NASIONAL

Anggota DPR: RI Tidak Perlu Beli Tank Leopard

Niat Indonesia membeli tank dari Belanda itu juga ditolak oleh parlemen setempat.

ddd
Jum'at, 16 Desember 2011, 09:58
Tank Leopard 2A6 buatan Jerman
Tank Leopard 2A6 buatan Jerman (http://military-weapon.blogspot.com)

VIVAnews – Parlemen Belanda menolak pemerintah mereka menjual tank Leopard, yang tak lagi dipakai, ke Indonesia. Alasannya, rekam jejak Indonesia dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) masih dipandang buruk. Belanda khawatir tank-tank buatan Jerman itu akan digunakan tentara Indonesia untuk menghadapi para demonstran.

Terlepas dari penolakan parlemen Belanda itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan keamanan dan hubungan luar negeri, Tubagus Hasanuddin, menyatakan bahwa pemerintah Republik Indonesia membutuhkan dana yang tidak sedikit bila benar-benar berniat membeli tank-tank Leopard tersebut.

“Untuk beli 44 tank Leopard, butuh US$280 juta,” kata politisi PDIP itu. Tubagus mengatakan, Leopard memang tergolong tipe tank yang paling canggih, dengan kapasitas 62 ton.

Namun kapasitas tank yang berat inilah yang membuat rencana pembelian tank tersebut kontroversial dan menjadi perdebatan di antara ahli-ahli sistem persenjentaan RI.

“Ini banyak dipersoalkan, karena kapasitas tank Leopard dianggap terlalu berat. Padahal, jalanan di Indonesia memiliki daya tahan dengan kapasitas rendah. Tank seberat 62 ton akan sulit bergerak di jalanan di Indonesia,” papar Tubagus kepada VIVAnews, Jumat 16 September 2011. Oleh karena itu, ia meminta rencana pemerintah untuk membeli tank tersebut dikaji ulang.

“Harus dicari solusi yang paling cocok,” ujar Tubagus. DPR sendiri, menurutnya, bahkan tidak tahu-menahu soal rencana pembelian tank Leopard ini. Ia mengatakan, hal tersebut belum pernah dibahas antara pemerintah dengan Komisi I DPR. “DPR tahunya, tiba-tiba pemerintah pilih beli Leopard dengan uang pinjaman luar negeri. Karenanya ini jadi perdebatan,” imbuh Tubagus.

Ia menjelaskan, pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) haruslah dengan persetujuan DPR. “Memang soal teknis itu urusan user (TNI), tapi menyangkut teknis harga dan pertimbangan politik, harus ada persetujuan DPR agar setiap rupiah yang dibelanjakan bisa dipertanggungjawabkan kepada rakyat, dan bermanfaat bagi rakyat,” kata dia.

Penolakan Belanda

Parlemen Belanda, Tweede Kamer, menolak menjual tank Leopard ke Indonesia, dengan alasan tidak ingin terlibat dalam pelanggaran HAM yang menurut mereka kerap terjadi di Indonesia. Mosi penolakan penjualan tank Leopard ke Indonesia, disampaikan oleh dua partai Belanda yang duduk di parlemen.

Kedua partai itu adalah Partai Kristen Demokrat (CDA) dan Partai Liberal Konservatif (VVD). Meski dua partai ini yang resmi menolak penjualan tank Leopard ke RI, sebetulnya penolakan awal justru muncul dari Partai Kiri Hijau (Groelinks). “Kita tahu mereka (RI) telah memporak-porandakan Aceh, Timor-Timur. Baru-baru ini juga terjadi kerusuhan di Papua,” kata Arjan El Fassed dari Partai Kiri Hijau, seperti dikutip Radio Nederland Siaran Indonesia, Rabu 14 Desember 2011 kemarin lusa.

Padahal, pemerintah Belanda lah yang meminta parlemen Belanda untuk menyetujui penjualan tank Leopard ke Indonesia. Minat Indonesia atas tank Leopard Belanda sebetulnya mendapat sambutan postif pemerintah Belanda, yang segera mengutus Menteri Pertahanan mereka, Hans Hillen, untuk menyampaikan hal tersebut kepada Tweede Kamer.

Kementerian Pertahanan Belanda ingin menjual tank-tank Leopard lama mereka kepada Indonesia, sebagai bagian dari langkah penghematan besar-besaran. Pasca penolakan Belanda, pengamat militer Indonesia Salim Said mengaku terkejut dengan keputusan Belanda itu. Menurutnya, keputusan itu berpotensi mengganggu hubungan bilateran kedua negara.

Apalagi, kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah membatalkan kunjungannya ke Belanda beberapa waktu lalu. “Pasti (penolakan penjualan tank itu) akan berdampak. Apalagi situasi papua sedang menghangat. Banyak kecurigaan dari Indonesia bahwa ada elemen-elemen Belanda yang masih bermain di Papua,” terang Said. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
prastanov
18/02/2012
beli kursi mewah dan beli bahan toilet anggota dewan saja ya...?
Balas   • Laporkan
pras57
30/01/2012
yg bikin negara ini diremehin bukan karena alat militernya byk yg rusak tapi moral & mental orgnya byk yg rusak. perbaiki dulu tuh moral & mental baru perbaiki alat militernya.
Balas   • Laporkan
bacox_silent
26/01/2012
susah nih DPR ini.. pdhl ini pnting bt pertahanan ke amanan nusantara hrsnya mmberikan sinyal posotif.. DPR tuh kalo bt proyekan pmbangunan baru mnyetujui soalnya dpt income... dasar DPR nih klo buat WC z bs..
Balas   • Laporkan
error_bandit
19/01/2012
DPR apa ceperan dari "OBAT KUAT, KALENDER, PEWANGI, KURSI IMPOR, TOILET, dlllll" belum cukuppp apa????? heh rakyat! dengerin omongan DPR sama aja dengerin omongan!!!
Balas   • Laporkan
t.r.o.y
19/01/2012
mnurut ane ini momen yg pas..krna EROPA & BELANDA sdang di Landa krisis sampai2 mrka Jual aset Prtahanan mreka.. Second bkn brarti ga bagus Kualitas tp Second dlm hal ini krna keadaa,, kikta beli dulu bru kita kembangkan sndri mlalui riset..
Balas   • Laporkan
flashfire
05/01/2012
Sudahlah, bikin sendiri aja.... Bisa?!?!?!?!
Balas   • Laporkan
t.r.o.y | 19/01/2012 | Laporkan
emg bikin TANK,Pesawat Tempur kya bikin Kerak telor?? 1 jam jd?? kita butuh RISET dan Dana Riset lbh besar dri pda Beli..jg kita butuh Sample utk di kembangkan Lg..ini mw beli aja Pda ribut apa lg ntr klo Riset tmbh Ribut..
princessjava | 16/01/2012 | Laporkan
bikin sendiri bisa, persoalannya teknologi sekelas MBT butuh waktu lama untuk di kuasai SDM kita, terus mau nunggu sampai kapan?sampai dijajah lagii??
varduxx
18/12/2011
Dasar Kompeni,..negara penjajah aja sok bicara HAM. bullsit....! ratusan tahun kau bantai rakyat kami. HAM lo mane? HAMBURGER x
Balas   • Laporkan
gue.doang
16/12/2011
mending beli tank merkava israel, udah battle proven lagi...daripada beli tank bekas...
Balas   • Laporkan
ber_koar
16/12/2011
untuk apa bnyak snjta gan, perang jg gak ada.. akhirnya kratan smua tu snjta.. jd besi tua.. klau indonesia yg bli pling untuk bntai rakyatnya sndri.. papua, aceh, mesuji, timor timor.. bsok daerah mn lg yg d bntai..
Balas   • Laporkan
bacox_silent | 26/01/2012 | Laporkan
hehe.. masa hrs nunggu perang dl bro.. ini bt persediaan ini pnting indonesia tuh kalah sama vietnam dan thailand,singapore negara kecil tp punya tank bnyk.
protester
16/12/2011
Kl LEO g boleh kn msh ada LECLERC, K2 BLACKPANTHER ato T90/80. Asal jgn yg MONKEY MODEL kyk negeri SONORA..,HEHE Ada lg yg kualitasnya sama : MERKAVA MARK III/IV. Berani g y pemerintah bikin operasi BETA (lnjutan oprasi ALPHA).,.,wkekekekek wani piroooo?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com