NASIONAL

Sidney Jones Puji Penanganan Teroris RI

"Indonesia harus bangga," kata pengamat terorisme internasional Sidney Jones.

ddd
Rabu, 3 Agustus 2011, 13:46
Pengamat terorisme internasional Sidney Jones
Pengamat terorisme internasional Sidney Jones (ANTARA/ Puspa Perwitasari)

VIVAnews – Pengamat terorisme internasional, Sidney Jones, mengakui bahwa Indonesia relatif berhasil dalam menangani terorisme. Menurutnya, keberhasilan Indonesia bahkan mungkin lebih baik dibanding negara lain.

“Ini harus dipuji dan Indonesia harus bangga. Saya kira tidak ada alasan kuat untuk mengubah UU tentang terorisme,” ujar Sidney dalam seminar Penanggulangan Terorisme di Lemhanas, Jakarta, Rabu 3 Agustus 2011.

Keberhasilan Indonesia menanggulangi terorisme, kata Sidney, bisa dilihat dari aspek Hak Azasi Manusia maupun aspek keamanan. Ia berpendapat, Indonesia mampu mengatasi dan mengantisipasi terjadinya aksi terorisme yang lebih dahsyat.

Buktinya, papar Sidney, dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada aksi terorisme yang  hebat dan besar di Indonesia dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, Sidney juga mengapresiasi bagaimana cara Indonesia menangani pelaku tindak pidana terorisme.

“Kita lihat, di Indonesia orang-orang yang ditangkap sebagai teroris dibawa ke pengadilan terbuka,” ujar Sidney. Pengadilan terbuka itu ia pandang memberi manfaat nyata, yakni meningkatkan kesadaran publik tentang akar terorisme yang nyata di Indonesia. Padahal, imbuh Sidney, awalnya banyak orang melihat terorisme merupakan rekayasa intelijen.

“Jadi melalui sidang terbuka, masyarakat menjadi yakin bahwa memang ada persoalan,” kata Sidney. Meski demikian, ujarnya, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki soal penanggulangan terorisme di Indonesia, yakni dengan mengubah sistem penegakan hukum terkait orang yang tidak terlibat langsung dalam aksi terorisme. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
buyafirdausi
24/03/2012
Jangan heran/mabuk dgn kmentar asing.Kita terus tingkat kan kmampuan disgl sektor.Sadarilah wahai anak bangsa " wujud kolonial ", sdh brp banyak putra/i tbaik kita ditarik mrk "dgn bbagai sistim" shga jadi penghianat bangsa.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com