NASIONAL

Polisi Tutup Kasus Kematian Adesagi

Polisi tak menemukan tanda-tanda kriminalitas dalam kematian desainer muda ini.

ddd
Kamis, 5 Januari 2012, 12:35
Adesagi Kierana dan Randy Yan
Adesagi Kierana dan Randy Yan (Facebook)

VIVAnews - Polisi menghentikan pengusutan kasus kematian desainer muda Ade Chandra Kirana Sagi atau Adesagi Kierana dan rekannya, Randi Yan. Hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada tanda-tanda kriminal yang menyebabkan kematian keduanya.

"Hasil otopsi menunjukkan mereka meninggal karena keracunan gas karbon monoksida," kata Kasat Reskrim Polresta Bandung, AKBP Widjanarko saat berbincang dengan VIVAnews.com, Kamis 5 Januari 2012. "Jadi, mau dilanjut bagaimana, kami tidak menemukan tanda-tanda kriminal."

Widjanarko mengatakan, polisi telah berupaya maksimal mencari tahu penyebab kematian Adesagi dan teman prianya itu. Termasuk kemungkinan adanya unsur kriminal. "Tapi, sejauh ini tak ada tanda-tanda itu," katanya.

Polisi, dia melanjutkan, juga sudah memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kematian Adesagi tersebut. "Beberapa saksi susah memberikan keterangan, termasuk pemilik rumah. Tapi, tidak ada keterangan ke arah kriminalitas," ujar dia.

Untuk itu, polisi berkesimpulan bahwa Adesagi dan teman prianya itu tewas karena menghirup gas karbon monoksida di kamar mandi. "Kami hanya menemukan tanda-tanda keracunan itu. Dan diperkuat visum dokter," kata Widjanarko.

Namun, dia menambahkan, polisi tidak menutup kemungkinan untuk membuka kembali kasus ini jika suatu saat ditemukan bukti-bukti lain yang menunjukkan adanya tindakan kriminal. "Kemungkinan itu selalu terbuka. Tapi, kasus ini kami hentikan karena tidak ada bukti kriminalitas," kata dia.

Adesagi dan teman prianya ditemukan tewas di Bandung pada Minggu 1 Januari 2012. Mereka ditemukan tewas di kamar mandi.

Di lokasi temuan mayat, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Antara lain obat-obatan yang tidak mematikan seperti obat sakit kepala dan masuk angin. Polisi juga menemukan dua kondom bekas pakai. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dododududidiable
05/01/2012
Mereka Tewas, karena terlalu lama maen kuda-kudaan....
Balas   • Laporkan
bupul | 15/01/2012 | Laporkan
betul bro... kuda jantan vs keledai jantan...ha.ha.ha
syariat
05/01/2012
kalau enggak ditutup kasusnya mau menuntut malaikat pencabut nyawa...?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id