NASIONAL

Nuklir dan Pemanfaatannya

Sekitar 30 persen rakyat Indonesia belum merasakan nikmatnya hidup bersama listrik.

ddd
Selasa, 11 Oktober 2011, 00:26
Pembangkit nuklir
Pembangkit nuklir (www.commuteroutrage.com)

VIVAnews - Nuklir selama ini identik dengan sesuatu yang menakutkan. Bom atom Hiroshima, Nagasaki, kebocoran reaktor nuklir Chernobyl, insiden Fukushima, serta hal-hal lain yang dipersepsikan menakutkan.

Padahal telah berpuluh tahun nuklir ada di tengah masyarakat dan akrab dalam kehidupan keseharian. Kedokteran adalah bidang yang sudah sejak lama memanfaatkan nuklir.

Sejak puluhan tahun lalu, berbagai rumah sakit nasional telah memanfaatkan radioisotope produksi dalam negeri guna keperluan diagnosa atau pun terapi aneka macam penyakit.

Pertanian juga menjadi bidang yang telah lama menerima faedah teknologi nuklir. Nuklir yang sering dikampanyekan menakutkan justru bisa digunakan untuk menghasilkan benih-benih tanaman unggul yang dibutuhkan bagi peningkatan produksi.

Peneliti-peneliti nuklir dalam negeri telah banyak sekali menghasilkan benih-benih unggul melalui pemanfaatan teknologi nuklir dengan proses iradiasi. Benih padi unggul hasil pemanfaatan nuklir ini bisa memproduksi 11 ton padi berkualitas pada tiap hektarnya.

Tak ketinggalan dengan pertanian dan kedokteran, peternakan juga adalah sektor yang turut menikmati kegunaan teknologi nuklir. Nuklir ternyata bisa digunakan untuk membuat vaksin bagi penyakit tertentu pada hewan ternak.

Tak hanya itu, nuklir juga ternyata bisa dipakai untuk mengukur unsur serta kandungan partikel yang bertebaran di udara.

Sektor industri juga turut merasakan keuntungan melalui pemanfaatan nuklir. Jadi, nuklir ternyata memiliki banyak manfaat dalam kehidupan keseharian kita.

Nuklir tak ubahnya energi lain seperti air, udara, dan api yang dalam jumlah, takaran dan penanganan tertentu pasti bisa menjadi kawan. Sebaliknya, jika dalam jumlah, takaran yang berlebih, air, udara dan api sekalipun bisa menjadi bencana kemanusian yang dahsyat.Tsunami, banjir, kebakaran hunian, pabrik, pasar dan hutan, misalnya.

Sebagai manusia yang hidup di zaman modern, tak pernah bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika harus hidup tanpa listrik. Yang pasti segalanya akan menjadi serba gelap, hitam dan tak tampak.

Namun, pernahkah kita berpikir bahwasanya di negeri yang kita cintai ini telah terjadi  ketidakseimbangan antara penggunaan dan pasokan listrik.

Faktanya, pemadaman bergilir saat ini masih terjadi dan menghantui beberapa daerah di tanah air.Belum lagi masih ada 30 persen rakyat Indonesia yang belum merasakan nikmatnya hidup bersama listrik.Pembangkit-pembangkit listrik yang kita miliki ternyata belum mencukupi kebutuhan akan listrik.

Berangkat dari hal itu, pemerintah berencana untuk terus menambah jumlah pembangkit listrik, mulai dari energinya bersumberkan batubara, minyak bumi, gas, panas bumi, angin, sinar matahari, sampah, hingga nuklir.

Manfaat lain dari nuklir adalah bahwa energi ini bisa digunakan menjadi pembangkit tenaga listrik. Karena itu pemerintah tengah mempertimbangkan untuk menjadikan Pembangkit Listri Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai sebuah alternatif bagi pemenuhan energi di masa depan.

Target peningkatan pertumbuhan ekonomi, sebagai upaya pengentasan pengangguran dan kemiskinan, tentu akan menjadi sekadar mimpi di siang bolong, apabila negeri ini  tidak memiliki kecukupan energi listrik.

