NASIONAL

Kapolda: FPI Jangan Semena-mena

Tindakan brutal FPI Makassar didukung Ketua FPI Jakarta.

ddd
Selasa, 16 Agustus 2011, 06:28
Anggota FPI Sulses saat mendemo Jemaah Ahmadiyah di Makassar, 28 Januari 2011
Anggota FPI Sulses saat mendemo Jemaah Ahmadiyah di Makassar, 28 Januari 2011 (Antara Foto)

VIVAnews - Ulah anarkis yang dilakukan Front Pembela Islam di Makassar mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Betapa tidak, dalam sepekan di tengah Bulan Suci Ramadan, polisi mencatat setidaknya sudah terjadi tiga aksi kekerasan yang dilakukan laskar bergaris keras ini.

Terkait aksi FPI itu, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Irjen Polisi Jhony Waenal Usman meminta FPI segera menghentikan aksi-aksi pengrusakan.

"Kami minta FPI mematuhi hukum dan tidak bertindak semena-semena. Semoga aksi-aksi tersebut tak terjadi lagi," kata Jhony Waenal Usman, di Makassar, Senin 15 Agustus 2011.

Menurut dia, aksi-aksi yang dilakukan oleh FPI selama ini tidak wajar dan melanggar undang-undang. Jhony mengatakan FPI tidak bisa melakukan tindakan penegakan hukum karena hanyalah warga sipil biasa, bukan penegak hukum. "Itu bagian dari kewenangan polisi sebagai penegak hukum. Biar bagaimana, kita tidak boleh membiarkan masyarakat diperlakukan seperti itu," katanya.

Menurut Jhony, FPI juga harus menghormati warga masyarakat yang tidak berpuasa. "Memang susah. Tidak semuanya bisa berpuasa, mungkin ada yang sedang sakit atau ada yang tidak mampu melaksanakannya," kata dia.

Terkait rangkaian kerusuhan yang dilakukan FPI di Makassar ini, Kepolisian Resor Kota Besar Makassar telah menetapkan Panglima FPI setempat, Abdurrahman, sebagai tersangka. Abdurrahman saat ini ditahan di Polrestabes untuk diperiksa.

Abdurrahman ditangkap saat menyerang Sekretariat Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Minggu dini hari, 14 Agustus 2011. Ia dijerat pasal 160 tentang penghasutan, karena dianggap telah menghasut orang lain untuk melakukan pelanggaran hukum.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat FPI Jakarta, Habib Salim, malah membenarkan tindakan FPI Makassar yang telah mengobrak-abrik sejumlah warung makan di Makassar itu. Salim mengatakan apa yang dilakukan angggota FPI itu sudah benar karena warung yang dirusak itu nekat tetap buka pada saat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa.  

"Jelas-jelas itu tindakan yang merusak akidah, mengganggu umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa," ujar Habib Salim kepada VIVAnews.com.

Bahkan, dia mengancam kalau pemerintah Jakarta tidak bisa menegakkan aturan melarang tempat hiburan malam buka saat puasa, tidak menutup kemungkinan insiden seperti di Makassar juga terjadi di Jakarta. "Kalau pemerintah DKI Jakarta tidak bisa tegas, bukan tidak mungkin Jakarta akan seperti di Makassar," demikian Habib Salim. (Laporan: Rahmat Zeena,  Makassar | kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
r.patah
28/08/2011
FPI itu adalah penggoyang , kalo ga digoyang , polisinya TIDUR.....asal jangan salah Goyang Om FPI....nanti azab datangimu , orang tersiksa doanya lebih manjur....
Balas   • Laporkan
dewandaru9
28/08/2011
Dari dulu Aparat cm berani bilang begitu tak berani bertindak...PAYAH...Ini Indonesia Bung,Bukan negara Islam....!!!! Jadi Hormati Juga Hak orang lain....Islam itu agama santun,bukan agama perusak...!!! Justru organisasi macam FPI-lah YANG MERUSAK ISLAM..
Balas   • Laporkan
maswid
28/08/2011
Mana yang dipilih: Sipil yang menegakkan HUKUM apa Aparat yang Impoten menegakkan Hukum ???? masih mending FPI mau memberangus Kemaksiatan. kalo kagak siapa yang bisa diharapkan ???? aparat ??? emang mau klo gak da Uangnya ?
Balas   • Laporkan
drwt | 28/08/2011 | Laporkan
FPI bukan aparat penegak hukum gen, kok situ yg repot2. FPI=anarkis. apa perlu kita ikut kayak gt ??yg ngk perlu n bukan tugasnya di urus. mau cari nama biar terkenal jadi artis aja FPI. bisanya anarkis kaitan sama agama ngk malu lu FPI. siapa yg buka ma
maswid
28/08/2011
Mana yang dipilih: Sipil yang menegakkan HUKUM apa Aparat yang Impoten menegakkab Hukum ???? masih mending FPI mau memberangus Kemaksiatan. kalo kagak siapa yang bisa diharapkan ???? aparat ??? emang mau klo gak da Uangnya ?
Balas   • Laporkan
maswid
28/08/2011
Mana yang dipilih: Sipil yang menegakkan HUKUM apa Aparat yang Impoten menegakkab Hukum ???? masih mending FPI mau memberangus Kemaksiatan. kalo kagak siapa yang bisa diharapkan ???? aparat ??? emang mau klo gak da Uangnya ?
Balas   • Laporkan
gunsa
28/08/2011
Anda-anda itu tidak tau berterima kasih, FPI itu diantara ormas yang bertugas sebagai FILTER bangsa ini. Apa jadinya klo ormas ini MATI Indonesia akan menjadi negara LIAR. Pertahankan dan Maju TERUS FPI, HIDUP FPI.
Balas   • Laporkan
seno
27/08/2011
tindak tegas anarkis bersifat apapun dan berlindung dibalik apapun termasuk yg berlindung dibalik agama..rakyat Indonesia laskar merah putih tidak rela Negeri kita dijadikan ajang kekurang ajaran mereka..sudah seharusnya polisi bertindak tegas bila perlu
Balas   • Laporkan
maswid | 28/08/2011 | Laporkan
seandainya Polisi Bertindak tegas sama pelanggar Hukum FPI juga gak akan Kluyuran turun ke jalan.. ini panggilan Nurani dan Penegakkan Moral Broo..
FrosT
23/08/2011
jadi curiga para FPI ini cuma bisa puasa kalau gak ada makanan yang bisa mereka dapat.. puasa kok ngerusak sumber rejeki orang?? kalau puasa yang seharusnya berbuat baik itu malah merusak, gimana kalau mereka harus bertengkar yahh??
Balas   • Laporkan
fpi gunakan akhlakmu
23/08/2011
FPI SEESAAATTTTTT!! KEBLINGERRRR!!!! Hati!!!! Ini perkumpulan orang!!! gak ngerti agama sok jadi pembela agama....!! ISLAM ITU RAHMATAN LIL'ALAMIN... (RAHMAT UNTUK SELURUH ALAM) KOK JADI SADIS KYK GINI!!! MUI kluarkan FATWA FPI TERLARANG SEKARANG JUGA
Balas   • Laporkan
bubarkan
22/08/2011
pemerintah tidak tegas!! tembak orang2 yang bertindak anarkis,fpi mau di larang 1 juta x ttp g akan dgr..kecuali perangi dan bubarkan..jgn takut..rakyat mendukung pemerintah!!emang ni negara islam doang apa rakyatnya semua!! b*bi lu fpi an*ing
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id