NASIONAL

Gubernur: Syiah vs Sunni Madura Konflik Lama

Berawal dari konflik keluarga. "Hingga akhirnya merembet ke persoalan agama."

ddd
Kamis, 29 Desember 2011, 20:36
Pembakaran pesantren di Madura
Pembakaran pesantren di Madura (ANTARA/Saiful Bahri)

VIVAnews - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo minta aparat kepolisian melakukan pendekatan secara persuasif dalam menangani konflik antara kelompok Sunni dan Syiah di Sampang, Madura.

"Pendekatan persuasif merupakan langkah paling bijak. Meski tak bisa diredam dalam waktu dekat, tapi inilah yang membuat konflik bisa berakhir," ujar Soekarwo, Kamis 29 Desember 2011.

Soekarwo berharap, pihak keamanan bisa mencegah meluasnya aksi kekerasan dan menengahi pertikaian kedua kubu. "Terkait itu kami telah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim," lanjutnya.

Pemprov Jatim juga akan bertemu dengan tokoh-tokoh agama di beberapa daerah sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi konflik serupa.

Dijelaskan dia, konflik dua kelompok yang berujung pada pembakaran kompleks pesantren Islam Syiah, Nangkernang, Sampang, sejatinya berawal dari masalah keluarga, dan sudah berlangsung lama.

Pihaknya mengaku, bersama Majelis Ulama Indonesia dan Pemerintah Sampang, sudah berusaha mendamaikan kedua kelompok tersebut. "Dulu sudah kami lakukan pendekatan. Itu kakak beradik terlibat konflik yang tak kunjung terselesaikan. Hingga akhirnya merembet ke persoalan agama," kata Pakde Karwo, nama akrabnya.

Sebelumnya, MUI Jatim menyarankan warga Syiah di wilayah tersebut agar direlokasi ke tempat lebih aman. "Konflik itu akan terus terjadi, jalan keluarnya kelompok itu harus dipindah," kata Ketua MUI Jatim Abdussomad Buchori.

Seperti diketahui, pesantren milik warga Syiah di Nangkernang, Sampang, Madura dibakar massa, Kamis 29 Desember 2011, sekitar pukul 9.15 WIB.

Tak hanya tempat ibadah, beberapa rumah warga juga turut dibakar massa. "Ada tiga buah rumah, dan satu musala yang notabene ditempati kelompok Syiah dibakar," kata Kepala Bidang Humas Polda jatim, Kombes Pol Rahmad Mulyana kepada VIVAnews.com.

Massa juga akan membakar sejumlah rumah lainnya. Namun usaha itu dicegah oleh aparat. (Laporan Tudji Martudji, Surabaya).



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
syariat
30/12/2011
kalau yang satu ngaku benar dan yang lain dianggap salah dan harus diperangi... maka hancurlah islam di Indonesia. kita jangan terpengaruh para provokator ini yang belum tentu juga islam beneran....
Balas   • Laporkan
gus_joyo
30/12/2011
belum aja syi'ah unjuk gigi...kalo dah tau kedoknya,siapa muslim sejati yang gak geram melihatnya, lihat di Iran (pusatnya Syi'ah) masjid2 sunni di ratakan, sinagog, gereja, vihara di ijinkan. tunggu aja di indo besok...BOOOM,aksi syi'ah meledak,,
Balas   • Laporkan
jerry_ryan | 30/12/2011 | Laporkan
Anda Jangan Mudah TerProvokasi Oleh Berita2 Hasil ProPaganda Negara2 Barat, Yg Ingin Memecah Belah Umat ISLAM!!!!!
jerry_ryan | 30/12/2011 | Laporkan
Anda Jangan Mudah TerProvokasi Oleh Berita2 Hasil ProPaganda Negara2 Barat, Yg Ingin Memecah Belah Umat ISLAM!!!!!
muslim88 | 30/12/2011 | Laporkan
betul gus joyo,kalo dibiarkan akan ada pembantaian besar2 an
syariat
30/12/2011
akibat ulah provokator seperti Ferhad Akbar dkk dari Medan yang gencar menyesatkan aliran Syiah... sehingga sesaama saudara muslim terpancing untuk selalu bermusuhan. (lihat facebook ferhad akbar) isinya meyahudikan syiah...
Balas   • Laporkan
bio13
30/12/2011
Kalo maslah lama, kemana aja kerja pemprov dan kabupaten? Gak ngurusin maslah rakyatnya?
Balas   • Laporkan
babonn
29/12/2011
Islam sejak dulu menghargai perbedaan pendapat. Bukankah ulama 4 madzhab Syafii, Hanafi, Maliki, Hambali juga berbeda satu sama lain? tapi mereka saling menghargai. Perbedaan itu rahmat.
Balas   • Laporkan
bio13 | 30/12/2011 | Laporkan
syiah diluar madzab 4 itu bro, terlebih karena mencaci maki para sahabat nabi kecuali Ali ra.
kun19
29/12/2011
MUI itu bertindak seperti preman aja! istilah pindah ketempat lain, sama aja usir, yang benar kalau kalau itu Manusia beradab "Tuhan" dan Keadilan harus ditegakkan, yang salah ya salah kalau benar ya benar!... Semua harus diselesaikan oleh Hukum Negara.
Balas   • Laporkan
bio13 | 30/12/2011 | Laporkan
ngomong apa sih loe? Ndeso!
5777
29/12/2011
sama sama muslim kok ribut agama mengajarkan kita berbuat baik bukan malah bentrok kaya gitu bung kan sama sama rugi coba semua sabar diselesaikan dg kekeluargaan pasti asyik
Balas   • Laporkan
bio13 | 30/12/2011 | Laporkan
Gak sama bro, tp setutju diselesaikan baik baik


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com