NASIONAL

Anjing Beringas Memangsa Majikan, Mengapa?

Polisi diminta melakukan penyelidikan menyeluruh. Bukan lantas menuding anjing-anjing itu.
Rabu, 7 September 2011
Oleh : Elin Yunita Kristanti
Ilustrasi anjing

VIVAnews -- Anjing adalah hewan peliharaan favorit, bahkan bisa jadi sahabat terbaik. Kesetiaan dan pengabdian yang ditunjukkan anjing sangat mirip dengan konsep manusia tentang cinta dan persahabatan. 

Namun, apa yang terjadi di Batam, Kepulauan Riau sungguh mengerikan, bahkan tragis. Tujuh anjing kelaparan, yang tak diberi makan selama 14 hari, diduga memakan dua sesamanya, lalu memangsa majikannya  sendiri hingga tewas.

Polisi menemukan Andre Lumboga -- nama majikan tersebut -- dalam kondisi sangat mengenaskan, tubuhnya tinggal tengkorak, bahkan kepala dan badan terpisah -- tengkorak ditemukan di dapur, tubuh di depan rumah.

Mengapa anjing bisa berubah menjadi beringas dan memangsa majikannya?

Dokter hewan asal Batam, Fery Firdaus mengatakan, berdasarkan pengalaman, karakter anjing dibentuk oleh pemiliknya sendiri. "Kalau pemilik membentuknya jadi beringas, dia akan menjadi beringas. Namun jika diberi pelatihan bagus, disayang, tak akan beringas," kata Fery saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 6 September 2011 malam.

Jenis anjing pun bisa mempengaruhi karakternya. Misalnya, "anjing herder tidak galak jika tidak diberi rangsangan. Tapi, anjing lokal atau kampung justru galak, baik hanya pada majikan. Justru anjing lokal yang sering mengigit daripada anjing ras.

Untuk kasus di Batam, Fery menambahkan, untuk menganalisa karakter anjing-anjing tersebut harus dilihat jenisnya. "Sebab, ada yang mengatakan itu (anjing yang memangsa) anjing herder, campuran, sementara menurut karyawan saya, mereka anjing kampung. Masih simpang siur," tambah dia.

Soal dugaan anjing beringas karena tak diberi makan selama 14 hari, Fery menjelaskan, pengalaman dia di lapangan, anjing tak akan mengalami masalah jika tak makan selama tujuh hari. Hewan itu juga tak lantas berubah beringas. Asalkan, tetap diberi minum. "Kalau tak makan dan tak minum, dia akan mati," kata lulusan Fakultas Kedokteran Institus Pertanian Bogor (IPB) itu.

Ferry menambahkan, kasus yang terjadi di Batam belum bisa dikatakan 100 persen kesalahan anjing. "Mungkin ada faktor lain. Apalagi itu baru dugaan. Belum pasti (majikan dimangsa) faktor anjing. Mungkin ada faktor lain yang kita tidak tahu," kata dia.

Polisi, tambah dia, diimbau melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Bukan serta-merta menuding anjing-anjing itu. Bisa jadi, dia menambahkan, korban lebih dulu meninggal atau dibunuh, lalu dilempar ke anjing. "Anjing kan tak bisa diajak bicara, memberi keterangan. Setahu saya, anjing biasanya setia pada pemilik, punya ikatan emosional."

Fery mencontohkan kejadian di Malang Jawa Timur, saat seekor anjing herder dengan setia menunggui mayat majikannya yang meninggal. Sampai tujuh hari. "Anjing itu akhirnya ditembak karena tak maui meninggalkan mayat majikan."

Sebelumnya, Kapolsek Batam Kota Kompol Eriyana mengatakan, diduga Andre dimakan peliharaannya yang kelaparan. "Korban diketahui memelihara sembilan ekor anjing di rumahnya. Anjing tersebut ditinggal selama 14 hari tanpa diberi makan. Karena diketahui Andre berangkat ke Manado tanggal 14 Agustus 2011 dan pulang ke Batam 30 Agustus 2011," ujarnya.

Sepulang dari Manado, lanjut Eriyana, Andre meletakkan koper bawaannya di depan dan langsung melihat perliharaan anjingnya di belakang. "Karena diduga kelaparan, anjing tersebut menyerang Andre. Karena anjing tersebut tidak diberi makan selama 14 hari," paparnya.

Tadi malam, lanjutnya, saat polisi ke rumah korban, ketujuh ekor anjing tersebut juga mencoba menyerang petugas. "Karena anjingnya terus menyerang, akhirnya kami lumpuhkan," katanya.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found