukum sdh kehilangan rasa malu..!! muak...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com