NASIONAL

Sejarah Panjang Bus Maut Sumber Kencono

Sejak pertama kali beroperasi di tahun 1981, sudah ratusan orang jadi korban.

ddd
Senin, 12 September 2011, 19:20
Bus Sumber Kencono
Bus Sumber Kencono (Tudji Martudji| Surabaya)

VIVAnews - DPD Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur mengungkapkan bukan sekali ini bus Sumber Kencono terlibat kecelakaan maut. Bus ini ternyata memiliki sejarah panjang soal kecelakaan.

Menurut Ketua DPD Organda Jawa Timur, HB Musthofa, pada tahun 2009-2010 armada bus ini tercatat mengalami 51 kecelakaan dengan 129 korban. "Sebanyak 36 orang di antaranya meninggal dunia," ujarnya di Surabaya, Senin 12 September 2011.

Dia menambahkan di tahun ini, sejak Januari, Sumber Kencono juga terlibat 7  kecelakaan di berbagai lokasi di Jawa Timur. Salah satunya terjadi pada Minggu 22 Mei 2011. Bus bernomor polisi W 7666 UY menabrak truk berpelat nomor AE 8804 BA di Jalan Raya Madiun-Surabaya.

"Kejadian ini tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Madiun di kilometer 133-134 dari Surabaya," kata Musthofa.

Kecelakaan tersebut, kata Musthofa, menghilangkan nyawa 10 orang--pernah menjadi catatan terburuk sejak Sumber Kencono beroperasi pada 1981.

Toh itu belum apa-apa dibandingkan jumlah korban tewas pada kecelakaan maut yang terjadi pada Senin dini hari, 12 September 2011. Bus Sumber Kencono bernomor polisi W 7181 UY dahsyat bertabrakan dengan minibus travel jenis Elf bernomor polisi AG 7103 ML di By Pass Puri Indah Desa Balongmojo, Mojokerto sekitar pukul 03.00 WIB. Kecelakaan maut ini setidaknya menewaskan 21 orang. (Laporan: Tudji Martudji, Surabaya | kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
feryhartanto
02/01/2012
Sekedar sharing pengalaman ajah naik bis ini. Sumber Kencono, bermesin HINO, dengan body LAKSANA seri legacy. menjadikan bis ini layaknya jet darat dari indonesia. handal di tikungan, kencang ditarikan. saran saya, ubah karoseri ke LAKSANA seri NUCLEUS 3
Balas   • Laporkan
triez.la | 03/01/2012 | Laporkan
saya setuju itu
feryhartanto | 02/01/2012 | Laporkan
Insya Allah... tidak akan ada lagi tabrakan. tapi saya juga mengamati ada faktor lain dari bis ini, sewaktu ada di dalam bis, pikiran seperti jadi semrawut, entah karena pengaruh lampu xenon di interior bis yang terlalu terang, atau faktor X.
matkesumat
27/09/2011
kalo pemerintah sdh ga berdaya utk mencabut ijin trayek... halal hukumnya mencabut keluarga manajemen pengurus PO sumber kencono...
Balas   • Laporkan
Fitria
26/09/2011
saya suka am bis ini soalnya bis tercepat sejawa nggak ada yang bisa lawan bis ini
Balas   • Laporkan
feryhartanto | 02/01/2012 | Laporkan
saya juga suka,,, Fit. Pokoknya semisal sopirnya ikut balapan F1. Dijamin Hakinen pun lewat.
Putra Bengawan
24/09/2011
Jika saya Punya wewenang di sragen. Sumber Bencono akan Saya Blokir Melintas di Sragen. Kecuali... WANI PIRO...
Balas   • Laporkan
bayoe
15/09/2011
ini bukan "sumber kencono" tapi "sumber bencono"
Balas   • Laporkan
bronto
14/09/2011
sopirnya harus dihukum mati, bila perlu bakar massa aja seluruh armada, hukum rimba, toh si sopir dan pengurus udah kayak binatang.. bukan manusia..
Balas   • Laporkan
roeztam
14/09/2011
Sumber Kencono adalah bus PETAKA, saya sering bolak balik Yogya - surabaya dan kadang juga naik SK, jangan pernah tertidur kalau naik SK, temen saya pernah terjatuh dari tempat duduk, saya juga pernah pelipis robek, karena banting kanan kiri/ zig zag
Balas   • Laporkan
anto
13/09/2011
SK memang kenceng abis .., ini bis langganan saya wajtu kuliah di jatim, buat ngejar waktu bisa diandalkan .., pernah dulu solo-surabaya cukup 3,5 -4 jam..., padahal kalu normal 5 jam ....
Balas   • Laporkan
wank
13/09/2011
sk...bus patas tarip ekonomi.Sampai-sampai ama busmania dijuluki "unlimited speed"
Balas   • Laporkan
tititski
13/09/2011
tapi herannya napa sampai skr kok masih boleh beroperasi ya..??? (salut)
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru