NASIONAL

Kelak, Menteri Akan Didorong Pakai Mobil SMK

"Kiat Esemka itu masih prototipe, belum banyak suku cadang, sehingga berisiko."

ddd
Selasa, 3 Januari 2012, 15:34
Mobil dinas Jokowi rakitan anak SMK.
Mobil dinas Jokowi rakitan anak SMK. (VIVAnews/ Fajar Sodik)

VIVAnews - Keputusan Walikota Solo, Joko Widodo, dan wakilnya, FX Hadi Rudyatmo, menyingkirkan Camry lama mereka dan menggantinya dengan "Kiat Esemka", melambungkan mobil hasil rakitan siswa SMK dan bengkel Kiat, Klaten itu. Jadi terkenal.

Saat dimintai tanggapan soal keputusan pemimpin Kota Solo itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, mengaku sangat bangga. Menurut dia, langkah Jokowi merupakan bentuk penghargaan yang tinggi terhadap dunia pendidikan.

"Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sangat mengapresiasi, di antaranya menggunakan produk kami (SMK),  di antaranya yang sudah saya pakai, laptop," kata Nuh di Kantor Presiden, Selasa 3 Januari 2012.

Hal senada disampaikan Menteri UKM Syarif Hasan. Ia mengaku pernah meninjau dua sekolah asal para perakit muda itu, SMK 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta. "Saya tahunya kemampuan mereka assembling bagus, alat press body-nya itu mereka punya," ujarnya.

Artinya, langkah Jokowi patut ditiru pejabat lain?

"Begini, soal tiru meniru itu kan masalah kedua, lebih bagus bagaimana kita mendorong adik-adik kita ini kewirausahaanya semakin tumbuh," ujar politisi Demokrat itu.

Menurut dia, mobil "Kiat Esemka" itu masih prototipe, belum banyak suku cadang, sehingga berisiko bila banyak pejabat yang pakai. "Karena ini kan baru prototipe, kalau itu diharuskan pejabat lain memakai, kalau tiba-tiba ada kerusakan, sulit kan. Paling tidak, itu semangat yang baik," ujarnya.

Dia pun berharap, produk tersebut diteruskan hingga produksi massal. "Kalau sampai nanti produk massal, kita lihat saja. Sudah dibikin, suku cadang terjamin kita dorong lah, menteri-menteri suatu saat memakai ini," ujarnya.

Menurut Syarif, banyak cara menghargai kreatifitas tersebut. Antara lain memberi sokongan dana agar kreatifitas itu terus tumbuh.

Namun, Syarif mengungkapkan kementerriannya tidak memiliki cukup dana di dari APBN untuk membantu pembuatan produk itu secara massal. "Tolong tulis, kalau Menteri UKM perlu tambahan dana di APBN untuk dorong UKM," kata dia.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
jomblo97
08/01/2012
buat versi militernya.tentu yg lebih baik/tangguh dr versi sipil.4x4,snorkel anti banjir,runflat tire,bodi & kaca anti pelor,mesin 4,2L.suspensi independence,test di medan extrem.TNI kita butuh mobil yg baru yg tangguh tapi lbh murah dari mobil impor.
Balas   • Laporkan
dr.pukimak
03/01/2012
mana mau pejabat kita menggunakan mobil ini, belum ketauan uji kelayakan mesinnya, menurut aku sbg dr.pukimak desainnya kurang elegan masih ngejiplak model honda atw toyota...
Balas   • Laporkan
tonisaja | 06/01/2012 | Laporkan
dr. pukimak ini, jangan jangan bukan orang indonesia neh, kagak pengen bangsanya bangkit
bosnya_martole | 03/01/2012 | Laporkan
ini pasti bibit,,
tsuparto
03/01/2012
Malaysia punya proton kenapa kita kalah....... banyak orang pintar dinegeri ini, sayang kl untuk urusan bgni uang APBN susah turun, sb lebih baik untuk proyek kemudian bisa dikorup untuk partai politik masing2.
Balas   • Laporkan
rpg7
03/01/2012
Mentri yang aneh, masa kasih jawaban agar para pejabat meniru jokowi seperti itu?? Lah kalo wirausaha dikembangkan tp pejabat gak mo pake dan lebih suka impor sama aja boong....
Balas   • Laporkan
maya87
03/01/2012
ayo smk, skrg rakit dulu...lama kelamaan kl dh master bikin mesin sendiri....
Balas   • Laporkan
maya87
03/01/2012
seharusnya RI1 juga pakai mobil buatan anak SMK....memalukan dong RI1 masih pakai mobil buatan luar padahal anak bangsa bisa membuat mobil sendiri....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com