NASIONAL

Mengapa TKW Rentan Diperkosa di Arab

Rata-rata TKW yang bunuh majikannya di Arab adalah korban kekerasan dan pelecehan seksual.

ddd
Jum'at, 21 Oktober 2011, 06:32
Demo dukung TKW
Demo dukung TKW (VIVAnews/Siti Ruqoyah)

VIVAnews  --  Lima tenaga kerja perempuan asal Indonesia  di Arab Saudi kini mendekam di sel tahanan. Kondisi mereka kritis. Hukuman mati atau qhisas telah dijatuhkan, tinggal menunggu kapan eksekusi akan dilakukan.

Mereka didakwa dengan kasus pembunuhan. Di Arab – di mana nyawa dibayar dengan nyawa- satu-satunya cara untuk lolos, mereka harus mendapatkan maaf dari keluarga korban. Lalu membayar diyat atau ‘uang darah’.

Direktur Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan, meski mereka menghilangkan nyawa orang lain, jangan lantas menyebut para TKW itu kriminal. Harus dilihat latar belakang mengapa mereka melakukannya. “Rata-rata melakukannya dalam kondisi terpaksa, untuk membela diri,” kata dia kepada VIVAnews.com. Selain menjadi korban kekerasan majikan, banyak di antara TKW menjadi korban pelecehan seksual sampai pemerkosaan.

Seperti Tuti Tursilawati misalnya. Ia menghilangkan nyawa majikan yang kerap memerkosanya. Saat lari, ia juga jadi korban kebiadaban sembilan laki-laki yang menggilirnya. Juga Darsem, TKW yang berhasil lolos dari algojo pancung karena membela diri dari ulah mesum majikannya.

Yang jadi pertanyaan, mengapa TKW pembantu rumah tangga di Arab rentan diperkosa?

Anis mengatakan, itu karena tidak adanya perlindungan hukum pada pembantu rumah tangga. “Makanya saya kira penting bagi Arab Saudi juga pemerintah untuk meratifikasi konvensi ILO 169 tentang pekerja domestik,” kata Anis.

Konvensi ini dikeluarkan organisasi buruh internasional karena melihat rentannya perlindungan hukum bagi pembantu rumah tangga.

Dalam konvensi itu, Anis menjelaskan, diwajibkan standar pendidikan, baik bagi buruh migran maupun domestik. ” Termasuk pendidikan paralegal, bagaimana pemahanan dan penyadaran tentang sistem hukum negara tempatan, risiko konsekuensi hukum jika mereka lakukan suatu tindakan,” kata dia.

Misalkan dalam kondisi terpaksa, di mana TKW terjepit, mereka bisa melakukan upaya yang bisa mengurangi risiko hukuman mati.

Anis mengungkapkan, berdasarkan sejumlah hasil penelitian, kerentanan di Arab Saudi sangat tinggi, terutama potensi pelecehan seksual. “Kerentanan disebabkan Arab sangat patriarki, sangat diskriminatif. Menyetir saja perempuan baru dibolehkan akhir-akhir ini. Ada jurang perbedaan Arab dalam memperlakukan perempuan,” kata dia.

Selain itu banyak batasan yang diberlakukan di Arab dibandingkan  negara lain. “ Tak ada akses publik, banyak larangan. TKW kita tak bisa ngapa-ngapain, nggak bisa keluar rumah,” kata dia. Bahkan ketika menjadi korban kekerasan, mereka tak tahu ke mana harus melapor.

Diungkapkan Anis, derita tak terperi dirasakan para TKW yang diperkosa dan terpaksa membunuh untuk membela diri. Selain ancaman mati, mereka juga mengalami trauma.

Duka juga dirasakan TKW yang hamil akibat pemerkosaan. "Kalau Hamis itu, di bandara kepulangan TKI yang bebas dari hukuman, ada yang bawa anak, banyak yang hamil," kata dia.

Menurut Anis, tak jarang TKW yang dihamili justru dikriminalisasi.  “Dipenjara dengan  tuduhan macam-macam – sihir, mencuri, selalu dipakai. Untuk itulah meski dinyatakan bersalah oleh pengadilan Arab. Masyarakat harus mendukung, mereka layak dibela.”

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia, Ramses D. Aruan mengatakan, sebenarnya tak hanya di Arab. Di manapun persoalan pekerja domestik sulit diintervensi, diakses hukum.

“Meski di negara yang hukumnya bagus, acapkali kekerasan pekerja domestik gampang terjadi. Mereka rentan kekerasan," kata dia.

Sebagai solusinya, perlu diatur jam kerja, detail kontrak kerja yang jelas. "Kalau bisa saya setuju jangan tinggal di rumah majikan. Kalaupun tinggal serumah, kunci kamar dipegang sendiri." (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sigit.
22/10/2011
seharusnya sebelum dibawa ke arab para tki diberitahu segala resiko yang bakal dihadapi oleh mereka termasuk moralitas majikan mereka yang rata-rata tidak dapat mengendalikan hasrat sex mereka.
Balas   • Laporkan
jarou
22/10/2011
yg dari sumatra jarang kena perkosa dan di aniaya......
Balas   • Laporkan
gazibu
21/10/2011
Mereka bukan diperkosa,tapi memang dalam adat di Arab Saudi PRT tidak lebih dari Budak Belian jadi menurut versi adat mereka, itu perbuatan legal bukan pemerkosaan,walaupun hal ini tidak pernah diakui oleh pemerintahnya
Balas   • Laporkan
juniorsoftware2001
21/10/2011
Thanks Vivanews
Balas   • Laporkan
ibas1
21/10/2011
Kalau bukan...karena Islam diturunkan di Arab, Rasulullah org Arab dan Al Qur'an berbahasa Arab. Niscaya Arab itu tiada lebih baik dari Bromocuroh dan limbah pembuangan....
Balas   • Laporkan
maungs | 22/10/2011 | Laporkan
siipp... arab udah mulai zahiliyah lagi...
morena | 21/10/2011 | Laporkan
setuju ibas1
fay
21/10/2011
waduh... lagi2 Arab..., kl ga Arab ya Malaysia, napa sih mereka sperti itu?lantas apa persamaan Indonesia dengan dgn ke2 negara ini, pdhl seandainya terjd sesuatu dike2 negara ini pasti Indonesia mati2an belain, saatnya BERPIKIR real saudaraku.
Balas   • Laporkan
Asep Gumilang
21/10/2011
Hntikan pngirimn TKI ke luar ngri kcuali profesional,klo prmsalhanya devisa alihkan sj ke prusahaan asing yg ada dingri ini buat pajak yg lbh tinggi & lpangan krj yg mmprioritaskn SDM pribumi jgn warga sndiri yg dikorbankn,kok mentrinya ga kena reshufle y
Balas   • Laporkan
wirkoko | 21/10/2011 | Laporkan
sudah mas
abdsalambfn
21/10/2011
mas, f41541 jng emosional dong, apa bangsa lain tidak bidab ?, dinegeri ini banyak orang yang biadab jngan bangsanya yg disalahkan, apa bangsa Ind , jk warganya mel pemerk di mikrolet apa anda juga ikut ?
Balas   • Laporkan
abdsalambfn
21/10/2011
dimana2 sama, yg namnya nafsu tidk pndang bulu, iman meninggalkan dirinya saat itu, saiton dominan, mngapa demikian kareana bnyk peluang mrk melakunnya. 24 jam TKI dlm kekuasaannya, pengawasan nol, makanan mrk (gizi tinggi) pemicu shawatpun tinggi ...kom
Balas   • Laporkan
f4154l
21/10/2011
Karena bangsa arab adalah bangsa, itulah karenanya para rasul dan nabi turun disana, arab, pemerintah Indonesia yg mengizibkan TKW bekerja disana juga
Balas   • Laporkan
izulthea | 21/10/2011 | Laporkan
Betul mas bro, karena turunan nabi dibantai (yang tersisa cuma satu orang), maka turunan abu jahal dan abu lahab saja yang sekarang menguasai arab. Menyalah-artikan hukum islam sesuai kehendak dengkul mereka. dan Pembantu dianggapnya sebagai budak.
wirkoko | 21/10/2011 | Laporkan
setuju
abdsalambfn | 21/10/2011 | Laporkan
mas, jng emosional dong, apa bangsa lain tidak ?, dinegeri ini banyak orang yang jngan bangsa yg disalahkan, apa bangsa Ind, jk warganya mel pemerk di mikrolet apa anda juga ?


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com