NASIONAL

Tradisi Tadarus Juru Kunci Makam Raja Mataram

Tadarus dilakukan para abdi dalem hingga malam ke-21 Ramadan atau selikuran.

ddd
Kamis, 4 Agustus 2011, 18:14
Kompleks makam raja-raja Mataram
Kompleks makam raja-raja Mataram (jogjatrip.com)

VIVAnews - Hanya beberapa ratus meter di selatan Pasar Kotagede yang ramai, sebuah kompleks makam tradisional tak takluk oleh modernisasi Kota Yogyakarta. Gerbang kuno dari batu, Gapura Padureksa, menjadi pintu masuk makam--di mana anggota Dinasti Mataram dimakamkan. Di kiri jalan menuju gapura terdapat dondhongan--rumah tradisional tempat tinggal para abdi dalem.

Kompleks itu adalah kompleks makam raja Mataram pertama sebelum akhirnya dipindahkan ke Imogiri oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang masyhur karena menyerang Belanda di Batavia.

Raja-raja dan pembesar Jawa dikebumikan di tempat itu, sebut saja Panembahan Senopati--pendiri Dinasti Mataram, Ki Ageng Pemanahan, Panembahan Sedo ing Krapak, Kanjeng Ratu Kalinyamat, Kanjeng Ratu Retno Dumilah, Nyai Ageng Nis, Nyai Ageng Mataram, Nyai Ageng Juru Mertani. Juga Sri Sultan Hamengkubuwono II.

Setiap Ramadan, berlangsung tradisi tadarus di lokasi itu. Selesai tarawih, para abdi dalem Kraton Yogyakarta yang bertugas sebagai juru kunci makam, membaca kitab suci Al Quran di pelataran makam raja-raja Mataram tersebut.

"Abdi dalem tadarus setiap malam di pelataran makam (di depan makam Raja-raja Mataram)," kata Tauzan Supriyatno, Juru Kunci Makam Raja Mataram dalam perbincangan dengan VIVAanews.com, 4 Agustus 2011, di Yogyakarta.

Menurut dia, setiap malam abdi dalem bergantian tadarusan, sesekali diikuti oleh warga setempat."Ada empat sampai lima orang abdi dalem yang tadarus setiap malam dan bergilir setiap harinya," kata Tauzan.

Tadarusan dilakukan hingga selikuran atau malam ke-21 Ramadan.  "Kalau dulu abdi dalemnya banyak, kami bisa khatam (tamat baca Alqur'an) dua kali, karena yang tadarusan banyak. Namun, sekarang hanya satu kali," ungkapnya. "Kalau pas malam selikuran nanti datang semua abdi dalem".

Tiap selikuran, ada syukuran oleh abdi dalem dan warga. "Syukuran dengan makan bersama, nasi gurih  pake ingkung (ayam Jawa), selesai acara selikuran nasi itu dibagi-bagikan pakai daun pisang untuk makan bersama," tuturnya. (Laporan: Erick Tanjung, Yogyakarta | kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
abu_dzakii
05/08/2011
Mungkin yg dimaksud sarden hadits2 ini :Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani yg menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid atau tempat peribadatan {dalam rangka memperingatkan utk menjauhi apa yg mereka perbuat}. Berkata Aisyah kalau tidak
Balas   • Laporkan
abu_dzakii | 05/08/2011 | Laporkan
Aku (Aisyah) berkata : Kalau bukan karena takut (laknat) itu, niscaya kuburan beliau ditempatkan di tempat terbuka. Hanya saja beliau takut kuburannya itu akan dijadikan sebagai masjid [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 1330, Muslim no. 529, Ahmad 6/80
abu_dzakii | 05/08/2011 | Laporkan
Semoga Allah memerangi (mengutuk) orang-orang Yahudi! (disebabkan) mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 437, Muslim no. 530, Abu Dawud no. 3227, An-Nasaiy 4/95, Abu Yalaa no. 5844, Ahmad 2/284, dan y
saif07
04/08/2011
Itu dalil Dari mana mas Bro? Siapa yg meriwayatkan? selama sy ngaji hadist shohih bukhori dan kitab2 hadist yg lain blm pernah tuh ngedenger hadist sprt tu? jngn2 ente yg harus tobat mas bro? blm prnh ngaji tentang historisitas sejarah islam diindonesia y
Balas   • Laporkan
abu_dzakii | 05/08/2011 | Laporkan
(Maka) Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal itu [Diriwayatkan oleh Muslim no. 532 dan Abu Awanah 1/401].
sarden_ganteng
04/08/2011
nabi pernah bersabda : janganlah engkau jadikan kuburan para nabi masjid. kayaknya abdi dalem ini mau menjadikan kuburan sebagai masjid, dan menjadikan masjid sebagai kuburan. tobat-tobat kang?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id