PLTN pun dinilai bisa menghemat penggunaan energi fosil seperti minyak bumi, gas dan batubara yang cadangannya terus kian menipis. (WEBTORIAL)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
whiteandblack17
07/11/2011
jerman sudah memulai menutup pabrik nuklir setelah melihat efek daripada kejadian di Jepang. skrg indonesia mw mencoba nuklir? jgn deh.. skrg aja uda menerapkan energi panas bumi, pengurangan diesel, pemakaian batubara sebagai energi. mgkn sudah cukuplah
Balas   • Laporkan
arifpunk
06/11/2011
hai pengkhianat negaraku yang takut PLTN...
Balas   • Laporkan
dyradelito
03/11/2011
@dodiwidodo : kalo anda berfikirsemua gunung di indonesiaitu aktif,,menurut anda apakah gunung muria (Kudus, Jateng) yang notebene di lerengnya gunung muria (Jepara, Jateng) akan di bangun PLTN itu aktif.??
Balas   • Laporkan
dyradelito | 03/11/2011 | Laporkan
Jepara dipilih sebagai lokasi pendirian PLTN karena lokasinya stabil,,alangkah baiknya berfikir efek positif dr PLTN itu. kalau teknisinya orang handal, insyaallah efek negatif akan di minimalisirkan.
ocier
31/10/2011
Sediakan saja lahan kosong dengan radius aman radiasi bahaya nuklir beberapa km, kita perlu berpikir dampak dan keunggulan, hanya orang dengan pemikiran maju yang berani mengambil resiko, bentuk tim yang bener2 peduli kehidupan bangsa bukan pribadi
Balas   • Laporkan
Ferdinand
30/10/2011
Masih ada Air, Matahari, Bio Fuel, Panas Bumi dan Angin kok milih nuklir. Indonesia luas dan kaya, so be realistic lah.
Balas   • Laporkan
Rushday_Depok
25/10/2011
Memang banyak manfaat'a dari Nuklir tersebut, tapi dampak yang ditimbulkan'a pun tidak kalah banyak. soo ikut suara terbanyak aja deh.
Balas   • Laporkan
sitijumi
15/10/2011
teknologi pangan dengan nuklir belum teruji keamanannya. Banyak yang tidak mau konsumsi pangan nuklir, cuma di sini belum ada aturannya, bahkan tidak ada keterangan / label. Mungkin rakyat kita dijadikan kelinci percobaan...
Balas   • Laporkan
Dedy Doank
14/10/2011
bpk dodi widodo d kalimantan g ada lempeng bumi pak...g ada gunung aktif.kita jangan takut akan hal semacam itu,.klo kita takut, kapan kita bisa berubah,penghijauan bagus aja....tp masa g pake listrik??? jadi mari kita berpikir untuk indonesia yg modern
Balas   • Laporkan
sitijumi | 15/10/2011 | Laporkan
tanpa bencana alam saja di Indonesia banyak musibah. urus bendungan air saja kita tidak bisa, fasum tidak terawat. bukannya kurang ilmuan tapi di KORUP !! Sudahlah jangan menyiksa rakyat demi uang proyek,....please!
abel
14/10/2011
nuklir sdh wktu na dterapkan u/ PLTN yg bs mnghmt bhn bkr fosil dn memperlmbat explorasi bsr2n energi fosil, explorasi tsb sdh membuat bnyk kawah raksasa d'kalimantan yg notabene slh 1 paru2 dunia..,,engineer2 kt sdh siap, tgl masyrkt yg hrs dbri pnjelasn
Balas   • Laporkan
sitijumi | 15/10/2011 | Laporkan
ilmuan memah siap, tapi mental korupnya itu lho. negara2 pengguna PLTN saja pada tidak mau menggunakan lagi,... kok kita malah bodoh!!! (lihat google)
ega
14/10/2011
@dodiwidodo pemikiran terlalu sempit. persediaan minya bumi kita tindak sampai 20 tahun lagi akan habis. batubara kita 50 tahun lagi akan habis. jika melihat sesuatu jangan selalu berfikir negatif. jika semua orang berfikir seperti anda indonesia tdk maju
Balas   • Laporkan
deltamuse | 20/10/2011 | Laporkan
sitijumi.kapan indonesia mau maju kalau gamau ambil resiko. sama ajah dengan pingin bisa nyetir mobil tanpa belajar,maunya langsu bisa indonesia itu dibangun dengan proses. kalo listrik mahal jangan protes BBM nya mahal beda sama PLTN.
sitijumi | 15/10/2011 | Laporkan
kita masih punya cadangan 20 th dan 50 th. negara lain tidak punya cadangana tapi mau tutup nuklirnya,...contoh swi ss, ger man, ta iwan, je pang, dll (lihat google)


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru