NASIONAL

Pengadilan Belanda Kabulkan Gugatan Rawagede

Belanda harus memberi ganti rugi para janda korban pembantaian massal pada tahun 1947.

ddd
Rabu, 14 September 2011, 21:02
Proses gugatan hukum kasus Rawagede di pengadilan Den Haag, Belanda
Proses gugatan hukum kasus Rawagede di pengadilan Den Haag, Belanda (Radio Nederland Wereldomroep)

VIVAnews - Pengadilan Den Haag hari ini mengabulkan tuntutan dari keluarga korban kejahatan perang di Desa Rawagede, Jawa Barat, tahun 1947 untuk penggantian kerugian yang diderita.

Seperti dikutip dari laman Radio Netherland Siaran Indonesia, pengadilan menolak alasan pihak Kerajaan Belanda yang menyatakan bahwa kasus ini telah kadaluarsa.

Namun, catatan diberikan oleh pihak pengadilan yakni hak pengganti kerugian hanya diperuntukan keluarga korban langsung dari pembantaian itu.

Sebelumnya, keluarga korban pembantaian Rawagede mengajukan gugatan kepada pemerintah Belanda. Gugatan didaftarkan di Pengadilan Distrik Den Haag pada Rabu 9 Desember 2009, tepat 62 tahun peringatan pembantaian Rawagede, yang kini bernama Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang. Letaknya  di antara Karawang dan Bekasi.

Pembantaian Rawagede diyakini merupakan tindakan kriminal paling kejam, paling brutal, dan paling berdarah yang dilakukan Belanda dalam kurun waktu 1945 sampai 1949.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
revinclaw
14/09/2011
ya si kapten westerling tuh sudah bikin pembantaian dua kali di sulawesi dan di bandung waktu APRA
Balas   • Laporkan
Mahardhika Zifana
14/09/2011
Seharusnya, kasus Kapten Raymond Westerling juga digugatkan kepada pengadilan Belanda. Agar mereka tahu bahwa Kapten Raymond Westerling itu bukan pahlawan, tapi PENJAHAT!
Balas   • Laporkan
suryatna
14/09/2011
kok nilainya ga disebutin sih...
Balas   • Laporkan
regan
14/09/2011
GiLa Udah Lama baru di sidangkan,,,,keren ketimpa durian runtuh tuh...hahahaha
Balas   • Laporkan
dieh
14/09/2011
alhamdulilah..akhirnya kebenaran terkuak juga. Salut dengan pengadilan di belanda, walau 'melawan' pemerintahnya sendiri tetap berani independen. kapan pengadilan indonesia berani begitu..mimpi kali yeeeee
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com