NASIONAL

Amuk Tambora Masih Hantui Penduduk NTB

BPBD NTB mewaspadai Gunung Tambora sebagai salah satu potensi bencana besar.

ddd
Senin, 12 Desember 2011, 17:38
Gunung Tambora
Gunung Tambora (Google earth)

VIVAnews -- Gunung Tambora merupakan salah satu dari tiga Gunung yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dua Gunung lainnya adalah Rinjani yang berada di sebelah timur pulau Lombok dan Sangeang Api di Bima.

Mengapa momok? Itu tak lepas dari sejarah Tambora yang pernah meletus dahsyat pada tahun 1985. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mewaspadai Gunung Tambora sebagai salah satu potensi bencana besar yang dapat melanda masyarakat NTB terutama warga yang tinggal di Pulau Sumbawa.

Kepala BPBD NTB, Husnuddin Achsyid mengatakan, letusan Gunung Tambora tercatat pernah membuat gelap langit  Dampaknya terasa hingga belahan dunia lain baik di Eropa dan Amerika Utara. "Letusa Tambora menjadi salah satu bencana besar yang patut kita waspadai bersama.

Gunung itu pernah mencatat sejarah menakutkan, 2/3 dunia tertutup oleh abu vulkaniknya, "kata Husnuddin usai pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana yang dipusatkan di eks Bandara Selaparang Mataram, Senin 12 Desember 2011.

Tak hanya meniadakan musim panas di Amerika Utara dan Eropa, akibat lebih parah menimpa warga yang bermukim di sekitar Gunung Tambora tersebut. Tercatat tiga dinasti kerajaan saat itu yakni Kerajaan Tambora, Pekat dan Kerajaan Sanggar terkubur material yang menyembur dari perut Tambora.

Saat ini, Tambora belum mati. Pada tanggal 30 Agustus sampai 6 September 2011 Gunung Tambora kembali mengejutkan menyusul terjadi peningkatan aktivitas kegempaan. Gempa vulkanik dalam antara 5-15 kali, gempa vulkanik dangkal 1-7 kali, gempa tektonik lokal 1-4 kali, gempa tektonik jauh 2-13 kali, gempa low frekuensi 1-6 kali disertai getaran tremor dengan amplitude 0.5 sampai 9 mm (dominan 1mm) tiap harinya.

Selanjutnya pada tanggal 7 September 2011 terjadi peningkatan yang signifikan pada aktivitas kegempaan terutama gempa vulkanik dalam terekam 32 kali kejadian hanya dalam rentang waktu 6 jam dan vulkanik dangkal yang dikhawatirkan akan memicu peningkatan aktivitas  vulkanik yang lebih besar.

Bahkan pada 5 September 2011 terlihat adanya hembusan asap kawah berwarna putih tipis setinggi 10 meter dari bibir kawah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pun saat itu menaikkan status Gunung Tambora dari waspada  menjadi siaga level III. "Teror" pun berlanjut, kenaikan status itu membuat ratusan warga yang tinggal disekitar lereng Tambora mengungsi. Terlebih beredar "isu" Gunung bersejarah itu akan meletus membuat warga yang tinggal di Mataram pun juga panik.

"Namun hingga saat ini kami tetap mengimbau masyarakat NTB untuk tenang dan tidak terpancing isu Tambora meletus,"kata Husnuddin.

Langkah Antisipasi

Terkait dengan ancaman bencana besar Tambora itu, BPBD NTB menyiapkan berbagai strategi untuk mengevakuasi ribuan warga Bima dan Dompu yang bermukim di sekeliling Tambora.

Terdapat tiga kawasan rawan bencana di Gunung Tambora yang terdiri dari kawasan rawan bencana I yang berada di radius 8 kilometer, kawasan rawan bencana II di radius 5 kilometer dan kawasan rawan bencana III di radius 3 kilometer.

Bahkan masyarakat yang tinggal di kawasan aliran sungai baik yang berada di Bima maupun Dompu juga harus waspada jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan frekuensi yang menimbulkan hembusan lava pijar.

Sesuai dengan peta Gunung Tambora per tahun 2008 terdapat delapan aliran sungai yang dapat dialiri lahar dingin. Kedelapan sungai tersebut, di antaranya Sori Tetangga, Sori Lahomo, Sori Anuaru/ Qirae,  Sori Kanconge, Sori na'a, Sori  Sumba/Kalate, dan Sori Maladi.

BPBD NTB juga membuat peta jalur evakuasi terhadap warga. Dua jalur evakuasi tersebut yakni dari Kecamatan Pekat menggunakan jalur darat menuju Desa Kempo. Jalur lainnya yakni dari Kecamatan Tambora ke Desa Piong yang berjarak 50 kilometer dapat ditempuh dalam waktu 2 jam.

"Yang intinya adalah percepat evakuasi untuk meminimalisasi korban jiwa. Kami sudah membuat peta jalur evakuasi untuk bencana letusan Tambora,"ujar Husnuddin. (ren)

Laporan: Edy Gustan|Mataram



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com