NASIONAL

Hari Idul Fitri Diumumkan Pemerintah Sore Ini

Tinggi hilal usai terbenam matahari akan berada pada posisi 1 derajat 55 menit.

ddd
Senin, 29 Agustus 2011, 04:22
Petugas Departemen Agama lakukan perhitungan hilal rukyat
Petugas Departemen Agama lakukan perhitungan hilal rukyat (Antara/ Eric Ireng)

VIVAnews - Pemerintah melalui Kementrian Agama akan melakukan sidang isbath untuk menentukan Idul Fitri sore ini. Ada kemungkinan besar, 1 Syawal akan jatuh pada 31 Agustus 2011.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan, mengatakan dapat dipastikan pelaksanaan hari raya Idul Fitri akan jatuh pada hari yang berbeda dengan yang sudah diputuskan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Besok (Senin) keputusan Menteri Agama terkait Hari Raya itu, tapi sudah kemungkinan akan berbeda dengan Muhammadiyah, karena beda sistemnya," kata Ketua MUI, Amidhan, kepada VIVAnews.com, Minggu malam, 28 Agustus 2011.

Kementrian Agama, kata Amidhan, akan mengundang orang maupun badan dan organisasi Islam anggota Badan Hisab dan Rukyah untuk bersidang menentukan awal Syawal di kantor Kementrian Agama.

"Kumpul Ormas Islam, ada Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, MUI, Persatuan Islam, dan juga mengundang duta besar negara-negara Islam," tuturnya.

Meskipun sama-sama menggunakan hisab (perhitungan), lanjut Amidhan, Pemerintah bersama NU akan berbeda dengan Muhammadiyah soal awal jatuhnya Syawal. ini disebabkan perbedaan cara perhitungan dari keduanya.

Amidhan menjelaskan, tinggi hilal pada esok petang usai terbenam matahari akan berada pada posisi satu derajat 55 menit/60 menit. Bagi Muhammadiyah, paradigma dasarnya adalah pada wujud hilal, yaitu keberadaan bulan 1 Syawal sudah di atas ufuk karena sudah satu derajat lebih 55 menit, maka artinya sudah jatuh 1 Syawal pada Senin malam.

Namun, berbeda dengan Muhammadiyah, NU menggunakan rukyah yaitu dengan cara harus melihat langsung dengan mata telanjang. Ini berarti minimal tinggi hilal harus berada pada dua derajat lebih. Untuk itu, lanjut Amidhan, jika saat ini posisi hilal berada pada satu derajat lebih 55 menit dapat dipastikan Senin petang belum dapat menyaksikan bulan secara langsung.

"Besok keputusannya Ramadhan itu disempurnakan 30 hari, atau disebut istiqmal, mau tidak mau hari Rabu hari rayanya. Sedangkan Muhammadiyah sitemnya sudah ada sebelumnya, atau sudah ditentukan," ungkap Amidhan.

Namun, meskipun ada kemungkinan berbeda, Amidhan menjelaskan keputusan pemerintah akan menjadi solusi perbedaan itu. Keinginan pemerintah adalah ketika sudah ditentukan, maka semua masyarakat akan mengikuti keputusan itu. Selama ini, memang tak ada masalah meskipun dalam pelaksanaan hari raya ada keyakinan berbeda.

"Saya menghimbau, meskipun nantinya ada perbedaan, harus ada toleransi, yang berlebaran hari Selasa tidak perlu demonstratif, dan yang berlebaran Rabu juga harus menghormati yang lainnya," ujarnya.(np)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
safiyah
30/08/2011
penanggalan yg dilakukan oleh manusia zaman purma berdasar penglihatan atas bulan n tdk akurat...mestinya sdh harus mengikuti tahun masehi atasa dasar peredaran matahri mengelilingi bumi..kl tdk samapai ribuan tahun akan bundeli
Balas   • Laporkan
ibrahim
29/08/2011
coba jgn mngdpnkan ego, kalau harus dg rukyat belahan bumi di sblh barat mekah jika mw puasa tgl 9 dzulhijjah di arafah baru tgl 8, dulu kenapa nabi pakai rukyat krn umat islam baru diseputar jazirah arab, dan umat pada wkt itu msh ummi itu kt nabi
Balas   • Laporkan
suparno
29/08/2011
ngapain bingung2 kalau nak pasti ,temukan pempin sejati islam dunia,istikaroh ropel tahajut ,HIDUP ISLAM SOLAWAT SALAM KITO UNJUKKAN KPD NABI BESAR MUHAMAD SAW ,AMIEN
Balas   • Laporkan
Maharani
29/08/2011
jadi yg bner yg mna ?? tgl 30 / 31 Agustus ??
Balas   • Laporkan
uslul
29/08/2011
umat islam dijadikan satu saja hari raya nya buat apa seh beda keliatan tu perpecahan bangsa mukmin indonesia..... jangan salah kan umat nya salah kan pemerintahnya plin-plan dukung sana dukung sini cari jalan tengah nya jangan jadi anak ayam mulu....
Balas   • Laporkan
Oksan777
29/08/2011
mau hari selasa, mau hari rabu. alhamdulillah masih bisa ketemu ramadhan 1 hari lagi.
Balas   • Laporkan
rendra darmawan
29/08/2011
yang seharusnya perlu dibingungkan bukan hari raya idul fitri pada tahun ini, tapi apakah kita masih bisa bertemu idul fitri yang berikutnya.
Balas   • Laporkan
Adlin
29/08/2011
Saat ini g` zaman ny lagi pakek mata telanjang, lebih baik lagi jika menggunakan mata hati.
Balas   • Laporkan
effri syadli sondana
29/08/2011
maaf sebelumnya saya hanya mau tau sebenernya itu 1 syawal jatuh pada hari ini atau selasa ??? mohon jawabannya terimakasih sebelum & sesudahnya.
Balas   • Laporkan
ngspektra
29/08/2011
SEHARUSNYA WARGA NU DAN MUHAMMADIYAH MENUNGGU KEPUTUSAN DARI PEMERINTAH TENTANG 1 SYAWAL 1432 H BIAR UMAT ISLAM RAMAI-RAMAI MERAYAKAN HARI KEMENANGAN ITU, coba hilangkan rasa ego,pasti umat islam tambah besar dan menyatu
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru