NASIONAL

6 Ibu Hamil di Bekasi Terjangkit HIV/AIDS

Kebanyakan tertular dari suami. Tragisnya, ada yang tak sadar virus itu ada di tubuhnya.
Kamis, 27 Oktober 2011
Oleh : Elin Yunita Kristanti
AIDS

VIVAnews - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bekasi, Jawa Barat, menemukan kasus HIV/AIDS pada enam ibu hamil. Mereka kini tengah menjalani terapi untuk mencegah menularnya penyakit tersebut terhadap anak yang akan dilahirkan.

Sekretaris KPA Kota Bekasi, Wahyudin, mengatakan temuan kasus HIV/AIDS pada ibu hamil itu terjadi pada periode Januari-Oktober 2011. Menurutnya, KPA Kota Bekasi saat ini masih aktif melakukan pendampingan.

Keenam wanita hamil yang disembunyikan identitasnya itu juga aktif melakukan rawat jalan di salah satu rumah sakit di Kota Bekasi. “Kalau pengobatan bagus maka penularan terhadap anak dapat dicegah. Saat bersalin akan dilakukan proses secara caesar,” kata Wahyudin, di Bekasi Kamis 27 Oktober 2011.

Mayoritas ibu hamil penderita HIV/AIDS itu, lanjut Wahyudin, awalnya tertular dari suaminya yang positif mengidap virus mematikan itu. KPA Kota Bekasi sendiri baru menemukan kasus penularan tersebut setelah ibu mengandung itu tertular lama. “Bahkan ada yang tak menyadari,” ujarnya.

Berdasarkan data KPA Kota Bekasi, angka pengidap HIV/AIDS saat ini masih cukup tinggi. Selama periode Januari- Oktober mencapai 323 orang. Pada 2005 ada 166 kasus, dan 377 kasus pada 2006, serta 547 kasus pada 2007.

Faktor peningkatan penderita AIDS/HIV diduga karena tingginya penggunaan jarum suntik narkoba maupun melalui hubungan seksual. ”Kebanyakan yang terjangkit usianya produktif,” katanya.

Masalah pada penderita, kata Wahyudin, mereka kurang memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri ke klinik HIV/AIDS. ”Pada usia dini, orang biasanya sudah memiliki penghasilan sendiri dan mulai mengenal dunia luar. Bila tidak hati-hati, yang bersangkutan akan mudah terjerumus,” bebernya.

Selain penyebaran lewat jarum suntik yang digunakan secara bergiliran, penyebaran juga karena hubungan seks bebas. Kemudian faktor pranatal atau bayi terjangkit HIV/AIDS karena kedua orangtuanya telah tertular, hubungan homoseksual, serta transfusi darah. (Laporan: Erik Hamzah, Bekasi | kd)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found