NASIONAL

Pembakaran Pesantren Syiah Di Madura

MUI Jatim: Syiah di Madura Seperti Bom Waktu

"Konflik itu akan terus terjadi, jalan keluarnya kelompok itu harus dipindah."

ddd
Kamis, 29 Desember 2011, 16:30
Rumah Ibadah Dibakar
Rumah Ibadah Dibakar (Antara/ Ibor)

VIVAnews - Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, KH Abdusshomad Buchori menyebut peristiwa pembakaran musala dan rumah penganut Syiah di Dusun Nangkrenang, Sampang, Madura, Jawa Timur sebagai bom waktu yang telah meledak.

Pihaknya menyarankan agar pengikut kelompok itu dilokalisir atau dipindahkan ke tempat khusus. Selain untuk menghindari konflik berkepanjangan, juga karena kelompok itu mempunyai keyakinan berbeda yang mudah menyulut kemarahan warga.

"Konflik itu akan terus terjadi, jalan keluarnya kelompok itu harus dipindah," kata KH Abdusshomad Buchori saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis, 29 Desember 2011.

Menurutnya, sudah sejak lama warga Madura menginginkan agar penganut Syiah hijrah, tidak berdiam di sana. "Mengembangkan Syiah di Madura memang berat dibandingkan dengan daerah lain. Sebab, mayoritas warga tidak menyetujuinya," katanya.

Selama Syiah masih ada di Sampang, kata Abdusshomad, maka akan terus menimbulkan masalah. "Sebaiknya, Syiah yang tahu diri," imbuhnya.

Abdusshomad menuturkan, paham Syiah di Indonesia tidak berkembang besar. Sebab, katanya, kalau Syiah kuat ada kemungkinan akan merebut kekuasaan. Kekuasaan, ditambahkannya, memang menjadi program dan paham Syiah di seluruh dunia.

"Seperti yang terjadi di Iran. Disana Syiah dan Sunni sama-sama besar sehingga sering terjadi konflik," urainya.

Sebelumnya, MUI Jatim telah mengeluarkan saran kepada pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai keberadaan Syiah.

"Sebaiknya penganut Syiah dilokalisir saja. Tidak bermasyarakat dengan warga lain yang berpaham beda. Dan ini menjadi tugas pemerintah," tegasnya.

Terhadap aksi pembakaran, MUI Jatim menginstruksikan MUI Sampang turun ke lokasi peristiwa mengupayakan suasana kondusif. Perwakilan MUI Jatim yang rumahnya di Madura juga diperintahkan meninjau lokasi guna ikut meredam provokasi yang mungkin akan muncul kembali.

Disinggung mengenai, adanya perbedaan paham. Seperti diantaranya, sistem ibadah yang berbeda, penerimaan nikah mut’ah (kontrak), dan adzan yang ditambah. "Adzan mereka itu ditambahi dengan kalimat ‘hayya ala khoiril amal’ dan ‘ashanu an aliyyan waliyullah’. Bagi masyarakat non Syiah, sudah tentu ini melenceng," ujar Shomad.

Aliran Syiah juga ada bermacam-macam. Mulai yang ekstrim, sampai yang hampir menyerupai Sunni. Di Jatim, mereka tersebar di Bangil, Pasuruan, Bondowoso, Madura, dan beberapa di daerah timur Jatim.

Apakah MUI Jatim mengeluarkan fatwa sesat untuk Syiah? Shomad menandaskan, selama ini MUI belum pernah mengeluarkan fatwa tersebut.

"Yang berwenang pemerintah pusat. Kami di Jatim hanya sekedar menyampaikan pertimbangan. Ya seperti nasehat sebaiknya mewaspadai
Syiah ini," ujar dia. (eh)

Laporan : Tudji Martudji | Surabaya



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
mahadewa
03/01/2012
Dibanyak forum banyak orang Islam sunni indonesia membela mati2an negara Iran sejak dinyatakan memiliki potensi nuklir di negera Iran. Iran mayoritas Syiah, tp di indonesia syiah merupakan aliran yng berbeda dari Islam dan bukan Islam dan ada kitab sendr
Balas   • Laporkan
dedeh
31/12/2011
sayang di sini kita tidak bisa berkomentar banyak,seandainya bisa,akan saya buktikan segala kesesatan syiah yang melebihi kesesatan ahmadyiah,kesesatan pesantren aljaytun (nii panji gumilang),bahkan syiah itu lebih sesat dari komunis,
Balas   • Laporkan
alfiah
30/12/2011
di dunia ini cuma ahlussunah yang benar sampe2 ngebunuh cucu yg paling di cintai rosullulah juga di benarkan
Balas   • Laporkan
tahta99 | 14/02/2012 | Laporkan
lo kemakan hadist palsu bikinan imam palsu syiah..insaflah..
jerry_ryan | 30/12/2011 | Laporkan
Benar!!!!!, Itulah Yg Di Lakukan Oleh Pemimpin SUNNI Yg Bernama "MUAWIYYAH".
bordur
30/12/2011
saya heran dgn org2 yg sangat mengagung2kan sunni, klo org indonesia mayoritas sunni? koq gak maju2? iran yg syiah berani menandingi hegemoni barat? jd yg salah bkn syiah atau sunni na! tp ya dr para pemelukna,sdh mengaplikasikan ajaran dgn bener ap blum!
Balas   • Laporkan
situkang | 31/12/2011 | Laporkan
kamu itu SYIAH YA?
jerry_ryan | 30/12/2011 | Laporkan
Benar!!!!, Negara2 Yg Mayoritas SUNNI, Ga Ada Yg Maju, Karena Jadi Antek2nya Negara Barat!!!!!!
blue_demon
30/12/2011
konsistensi pemerintah lemah dalam menegakkan NKRI..klo ada yg macam2 n mengancam NKRI..lgsg ditindak.. ato ini semacam pembiaran untuk pengalihan isu2 yg lebih besar? masyarakat sibuk saling bakar n perang saudara..koruptor trus sibuk makanin duit rakyat
Balas   • Laporkan
brad pitt
30/12/2011
iran dan indonesia kan beda. kalo di iran perbedaan aliran dijadikan komoditas politik utk memperebutkan wilayah kekuasaan. smntara di indonesia islam kan aliran agama yg satu. bkn utk perang. jujur saja sya suka malu sbg org islam lht kita ribut sndiri
Balas   • Laporkan
gus_joyo | 30/12/2011 | Laporkan
buka matamu kang, perselisihan ini bukan krn perebutan wilayah/kekuasaan...tetapi karena keyakinan yg mendasar (aqidah).Sejarah hitam Syi'ah sudah begitu banyaknya tetapi dunia mengelabui mata2 rabun seperti anda
babonn
29/12/2011
Hati-hati juga thd pengalihan isu. Ingat, sekarang lg hangat di bahas kasus Nazarudin, Nunun, dan Century. Biasanya selalu dimunculkan konflik horizontal untuk mengalihkan isu. Termasuk yg di Bima dan Mesuji.
Balas   • Laporkan
edisonsinaga | 30/12/2011 | Laporkan
serasa gampang aja bilang : pengalihan isu...baca dulu sampai tuntas beritanya masbro
brad pitt | 30/12/2011 | Laporkan
ah lo terlalu parno aja..udh jelas ini kasus udh ada dr dulu yg dibiarin jd bsar. ga ada kaitannya ama nazarudin dll
dedeh
29/12/2011
SYIAH JELAS JELAS BUKAN ISLAM,KARENA SANGAT JAUH BERBEDA AJARANNYA DENGAN ISLAM,SYIAH ITU SEPERTI AHMADIYAH (YG NGAKU ISLAM DENGAN TUJUAN MENGHANCURKAN ISLAM ) SUDAH BUKAN BUKAN RAHASIA UMUM BAHWA AJARAN SYIAH SANGAT SESAT MELEBIHI KOMUNIS MAU BUKTI !!!
Balas   • Laporkan
jerry_ryan | 30/12/2011 | Laporkan
Anda Jangan Mudah TerProvokasi Oleh Berita2 Hasil ProPaganda Negara2 Barat, Yg Ingin Memecah Belah Umat ISLAM!!!!!
robbyf | 30/12/2011 | Laporkan
belajar sejarah islam lagi boss.....!!
babonn
29/12/2011
Islam sejak dulu menghargai perbedaan pendapat. Bukankah ulama 4 madzhab Syafii, Hanafi, Maliki, Hambali juga berbeda satu sama lain? tapi mereka saling menghargai. Perbedaan itu rahmat.
Balas   • Laporkan
jerry_ryan | 30/12/2011 | Laporkan
Kalo Ada 4 Ulama Mahzhab, Manakah Yg Benar Ajarannya Dari Ke-4 Ulama Mahzhab Itu, Karena Ajarannya Masing2 Berbeda?????????
bento2012 | 30/12/2011 | Laporkan
Kalo pembantaian Ali itu jaman apa ya? Setiap aliran pasti punya sejarah kelam dengan kekerasan, termasuk Islam. Tetapi apakah pengikutnya mau belajar dari sejarah atau memilih mengulang sejarah...
alfiah | 30/12/2011 | Laporkan
wadus masal perbedaan ko di debat kan....eman ente tau yang mana yg islam nya benar yang mana yang salah? ente kan ga hidup di zaman rosullulah, jadi biar Al-Quran jadi pegangan kita masing-masing.Di Situ ga di ajarkan bakar membakar bos
ini_aziz
29/12/2011
Nih dr wikipedia: "Kebanyakan penduduk Iran adalah muslim, di mana 90% Syiah dan 8% Sunnah Wal Jamaah. 2% lagi adalah penganut agama Baha'i, Mandea, Hindu, Zoroastrianisme, Yahudi dan Kristen."
Balas   • Laporkan
dedeh | 29/12/2011 | Laporkan
SYIAH JELAS JELAS BUKAN ISLAM,KARENA SANGAT JAUH BERBEDA AJARANNYA DENGAN ISLAM,SYIAH ITU SEPERTI AHMADIYAH (YG NGAKU ISLAM DENGAN TUJUAN MENGHANCURKAN ISLAM ) SUDAH BUKAN BUKAN RAHASIA UMUM BAHWA AJARAN SYIAH SANGAT SESAT MELEBIHI KOMUNIS MAU BUKTI !!!


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com